Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 42


"Haha, jangan khawatir, Bu. Aku benar-benar serius dengan perkataanku! Ambillah uang ini untuk belanja harian kita dan daftarkan Kylie ke sekolah!" kata Fane sambil tertawa.


Fiona mendengus. "Hmph, baiklah kalau kau bilang begitu!"


Sebelum semua uang itu selesai dipungut, sepasang pemuda dan gadis belia yang memiliki tato di lengannya tiba-tiba masuk.


Mereka berdua tampak seperti berusia sekitar 18 atau 19 tahun.


Pemuda itu berambut pirang dengan telinga yang ditindik dan mengenakan anting-anting.


"Wow, banyak sekali wangnya!"


Pemuda itu langsung berlari saat melihat wang yang masih beserakan. Dia meraupnya dan berkata dengan semangat, "Astaga, ini banyak sekali! Masih ada lagi di dalam tas. Pasti ada satu juta dolar di sini, kan? Sudah lama aku tidak melihat uang sebanyak ini!"


"Siapa kau? Letakkan uang itu!"


Kelakuan pemuda itu membuat Fane marah. Dia menatap lurus ke arah pemuda tersebut dan berbicara dengan dingin.

__ADS_1


"Kau... kau siapa?"


Pemuda itu berbalik menatap Fane. Dia begitu terkejut dengan tatapan Fane yang tajam sehingga langsung menjatuhkan uang yang dipegangnya.


"Fane, kenapa kau memarahinya?


Apakah kau tidak mengenali Ben lagi?"


Fiona memelototi Fane.


"Ben?"


"Sialan. Aku sedang berpikir siapa


orang yang berani memarahiku ini. Tenyata kakak iparku yang tidak berguna!"


Ben membentak Fane dan melanjutkan, "Aku pikir kau sudah mati. Siapa yang akan mengira bahwa kau berhasil kembali! Selama lima tahun, kau telah membuat keluarga kami menderita!"


Gadis yang bersama Ben lalu mendekat dan berdiri di samping mereka. Dia mengamati Fane dan berkata, "Ben, jadi ini manusia tidak berguna yang menjadi menantu demi mendapatkan satu juta dolar untuk biaya pengobatan ibunya, lalu pergi berperang keesokan harinya?"

__ADS_1


Mata Ben dipenuhi dengan tatapan permusuhan.


"Ya, bajingan inilah yang awalnya menyetujui sebuah pernikahan palsu, tetapi memanfaatkan kakakku pada malam pernikahan mereka karena melihat Selena mabuk. Dia membuat kakakku hamil. Jika bukan karena bajingan ini, keluarga kami tidak akan diusir oleh Kakek. Kami akan tetap tinggal di rumah besar kami dan menjalani kehidupan yang baik!"


"Jadi gara-gara si bajingan ini, jahat sekali!"


Gadis itu menatap Fane dengan marah dan berkata, "Aku tidak percaya kau masih punya muka untuk kembali. Jika bukan karena kau, apakah keluarga Ben akan tinggal di tempat seperti ini? Jika aku jadi kau, aku lebih baik mati di medan perang daripada kembali dan mempermalukan diriku sendiri!"


"Xena, siapa kau ini berani berkata seperti itu? Aku memang mabuk malam itu tetapi aku tahu pasti kalau aku yang pertama mengambil inisiatif. Aku marah pada Kakek karena memperlakukan pernikahan kami seperti kesepakatan bisnis!"


"Semua ini salahku. Aku terlalu naif dan akhirnya membuat mama, papa, dan adikku hidup menderita denganku selama lima tahun terakhir. Aku akan berusaha menebus kesalahan yang sudah kulakukan dan aku bertanggung jawab penuh. Kau tidak bisa menyalahkan Fane untuk semua hal ini!"


Selena tidak tahan lagi setelah mendengar apa yang dikatakan Xena. Dia menatap mata gadis itu dan berkata, "Tidak peduli apapun yang terjadi, ini adalah urusan keluargaku. Kau bukan siapa siapa, bukan?"


"Ben, lihat, lihat kakakmu. Dia mengatakan bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku belum menikahimu dan dia sudah seperti ini kepadaku. Saat nanti aku menjadi istrimu, siapa yang tahu bagaimana dia akan memperlakukanku?"


Bersambung......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2