Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 401


"Yah, kudengar dia juga mengundang Dewi Perang, jadi aku ingin tahu apakah Dewi Lana akan muncul!"


"Dan kau, mereka tidak tahu kalau orang hebat sepertimu ada di Provinsi Tengah, jadi mereka tidak mengundangmu!"


Dennis berbicara sambil tersenyum.


"Besok acaranya jam berapa? Aku mungkin akan mampir. Pasti menyenangkan jika ada alkohol!"


Fane berkata setelah memikirkannya.


"Upacara pembukaannya pukul dua belas siang. Tapi semua orang mungkin akan datang lebih awal. Datanglah sekitar pukul sebelas!"


Dennis menyesap kopi di depannya.


"Mmhmm. Aku ingat si Raja Perang itu, Magnus Sutherland. Dia mungkin bawahan Ethan!"


Fane mengangguk. Keduanya berbicara sebentar sebelum akhirnya pergi.


Mereka baru saja keluar dari kedai kopi saat Tanya melakukan panggilan yang tak terduga.

__ADS_1


"Ada masalah apa, Nona Tanya?"


Fane langsung bertanya begitu dia mengangkat teleponnya.


"Apa kau luang sekarang? Ini baru jam satu siang. Jangan bilang kalau kau sudah pulang kerja? Yvonne dan aku akan pergi berbelanja, tetapi kami tidak ingin membawa seluruh pengawal! Jadi..."


Nada suara Tanya menunjukkan bahwa dia membuka ruang untuk berdiskusi.


"Hehe. Tidak masalah!"


Fane terkekeh dan tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Dia adalah pengawal Keluarga Drake, namun Tanya menggunakan nada yang begitu sopan untuk berbicara dengannya. Sangat mungkin tidak ada yang akan percaya ini jika dia memberi tahu orang lain.


Tak lama kemudian, Fane tiba di depan gerbang kediaman Keluarga Drake.


Di pintu masuk, Tanya dan Yvonne sudah berada di dalam mobil dan menunggu Fane.


Fane duduk di kursi belakang. Mobil dengan cepat melesat ke arah pusat perbelanjaan premium di pusat kota.


Setelah mereka turun dari mobil, Fane dan dua gadis itu dengan cepat menarik perhatian banyak pembeli di mal tersebut.


Beberapa orang menatap Fane dengan kekaguman yang murni.

__ADS_1


Dia berjalan dengan dua wanita yang begitu cantik. Kaki mereka yang panjang dan seksi sudah cukup untuk menyaingi wanita cantik lainnya dalam hitungan detik.


Apalagi, di antara dua wanita cantik itu, yang satu terlihat begitu menggemaskan dan yang lainnya terlihat anggun serta memiliki sikap seperti seorang ratu. Mereka berdua memancarkan aura yang tidak bisa didekati oleh orang biasa.


"Siapa laki-laki itu? Jangan bilang kalau kedua wanita itu miliknya? Ck ck ck. Betapa beruntungnya dia!"


"Mungkin. Lihat, dia berjalan di tengah dengan dua gadis di sampingnya. Dan kedua wanita itu mengenakan barang barang mewah. Dia mungkin sugar daddy mereka!!"


"Tidak mungkin. Pria itu mengenakan pakaian biasa!"


"Kau tak pernah tahu. Saat ini, beberapa orang kaya lebih suka tidak menonjolkan diri, tetapi mereka benar-benar kaya raya. Aku kenal seorang jenderal yang dianugerahi puluhan miliar dolar oleh pemerintah setelah pensiun. Tidak usah bilang soal dia yang selalu bersikap tidak menonjol, dia bahkan makan acar sayuran!"


Beberapa pria tidak bisa menahan diri untuk saling berdiskusi ketika mereka melihatnya.


Sudut mulut Yvonne bergerak-gerak saat mendengar percakapan tersebut. Dia pun menatap orang- orang itu dengan tatapan tajam.


"Apa yang barusan kau katakan? Bilang lebih banyak omong kosong lagi dan aku akan mencungkil keluar semua mata kalian! Kalian semua akan buta seperti kelelawar!"


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Sekian Terima Kasih


__ADS_2