
Bab 110
"Kau... Kenapa kau mengatakan itu padaku? Ada apa denganmu? Kau bersikap rendah sekali berkata seperti itu kepadaku"
Sonia sangat marah sampai dadanya naik-turun. Dia tidak menduga serangan balik dari Fane.
Sonia adalah kerabat jauh dari keluarga Drake. Semua orang di perusahaan tahu itu.
Itulah alasan mengapa tidak ada seorangpun di perusahaan yang berani menyinggung perasaan Sonia. Bahkan manajer sebelumnya harus mengalah dan meminta pendapatnya untuk banyak keputusan.
Menurut Sonia, Fane hanyalah seorang prajurit yang buruk, jadi dia tidak sepantasnya berkata seperti itu dengannya.
"Oh, maaf, aku sama sepertimu. Aku tidak belajar dengan giat, dan aku hanya orang kasar. Kupikir aku tadi memujimu!"
Fane mengangkat kedua bahunya dengan tidak peduli saat dia membela diri.
Beberapa karyawan terlihat gagal menahan tawa ketika mendengar percakapan mereka. Orang itu pintar dan sangat pandai merangkai kata.
"Kau..."
__ADS_1
Sonia sangat marah hingga wajahnya membiru, namun dia kehilangan kata-kata untuk membalas serangan Fane. Dia hanya bisa menyilangkan tangan di depan dada dan merasa malu masuk dengan bawaan seperti ini?"
Fane menatap tas di tangannya. "Kalau bawa tas besar penuh uang tunai itu memalukan, bukankah lebih memalukan kalau datang ke sini dengan tangan kosong?"
"Ya ampun. Benarkah? Tas itu isinya uang semua?"
Seorang karyawan laki-laki terbelalak mendengar kata kata Fane.
Semua orang tersentak. Kalau benar isi tas itu uang, bisa jadi di dalam tas itu ada sekitar dua juta dolar.
Sungguh arogan sekali, tapi memang seperti itulah perilaku taipan.
Sonia mengejek. "Kalau aku tidak salah, itu pasti isinya sampah-sampah yang kalian berdua kumpulkan sebelumnya. Apa kau berencana untuk menjualnya setelah makan malam? Kalau memang begitu, aku percaya kalau itu memang uang. Mungkin sekitar sepuluh atau dua puluh dolar?"
Sonia berhenti sejenak sebelum beralih ke Selena. "Ibu Manajer, suamimu benar-benar pintar melucu!" Dia melanjutkan penghinaannya.
Selena ganti memasang wajah congkak. "Supervisor, maaf mengecewakanmu, tapi itu memang uang sungguhan yang ada di dalam tas suamiku," balasnya." Kami tidak punya tempat untuk menaruh uang tunai ini, akhirnya kami membeli tas. Kita akan menggunakan uang yang tersisa untuk bermain berbagai permainan dengan semua orang nanti!"
"Tidak mungkin. Suamimu seorang tentara! Bagaimana dia bisa jadi kaya?"
__ADS_1
Sonia berkata penuh keraguan. Dia memperhatikan tas itu dengan seksama dan mencoba percaya bahwa benar itu isinya uang semua. Garis luarnya tampak rapi dan tidak menyerupai botol atau kaleng.
"Seorang tentara tidak bisa punya uang? Rambutmu
panjang, tapi pengetahuanmu pendek!"
Fane tersenyum saat dia melihat sekeliling ke kerumunan. "Ayo kita masuk dulu. Ruang VIP mana yang kau pesan? Apa kau sudah memesan makanan?"
"Ruang VIP yang tidak mahal kok, dengan pembelanjaan minimum hanya 200 ribu dolar. Tuan Fane, apakah menurutmu itu pantas untukmu?”
Sonia sengaja menaikkan nada bicaranya saat menyebutkan kisaran harga. Dia mengunci mata aprikotnya di wajah Fane, tidak ingin melewatkan ekspresinya.
Sonia terpaksa harus menelan kekecewaan karena Fane tidak tergoyahkan. Tidak masalah! Ayo masuk!"
"Ayo masuk!"
Fane menyampirkan tas di bahunya dan memimpin mereka berjalan ke hotel.
Selena menganggap lucu cara Fane berjalan. Dia tampak seperti buruh tani yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja.
__ADS_1
Tanpa diduga, saat Fane hendak masuk ke hotel, dua petugas keamanan langsung menghampirinya.