Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 103


"Ya, bukankah kau menyuruhku mengatur pemesanan tempat untuk acara malam ini? Aku telah memesan ruangan privat yang lumayan terkenal dengan pembelanjaan minimum hanya 200 ribu dolar!"


"Aku telah mendengar bahwa sebagai manajer, gaji bulananmu satu juta dolar. Seharusnya tidak ada masalah dengan pengeluaran malam ini, 'kan?" kata Sonia dengan senyum cerah.


"Tidak mungkin! Gaji manajer setinggi itu?"


"Ya ampun, apakah kau memesan ruangan privat? Ibu Manager sangat baik kepada kita. Pembelanjaan minimumnya adalah 200 ribu dolar!"


Pegawai lainnya menjadi riuh dan bahkan beberapa pegawai wanita pun meloncat-loncat kegirangan.


Menilai dari situasinya, Selena diliputi oleh perasaan mencekam yang tercermin dari wajahnya, 200 ribu dolar sebagai pembelanjaan minimum. Mereka mungkin akan menghabiskan lebih dari itu untuk makan malam. Selain itu, masih belum pasti berapa biaya yang akan mereka keluarkan untuk sesi karaokenya.


Selena sangat marah dan rasanya ingin memaki Sonia. Menjijikkan sekali melihat bagaimana wanita itu telah memutuskan sesuatu atas nama Selena tanpa berkonsultasi dulu dengannya.


Sayangnya, dia tidak bisa melakukan hal itu. Dia tahu betul bahwa Sonia adalah orang lama di sini dan juga seorang supervisor. Dia mungkin memiliki beberapa orang kepercayaan di sekitarnya.


Seandainya Selena memarahi Sonia, hal itu tidak akan membawa keuntungan baginya sama sekali. Jika mereka pergi ke restoran biasa, semua orang akan sangat kecewa dan bahkan akan mulai menyebutnya pelit. Oleh karena itu, dia juga tidak bisa mengatakan bahwa Sonia melakukan kesalahan. Itu tidak akan membuat segalanya menjadi benar untuknya.

__ADS_1


"Ada apa? Ibu Manajer, bukankah kau menyuruhku untuk mengatur acara malam ini untukmu? Apakah ada yang salah?"


Melihat Selena seolah kehilangan kata-kata, Sonia pun merasa bangga dengan dirinya sendiri.


Selena segera menguasai dirinya dengan cepat dan tersenyum seolah-olah tidak terganggu dengan perkataan Sonia.


"Hotel Dynasty, 'kan? Ayo kita pergi, ini masih sore. Aku akan memberi kalian waktu dua jam untuk pulang dan berganti baju atau berdandan. Kalian bisa pulang dulu dan bersiap-siap!"


"Ya! Ini hebat! Hidup Ibu Manajer!"


Karyawan wanita yang sebelumnya mengeluarkan reaksi paling bersemangat pun langsung berteriak.


"Manajer yang baru sangat murah hati. Dia membawa kita ke hotel bintang enam untuk makan malam. Aku belum pernah bertemu dengan atasan seperti ini dalam hidupku!"


Para karyawan pulang ke rumah mereka satu per satu dengan penuh semangat. Mereka semua sepakat untuk berkumpul di lobi hotel.


Sonia benar-benar kaget. Dia tidak pernah berharap Selena akan menyetujui rencana gilanya.


Wanita itu sudah tidak bekerja selama lima tahun. Seseorang bahkan melihatnya memulung sampah beberapa hari yang lalu. Acara malam ini mungkin akan membutuhkan uang 300 hingga 400 ribu dolar.

__ADS_1


Mampukah dia mengeluarkan uang sebanyak itu?


"Ada apa, Supervisor? Apa kau tidak ingin pulang dulu dan merias wajah atau semacamnya?"


Selena melihat Sonia masih berdiri di sana. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mencemooh dalam hatinya.


"Oh, aku... aku akan pulang sekarang!" jawab Sonia.


Dia lalu pergi berbarengan dengan yang lainnya.


"Supervisor, ada apa? Wanita itu benar-benar menyetujui pengaturanmu. Apa dia punya uang sebanyak itu?"


Begitu mereka keluar dari ruangan kantor, Felicia menjejeri Sonia dengan penuh semangat untuk bergosip.


"Aku juga heran. Apa dia punya banyak uang? Bahkan jika gaji bulanannya satu juta dolar, dia belum dibayar, 'kan? Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu?" Sonia mengerutkan alisnya.


"Wanita itu licik. Dia tahu pasti bahwa aku sengaja melakukan ini untuk mempermalukannya, jadi dia tidak mau menyerah. Dia ikut bermain untuk memenangkan hati semua orang,"


"Ya jika dia mengatakan bahwa dia tidak memintamu untuk memesan hotel bintang enam, atau mengatakan kepadamu untuk mencari tempat baru untuk makan malam, karyawan lain pasti tidak akan senang. Dia sangat pintar karena telah menyetujui pengaturanmu seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia tidak mudah dihadapi!"

__ADS_1


Bersambung.......


Terima kasih


__ADS_2