Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 297


Mata Fane perlahan memerah saat dia berbicara. Dia berkata, "Dia jauh lebih tua dari kita dan telah menyelamatkan nyawa prajurit yang tak terhitung jumlahnya. Karena usianya dan karena nama belakangnya bersaudara, kami semua memanggilnya Bro. Bro sangat kuat dan kami memanggilnya Dewa Pedang karena spesialisasinya adalah pedang. Dia bisa membunuh siapa saja dengan satu tebasan dan tak terhitung banyaknya yang tewas di bawah pedangnya. Aku tidak menyangka, semuanya hanya untuk sebungkus rokok...


Saat Tanya memandang mata Fane yang memerah, banyak pikiran berpacu di benaknya. Dia bisa merasakan sakit yang dirasakan Fane saat itu. Itu sebabnya Fane menolak untuk mengubah merek rokoknya karena dia sudah terbiasa.


Mungkin saat dia mengisap rokok ini, dia bisa merasakan keberadaan saudaranya di sisinya.


Bayangan penyelamatnya yang tergeletak di pelukannya terlintas dalam benak Tanya.


"Ah!"


Saat Tanya melamun, dia tidak menyadari beberapa Audi di depannya tiba-tiba berhenti.


Tanya sangat terkejut, dia dengan panik menginjak rem. Namun, dia masih berada di belakang salah satu Audi.


"Nona Tanya, apa kau terhanyut mendengarkan ceritaku?"


Fane terkekeh getir saat melihat ke arah Tanya yang tengah terkejut di sampingnya.

__ADS_1


"Itu salahmu karena terlalu emosional saat menceritakan kisahmu. Aku terhanyut saat memikirkan tentang rekan seperjuanganmu!"


Tanya memutar bola matanya ke arah Fane sebelum keluar dari mobil dengan marah.


Fane memandangi pelat mobil di depan mereka. Tertulis B77777. Ternyata pemilik mobil ini tidak sesederhana yang mereka kira!


Karena Tanya hanya membawanya sebagai pengawalnya, demi keselamatan Tanya, Fane mengikuti di belakang.


Pemilik mobil di depan mereka segera turun dari dalam mobil.


"Bagaimana caramu mengemudi, Nona? Ya ampun, kau seorang wanita, tidak bisakah kau memperhatikan jalan?"


Banyak orang keluar dari Audi di depannya. Totalnya ada sekitar lebih dari sepuluh orang. Semuanya mengenakan kemeja putih, celana jeans hitam, dan sepatu kulit yang bersinar cerah. Semuanya terlihat segar dan mereka semua adalah pengawal.


Seorang pria berbeda yang mengenakan kacamata hitam dan kemeja dengan desain bunga di atasnya mendekati mereka. Dia berkata, "Pfft, cantik sekali! Dia mengendarai Ferrari. Tidak buruk, putri dari orang kaya, 'kan?"


"Maaf, tadi aku tidak memperhatikan, dan juga mobil di depanku direm mendadak jadi..."


Karena itu adalah kesalahannya, membuat sepatbor mobil di depannya penyok meskipun tidak serius, Tanya cukup tulus saat dia segera meminta maaf kepadanya.

__ADS_1


Tentu saja, orang itu juga tidak sepenuhnya tidak melakukan kesalahan karena Fane menyadari kalau dia langsung mengerem setelah berpindah jalur. Membuat Fane sangsi kalau orang itu dengan sengaja mempermainkan Tanya setelah tahu betapa cantiknya Tanya.


Apalagi pria berkemeja bunga itu adalah orang terakhir yang keluar dari mobil.


"Hehe, ini spatbor-bender lho? Jadi, menurutmu hukum tidak berlaku bagimu hanya karena kau mengendarai Ferrari? Maaf, tapi keluarga kami sangat kaya dan mobil seperti ini, kami punya beberapa di rumah!"


Pria dengan kemeja bunga itu mengamati Tanya sebelum menggoda dengan berkata, "Kau belum setua itu, dan tubuhmu tidak buruk. Jadi, bagaimana caranya kau membayar ganti ruginya?"


"Mobilmu cukup mahal untuk diperbaiki, tetapi untuk permintaan maaf yang tulus, aku akan mentransfer $ 100.000 kepadamu. Bagaimana menurutmu?"


Setelah berpikir beberapa saat, Tanya akhirnya berbicara.


"$100.00 ? Apa kau pikir sedang menyumbang seorang pengemis?"


Pria itu mulai tertawa saat dia mengatakan itu.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Sekian Terima Kasih


__ADS_2