Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 78


Keberadaan Pejuang Tertinggi selalu jadi hal yang paling misterius di ketentaraan!


Meski banyak orang yang tahu tentang ketenarannya, akan tetapi hanya sedikit orang yang tahu wajah aslinya.


Setiap kali sosok bertopeng naga muncul di medan perang, prajurit yang kalah dalam pertempuran akan langsung termotivasi untuk kembali bertarung dengan percaya diri.


Selama topeng itu muncul, menandakan bahwa Pejuang Tertinggi telah bergabung dalam perang dan mereka tidak akan pernah dikalahkan.


Topeng dan pemakainya telah menjadi keyakinan semua prajurit dan jiwa juang mereka.


Mereka berencana untuk secara resmi mengumumkan jati diri Pejuang Tertinggi karena semua orang ingin tahu seperti apa Pejuang Tertinggi itu.


Namun, tidak diketahui mengapa hanya Sembilan Dewa Perang yang secara resmi diperkenalkan tetapi bukan sosok legendaris itu.


Pada saat ini, Dennis sangat ketakutan hingga kakinya terasa lemas, keringat dingin menetes di dahi.


Guru Dewa Perang adalah seseorang yang tidak bisa dihina oleh siapa pun. Menurut legenda, Pejuang Tertinggi pernah membuat lelucon, dia memotong janggut penguasa menjadi dua. Kalau hal itu dilakukan oleh orang lain, hal itu akan menjadi kejahatan besar.


"Haha, jika aku ingin membunuhmu, kau tidak akan berlutut di sini sekarang!

__ADS_1


Fane tersenyum acuh tak acuh lalu kemudian berkata, "Ingat, meskipun kau telah meninggalkan medan perang, kau harus mempertahankan martabat dan semangat pertempuran kita sebagai prajurit! Jangan membantu penjahat untuk melakukan kejahatan. Kalau tidak, aku akan bersih-bersih sampah untuk Cathysia!"


Dennis menyeka keringatnya. "Terima kasih, Pejuang Tertinggi, karena tidak membunuhku. Aku mengerti!"


"Ngomong-ngomong, jangan katakan apa pun tentang identitasku. Aku tidak ingin diganggu dan hanya ingin berada disamping istriku. Apa kau mengerti?"


Fane melepas topeng dan membalik telapak tangannya. Seolah-olah topeng itu menghilang ke udara yang tipis.


"Guru Dewa Perang, jangan khawatir, aku akan merahasiakan hal ini bahkan jika itu harus mengorbankan nyawaku. Aku tidak akan mengatakan sepatah kata pun!"


Dennis berjanji. "Bangun. Setelah kita membuka pintu, aku tetap Fane, apa


kau mengerti?"


***


Di halaman,


Semua orang telah menunggu dengan wajah terlihat ragu.


Tuan Muda Clark, apa yang terjadi? Mengapa Dennis harus berbicara dengan Fane sendirian?

__ADS_1


Apa dia masih mencoba membujuk sampah itu, Fane, untuk menceraikan Nona Taylor?"


Salah satu pengawal keluarga Clark mau tidak mau akhirnya berbicara setelah bepikir ragu.


"Mungkin, tapi jika Fane berani melawan, dia akan lumpuh atau kalau tidak ya mati!"


"Aku ingin melihat apakah Selena lebih suka tinggal bersama orang cacat atau akan berubah pikiran!"


Ken mencibir lalu memandang Selena, yang ada di sisinya.


Ken tidak tahu kenapa. Semakin dia tidak bisa mendapatkan Selena, semakin dia menginginkannya. Ken percaya bahwa dia bisa membuat wanita yang sombong ini takluk dan tunduk padanya.


"Fane hanyalah orang bodoh, akankah mereka bertarung di dalam? Tuan Dennis sepertinya bukan orang yang lemah. Apa yang harus kita lakukan jika dia terbunuh?"


Fiona mengerutkan kening, dia mulai khawatir. "Anak muda itu terkadang tidak bisa menilai dengan baik Bahkan jika mereka membongkar rumah, kita bisa menyewa rumah. Lagipula, aku masih memiliki beberapa ratus ribu.."


"Ma, hentikan! Ini adalah rumah tua keluarga Taylor. Mereka tidak bisa begitu saja menghancurkannya. Selain itu, mereka bahkan tidak mau membayar ganti rugi apa pun. Bagaimana kita bisa menerimanya?"


Selena mengerutkan kening, dia sedikit khawatir.


Pada saat bersamaan, pintu perlahan terbuka. Fane dan Dennis berjalan keluar bergantian.

__ADS_1


Bersambung.......


Terima kasih


__ADS_2