
Bab 69
"Hehe, yang benar saja. Kau bukan wanita sembarangan? Bukankah kau mengaku kalau kau sedang menunggu suamimu kembali? Suamimu belum kembali, dan ini dia,
kau keluar dengan pria lain? Jangan berpikir kalau aku tidak tahu seperti apa wanita sepertimu. Kau hanya sok
suci di luar, akan tetapi pikiranmu sungguh liar!"
Neil mencibir lagi.
"Maaf ya tapi dia ini suamiku, Fane Woods. Aku telah menunggunya selama lima tahun dan sekarang dia kembali!"
Selena menarik Fane sekali lagi. "Ayo pergi, Sayang. Aku tidak mau repot-repot berurusan dengan sampah seperti dia!"
Tapi Fane tetap berdiri di tempatnya. "Karena kau tidak ada itikad untuk meminta maaf, aku harus memberimu pelajaran!
Tepat ketika dia selesai bicara, Fane maju dengan mengayunkan satu pukulan, yang dengan cepat
menghajar Neil jatuh ke tanah. Sebelum dia sempat bangkit, Fane sudah lebih dulu melakukan gerakan lain dengan mengirim sebuah tendangan.
Genangan air sudah lebih dari belasan meter di belakang mereka. Namun, tendangan Fane luar biasa dahsyatnya. Dia berhasil mengirim Neil terbang, dan akhirnya mendarat tepat di genangan air itu.
__ADS_1
Kemeja motif bunga-bunga Neil basah kuyup terendam air berlumpur.
"K-k-kau berani memukul Tuan Muda Neil? Apa kau cari mati?" Wanita yang bersama Neil ketakutan, dia segera mundur sambil menunjuk ke arah Fane.
Fane menekan emosinya, menatap lurus ke arah wanita. itu. "Apa kau ingin aku berbuat sesuatu juga kepadamu, atau kau bersedia melakukannya sendiri dengan berguling-guling di genangan air di sana?"
J-j-jangan pukul aku....
Wanita itu sangat takut dengan tatapan Fane. Tatapan seseorang yang selamat dari pertumpahan darah yang tak terhitung jumlahnya.
Setelah mengatakan itu, wanita itu dengan cepat berlari dan mulai berguling-guling di genangan air. Roknya sudah sangat pendek. Setelah basah oleh air berlumpur, beberapa bagian tubuhnya menjadi lebih terbuka.
"Bajingan! K-k-kau tunggu saja!"
"Sayang, keluarga mereka sangat kuat. K-K-kau membuat masalah lagi!"
Selena cemberut. Dia khawatir dan tidak tahu harus berbuat apa.
Namun Fane hanya berjalan ke depan mobil Neil lalu meninju mobil itu dengan kepalan tangannya.
Bang!
__ADS_1
Dengan suara yang keras, sebuah lubang menganga muncul di dinding mobil seolah-olah mobil itu terbuat dari kertas.
"Ini...."
Setelah menyaksikan kekuatan yang menakutkan itu, Selena tercengang. Kekuatan Fane terlalu mengerikan.
Apakah itu sesuatu yang mampu dilakukan manusia?
Ketika Fane berjalan kembali, seulas senyum hangat terukir di wajahnya. "Sayang, ayo pergi. Kita harus pulang mandi, dan berganti pakaian!"
"Tapi.... keluarga Hugo punya banyak ahli bela diri. Kalau mereka datang mencari kita, apa yang harus kita lakukan?"
Selena masih sangat khawatir.
"Tenang, mereka bukan tandinganku!"
Fane dengan acuh tak acuh menaiki skuter. "Ayo, ayo kita pulang lalu mandi. Jangan sampai kau masuk angin, Sayang!"
Meskipun Selena khawatir, tidak ada gunanya bagi mereka untuk tetap tinggal di sana. Setelah ragu-ragu sejenak, dia naik ke boncengan dan mereka berdua dengan cepat pergi.
Ketika mereka tiba di gerbang rumah, mereka dikejutkan dengan pemberitahuan penggusuran besar-besaran yang tertempel di pintu gerbang..
__ADS_1
Bersambung.......
Terima kasih