Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 75


Pengawal itu berkata dengan riang,


"Sejauh yang kami tahu, dia mungkin sudah berhasil! Tuan Muda kita hanya tinggal menunggu untuk membawa pulang wanita cantik itu!"


***


"Hancurkan!"


Ken memberi perintah, berencana membiarkan orang orang itu beraksi.


"Apa yang sedang terjadi? Apakah si berandalan Fane itu tidak sengaja mendengar percakapan kita? Mengapa dia ikut campur?"


Melihat kejadian selanjutnya, Fiona sangat terkejut.


Pada awalnya, dia mengira putrinya sendiri sangat berbakti dan kemungkinan besar akan menyetujui permintaannya. Tapi...


"Aku akan lihat siapa yang berani maju!"


Fane mengambil beberapa langkah ke depan dan berdiri di depan gerbang.


Pada saat itu, meskipun dia terlihat kotor dengan pakaian penuh air berlumpur, aura yang dikeluarkannya saat berdiri di sana membuat orang-orang cukup ketakutan.

__ADS_1


"Haha, Fane Woods, berani juga kau!"


Ken tertawa, lalu berkata kepada seorang pria paruh baya di dekatnya,


"Kakak Dennis, aku sekarang bergantung padamu untuk membantuku memberi pelajaran pada si berandalan ini!"


Fane sudah lebih dulu menyadarinya. Meskipun pria itu hanya berdiri di sana sepanjang waktu tanpa mengatakan apapun, dia bukanlah orang biasa.


Pria paruh baya itu memiliki kualitas tertentu yang hanya dimiliki oleh seorang prajurit. Posturnya tegak sempurna, karakter yang tidak dimiliki orang biasa.


Lawannya itu menatap Fane, lalu mengerutkan keningnya. Dia bisa merasakan bahwa Fane memiliki kualitas yang sama yang hanya ada pada mereka yang kembali dari medan perang.


Meskipun hal itu adalah sesuatu yang tidak dapat dideteksi orang biasa, mereka yang telah menginjak-injak tubuh yang tak terhitung jumlahnya dan keluar dengan selamat pasti akan bisa merasakannya. "Kau juga kembali dari medan perang?"


"Iya!" Fane mengangguk.


"Aku penasaran. Orang sepertimu malah membantu orang jahat. Hehe, kenapa kau membantu orang seperti itu? Jika ini medan perang, aku bisa langsung membunuhmu!"


"Hehe... Kau? Membunuhku? Aku khawatir kau tidak memiliki kewenangan untuk melakukannyal" Dennis Howard terkekeh.


Dia lalu berkata, "Ayo, mari kita bicara secara pribadi di dalam. Tidak perlu memperumit masalah ini. Lagipula, kau juga seorang veteran perang. Aku tidak ingin mempersulitmu!"


Mendengar ucapan Dennis, Fane tertawa.

__ADS_1


"Menarik. Kalau begitu ayo kita bicara di dalam!" Dennis memandang Ken, lalu berkata, "Aku akan berbicara


dengan Fane di dalam. Tanpa perintahku, tidak ada seorang pun yang diizinkan untuk melakukan tindakan apa pun!"


"Tidak bisa seperti itu, Kakak Dennis. Kau bisa saja langsung melumpuhkan berandalan itu. Berikan dia pukulan yang bagus dan jauhkan dia dari pandangan kita. Jalan keluar terburuk dari yang buruk, kau bisa membunuhnya saja. Mengapa kau harus bernegosiasi dengannya? Dia tidak layak mendapatkannya!"


Mulut Ken terbuka lebar karena meragukan pendengarannya sendiri.


Meskipun Fane juga seorang veteran perang, apa yang membuatnya layak untuk bernegosiasi dengan seorang


marsekal?


Kemungkinan besar jika Fane mengetahui identitas Dennis Howard yang sebenarnya, dia mungkin akan berlutut ketakutan.


Keduanya masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.


Setelah Dennis menutup pintu, dia akhirnya sedikit mengangkat kepalanya dan meletakkan tangan di belakang punggungnya. Dia bersikap sebagai seorang sosok yang berwibawa.


"Terus terang, berdasarkan kepribadianku sendiri, aku tidak akan membantu si Ken itu. Tapi, aku punya alasan sendiri!"


Karena itu, dia melanjutkan dengan blak-blakan, "Aku seorang marsekal Harus melakukan hal seperti ini, aku juga merasa tidak berdaya. Tolong minggir saja. Aku akan diam-diam memberikanmu uang sebagai gantinya! Dengan cara ini, akan bagus untuk semua pihak! Tolong lakukan ini untukku!"


Bersambung.......

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2