Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 138


"Aaaaaah!"


Ned berlutut di lantai sambil terus berteriak kesakitan, dahinya berlumuran keringat.


Salah satu kakinya dalam posisi berlutut dan yang lainnya berjongkok. Dia mencoba untuk berdiri tetapi rasa sakit di kakinya menyebabkan kakinya gemetaran dan membuat dia selalu gagal setiap kali mencoba.


Ned mengertakkan gigi, membalikkan wajah, dan melihat ke arah belakang. Fane bergerak sangat cepat seolah- olah dia berubah menjadi banyak bayangan; bayangan bayangan yang terus membunuh. Seketika bangunan kosong ini berubah menjadi neraka dunia.


"Aaaaah!"


Untuk bertahan hidup; sambil mengertakkan gigi, Ned mencabut pisau dari kakinya dengan sekuat tenaga. Rasanya sangat menyakitkan sampai otaknya hampir membeku dan dia nyaris pingsan.


Darah sudah membasahi celananya setelah dia berhasil mencabut pisau itu.


Setelah diam beberapa saat, Ned berhasil berdiri dan berjalan terhuyung-huyung saat mencoba kabur keluar.

__ADS_1


Namun, orang-orang di belakangnya berjatuhan ke lantai dengan sangat cepat. Fane tersenyum dingin dan tiba-tiba sudah berdiri di depan Ned hanya dengan beberapa langkah.


"Kakak... Kakak. Aku mohon... tolong biarkan aku pergi. Aku bersedia menjadi pelayanmu! Aku ... Aku bisa memberimu uang. Aku bisa memberimu banyak uang!"


Ned berbalik dan melihat mayat- mayat yang bergelimpangan di lantai. Dia sangat ketakutan sehingga tubuhnya bergetar hebat saat berbicara dan keringatnya terus menetes. Ned baru menyadari orang seperti apa yang telah dia singgung.


"Aku telah memberimu kesempatan, tapi kau tidak menghargainya!"


Fane berkata dengan ekspresi yang begitu tenang. Dia berjalan maju lalu menebas leher Ned dengan satu gerakan yang sangat cepat.


Darah muncrat kemana-mana. Fane berbalik, mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Dia lalu berjalan pulang ke rumahnya sambil mengisap rokoknya pelan pelan.


Ketika Fane sudah berada di kamarnya lagi, dia menyunggingkan senyum ketika melihat istri dan putrinya yang masih tertidur lelap di tempat tidur. "Sayang, jangan khawatir. Untuk seterusnya, tidak akan ada orang yang berani menghinamu. Aku akan melindungimu dan Kylie selamanya!"


Keesokan paginya, dengan mengendarai skuter listriknya, Fane mengantar Selena pergi berangkat kerja.


Setelah Fane mengantar Selena ke kantor, dia memacu skuternya pelan ke rumah keluarga Drake.

__ADS_1


Tak jauh dari situ, Fiona, Ben, dan Xena sudah berada di sebuah kamar hotel. Mereka mengintip lewat tirai jendela, melihat situasi di depan pintu masuk kediaman keluarga Drake.


"Kita akan segera tahu apakah Fane dan Selena berbohong kepada kita!"


Fiona menoleh dan tidak mengedipkan mata sama sekali, takut pandangannya menghilang.


Ketika Fiona melihat salah satu pengawal yang menjaga pintu gerbang memberikan sebatang rokok kepada Fane dan mempersilakan Fane masuk, dia menghembuskan napas lega.


"Ternyata kakak iparmu tidak berbohong!"


Ben juga akhirnya merasa lega. "Baguslah kalau begitu, Fane hanya perlu bekerja selama dua sampai tiga tahun dan keluarga kita pasti akan punya banyak uang! Gajinya jauh lebih tinggi dari Ivan!"


"Gaji Ivan tidak sedikit. Setelah Ivan menjadi manajer umum di perusahaan keluarga Taylor dia telah banyak menghabiskan uang keluarga Taylor, dan pada saat yang bersamaan dia juga memberi dirinya sendiri bonus yang sangat besar setiap tahun baru."


Fiona mengertakkan gigi lalu melanjutkan, "Yang membuatku marah adalah kakakmu yang telah banyak membantu bisnis keluarga Taylor tapi dia cuma mendapatkan sepuluh hingga dua puluh ribu yang langsung habis untuk belanja bulanan. Tidak seperti Ivan, Selena tidak tahu bagaimana cara memperkaya dirinya lewat uang perusahaan!"


Bersambung......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2