Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 46


"Ma, masih ada 850 ribu dolar dan kebetulan aku sudah kehabisan uang. Karena ada begitu banyak uang, kau bisa memberiku juga, bukan? Selain itu, Xena sudah lama berpacaran denganku tapi aku belum pernah membelikannya sesuatu yang bagus..." kata Ben tanpa malu-malu.


"Baiklah, baiklah, ini 50 ribu dolar. Belikan hadiah yang bagus untuk Xena!"


"Hotel Dorsett? Hotel Dorsett yang terkenal itu? Hotel bintang lima yang sekali makan minimal menghabiskan 100 ribu dolar?"


Xena bertanya dengan semangat setelah mendengarnya.


"Tentu saja, apa ada Hotel Dorsett yang lain di kota ini?"


Fiona tersenyum bangga lalu mengeluh, "Kakek tua itu akhirnya sadar dan mengundang kita makan siang. Dia tidak pernah mengajak kita untuk merayakan sesuatu sebelumnya!"


"Bagus.. bagus, Zeus Taylor akhirnya menerima kalian!"


Xena tersenyum penuh semangat


sebelum berkata dengan malu


malu, "Ma, bolehkah aku ikut?"


Fiona sangat senang dipanggil ' mama'. Dia mengangguk, "Tentu saja, kau adalah pacar anakku dan calon menantu perempuanku. Kau bisa makan siang bersama kami, jangan khawatir!"

__ADS_1


"Wah keren!"


Fiona memikirkan sesuatu lalu berkata, "Benar, tapi sekarang masih pagi. Ben, ajak Xena ke mal, dia akan pergi bersama kita hari ini dan mungkin perlu beli baju baru!"


"Iya! Ayo kita pergi!"


Ben mengantongi 50 ribu dolar nya lalu pergi dengan Xena.


"Ma, aku pikir itu bukan ide yang


bagus mengajak Xena pergi bersama kita, bukan?"


Setelah keduanya pergi, Selena terdiam sesaat sebelum berkata, Mereka masih pacaran dan belum menikah, gadis itu belum menjadi bagian dari keluarga kita!"


Fiona melanjutkan, "Apa kau tidak melihat betapa bahagianya Xena ketika dia mendengar dia bisa ikut pergi ke hotel bintang lima? Dia bahkan bersemangat membeli pakaian baru. Paras Xena cantik, dia pasti akan membuat kita terlihat lebih baik di mata anggota keluarga Taylor yang lain. Selain itu, bukankah dia akan menjadi bagian dari keluarga kita, perlakukan dia dengan baik, 'ya?"


"Baik, Ma!"


Selena tahu bahwa tidak ada gunanya berdebat; ibunya tidak akan mendengarkan. Apalagi ibunya sudah berjanji kepada Xena dia bisa ikut bersama mereka hari ini, Fiona tidak akan berubah pikiran.


"Selesai!"


Setelah melakukan proses akupunktur, Fane mulai memijat kaki Andrew. Hawa hangat mengalir dari telapak tangan Fane ke kaki Andrew sampai ke tulangnya.

__ADS_1


"Tidak sakit sama sekali. Aku telah kehilangan semua rasa di bagian kakiku ini dan dokter mengatakan kondisinya akan bertambah buruk, aku bisa cacat. Siapa yang mengira aku bisa merasakan kakiku lagi!"


Andrew merasakan sesuatu, wajahnya tampak bahagia.


"Betulkah? Kau bisa merasakan sesuatu secepat ini? "


Fiona menyilangkan tangan di depan dadanya lalu berkata dengan nada tidak percaya, " Jangan bermimpi. Bagaimana mungkin? Kau tidak sedang bercanda, 'kan? Bahkan dokter saja tidak bisa memberikan harapan apa pun terhadapmu. Bagaimana kau bisa bilang kakimu jadi baikan sekarang?"


"Aku tidak sedang bermimpi. Ini yang sebenarnya!" Andrew mengerutkan kening. Dia tetap saja masih kurang yakin.


"Haha, jangan khawatir, Ayah. Kau


akan merasa lebih baik besok dan sembuh dalam waktu sekitar satu minggu."


Fane tersenyum lalu berkata dengan percaya diri saat dia berdiri.


"Betulkah? Baguslah!"


Mata Andrew berbinar setelah mendengar apa yang dikatakan Fane. Dia tidak pernah bersemangat seperti ini sebelumnya karena Andrew selama ini berpikir kakinya akan cacat untuk selamanya.


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2