
Bab 83
Setelah mendengar hinaan Fane, pimpinan gangster itu menjadi sangat kesal. Anak buahnya segera melangkah maju dan mengepung Fane saat dia selesai berbicara.
"Suamiku, bisakah... bisakah kau menghadapi mereka? Mereka semua punya pisau di tangan!"
Selena sangat ketakutan sehingga dia mundur beberapa langkah. Dia langsung menutupi mata Kylie dengan tangannya.
Namun, Kylie justru mengulurkan tangan dan mendorong tangan Selena menjauh dari wajahnya.
"Ayo, Ayah. Aku ingin melihat bagaimana kau mengalahkan orang jahat..."
"Ha ha. Jangan khawatir, Sayang. Sebagai seorang laki laki, aku pantang berkata 'aku tidak bisa!" Fane berbalik dan menatap Selena. Dia berkata demikian sambil tersenyum.
Selena pun tersipu dan takjub melihat bagaimana Fane masih bisa membuat lelucon di saat-saat seperti ini.
"Tuan Muda Neil, apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita membunuh anak muda ini, atau apa?" pria yang
__ADS_1
memimpin para gangster itu bertanya sambil tersenyum.
"Bunuh dia?" Neil terdiam sesaat. "Tidak, tidak, tidak. Bukankah akan terlalu mudah baginya jika kau membunuhnya? Hmm, tidak heran jika pemuda ini kuat. Ternyata dia adalah orang yang bergabung dengan militer dan juga suami Selena!"
Ada seringai di wajahnya saat Neil berbicara.
"Jadi benar kau adalah suami Selena. Jika begitu, ini akan sangat menyenangkan! Pukul saja dia sampai jatuh tapi jangan bunuh dia. Nanti aku ingin dia melihat bagaimana aku bermain-main dengan istrinya!"
"Ck ck, Neil Hugo, kau berani sekali mengeluarkan kata kata seperti itu. Hari ini, aku akan memberimu pelajaran atas nama ayahmu!" ujar Fane.
"Jika putriku tidak ada di sini, saat ini juga aku akan membunuh kalian, dasar bajingan! Tapi karena putriku ada di sini, aku tidak ingin membuat ini jadi pertumpahan darah. Izinkan aku mengajari kalian semua sebuah
Pada saat Fane mengatakan hal tersebut, niat membunuh yang bengis bisa terlihat di matanya.
Namun, ketika dia berpikir tentang betapa bunuk hal ini akan terlihat di mata Kylie jika sampai putrinya melihat dia membunuh begitu banyak orang dan akan ada darah di mana-mana, dia akhirnya menghilangkan rencana untuk memulai sebuah pembunuhan besar-besaran.
Ini adalah rumahnya sendiri dan dia tidak ingin memenuhi seluruh halaman dengan darah.
__ADS_1
Selain itu, akan sulit baginya untuk menyembunyikan identitasnya jika dia benar -benar membunuh Neil Hugo dan memperburuk keadaan.
Dia tidak ingin hidup sebagai Pejuang Terhebat lagi. Dia hanya ingin menjadi penjaga di sisi wanita yang dicintainya.
"Ck ck, apa kalian mendengar ocehannya? Pemuda ini kembali sebagai veteran perang dan mengira dia adalah pahlawan dunia,"
"Apakah kau benar-benar berpikir kau begitu kuat sehingga kau yakin akan menang bertarung melawan belasan orang? Memangnya kau pikir kau ini jenderal yang legendaris dan sangat kuat?"
Neil Hugo geli mendengar kata-katanya sendiri dan berpikir seluruh situasi ini tampak seperti lelucon saja. Dia melambaikan tangan dan memerintah,"
"Apa lagi yang kalian tunggu? Hajar dia. Anak muda ini tidak membawa senjata apapun. Aku tidak percaya kalau dengan jumlah kalian yang begitu banyak tidak bisa memberinya sedikit luka,"
"Dengarkan aku baik-baik, jangan menyerang bagian yang fatal. Pukul saja dia sampai roboh dan jangan bunuh dia! Kita profesional!" teriak si pemimpin gangster.
"Serang!"
Detik itu juga, semua pengikutnya berteriak sekaligus mengayunkan pisau yang berkilauan di tangan mereka dan bergegas menerjang ke arah Fane. "Gerombolan sampah!"
__ADS_1
Bersambung........
Terima kasih