Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 129


Alis Ben berkerut. "Sudah larut malam, tapi Fane belum pulang. Mungkinkah dia diculik dan tidak bisa pulang? 300 ribu dolar tidak cukup untuk memberi uang tebusan kepada keluarga Drake. Tidak masalah walaupun dia hanya memukuli sekelompok pengawal karena mereka tetap saja bagian dari keluarga Drake!"


"Tidak ... tidak mungkin."


Joan menjadi semakin khawatir saat mendengar kata kata Ben. Dia mondar-mandir dengan cemas tanpa bisa berbuat apa-apa.


Baik Fane maupun Selena belum juga pulang padahal sudah larut malam. Apa ada sesuatu yang terjadi pada mereka?


"Mereka adalah pengawal keluarga Drake, bukan pengawal biasa. 300 ribu dolar seharusnya cukup untuk ganti rugi kalau mereka hanya penjaga biasa, tapi tidak ada satupun yang pasti kalau sudah menyangkut keluarga Drake..."


"Aku hanya khawatir karena Selena juga belum pulang. Apa Selena juga diculik? Apa yang akan kita lakukan kalau sampai keluarga Drake minta tebusan."


Andrew menghembuskan asap rokoknya. Jantungnya mulai berdebar-debar karena khawatir akan keselamatan putrinya.


"Tebusan? Kalau mereka minta tebusan, kita hanya perlu menyelamatkan putri kita saja. Suaminya yang bodoh itu tidak bisa berbuat apa-apa selain membuat masalah. Aku tidak akan memakai uangku untuk menebus kesalahannya."

__ADS_1


Fiona mencetuskan kemarahannya.


"Fiona, tolong jangan berkata seperti itu. Fane itu ayahnya Kylie. Selain itu, dia sudah mempertaruhkan nyawanya untukmu tanpa ragu-ragu. Kau tidak bisa membiarkan dia mati sendirian."


Joan takut kalau keluarga Drake akan membunuh Fane dan Selena karena marah atas perbuatan anaknya, jadi dia memohon, dan memohon sebanyak yang dia bisa.


"Fane yang membuat dirinya sendiri terlibat dalam masalah, ya 'kan? Sudah terbukti kalau Nona Tanya hanya mempermainkannya saat dia tidak diijinkan masuk ke rumah keluarga Drake. Fane bisa saja langsung balik kanan dan pulang ke rumah, bukan?"


"Aku pikir Fane sudah gila karena keserakahannya. Dengan sembrono memaksa masuk ke kediaman keluarga Drake! Dan saat pengawal- pengawal keluarga Drake mencoba menahannya, Fane malah memukuli mereka. Bukankah artinya dia sendiri yang mencari masalah?"


"Ya, persis! Dia sendiri yang mencari masalah!"


Fiona menganggukkan kepala tanda setuju.


"Dia ... dia melakukan semua itu gara-gara kamu."


Joan hampir menangis. "Dia tidak akan mati-matian mencari uang jika bukan untukmu. Dia harus memberimu uang sepuluh juta dolar pada hari ulang tahun Kakek Taylor yang ke-70, baru kau mau mengakui Fane sebagai menantumu, bukan? Konyol sekali! Tentu saja itu membuat Fane bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya!" bentak Joan dengan kemarahan yang mendalam. "Fane mencari uang sampai putus asa karena dia menginginkan pengakuan darimu. Dia ingin restumu!"

__ADS_1


"Peduli setan!"


Amarah Fiona melonjak. "Anakmu itu adalah idiot yang memukuli pengawal-pengawal keluarga Drake, dan kau berani-beraninya menimpakan kesalahan padaku? Memangnya aku yang menyuruhnya pergi dan memukuli orang-orang itu?"


"Kenapa kau menuduh orang sembarangan? Harusnya kau bisa melihat siapa yang sebenarnya bersalah?"


"Apa pun itu, itu bukan salah ibuku," Ben menimpali. "Bahkan jika Nona Tanya tidak berbohong, Fane harus menunggu paling tidak sebulan sebelum dia gajian, 'kan? 3 minggu lagi adalah ulang tahun Kakek. Hmmph. Sepertinya mustahil dia bisa datang membawa tiga puluh juta. Lagi pula, gajinya dua puluh juta per bulan, bukan tiga puluh juta. Fane butuh tiga puluh juta!"


"Aku tidak peduli. Kalau sesuatu terjadi pada anakku, dan kalau kau tidak mau menyelamatkannya padahal kau punya uang untuk itu, aku... aku akan membunuhmu!"


Joan menatap lurus ke arah Fiona, kemarahan dalam tatapan matanya sangat menakutkan.


Fiona terhuyung ke belakang karena terkejut. "Perempuan gila!" dia terengah-engah. "Menuduh orang seenaknya saja ... Dan kau berani mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal! Anakmu yang menyebabkan keluargaku menderita selama lima tahun. Setiap hari selama lima tahun!. Dan kau mengatakan sesuatu seperti itu kepadaku? Yang benar saja!"


Bersambung.......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2