Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 246


Beberapa penonton langganan berseru.


Buk! Buk! Buk!


Setiap pukulan mengguncangkan tubuh Dennis dan dia pun mundur!


"Tidak mungkin, apakah dia benar- benar akan kalah?"


Manajer wanita itu menatap Fane lalu melihat kembali ke atas ring. Ekspresinya lebih gelap dari sebelumnya.


Pertarungan di arena terlalu intens. Kedua belah pihak bertarung dengan kekuatan penuh.


Saat itu, keduanya sudah banjir keringat. Kemeja Dennis bersimbah peluh.


"Aaah!"


Dennis tiba-tiba berteriak dan melenturkan tubuhnya, menyebabkan kemejanya melesat terlepas berkeping keping.


Ada beberapa bekas luka yang mengerikan di punggung dan dadanya.


Itu bekas peluru!


"Ternyata Dennis tertembak di medan perang di masa lalu!"

__ADS_1


"Bukan hanya satu tembakan. Mereka adalah tentara yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk kita di garis depan!"


Penonton tersentuh melihat bekas luka di dada dan perut Dennis.


Air mata mulai muncul di sudut-sudut mata beberapa wanita dan mereka mulai menangis!


Cengeng!


Fane mengerutkan kening dan melihat sekeliling. Manajer wanita itu sudah menangis, terisak. "Tidak kusangka idolaku memiliki banyak bekas luka pada dirinya. Dia seorang pahlawan. Dia adalah pahlawan sejati!"


"Manajer, bukankah kau mengatakan kalau orang yang menyelamatkan Jake Kecil dengan melompat ke kandang harimau dan menahan kedua harimau Siberia di kepala mereka adalah idolamu?" tanya supervisor wanita di sampingnya mengingatkan.


"Dia juga idolaku. Aku punya dua idola sekarang!"


"Tidak, seharusnya tiga. Ada idola lain sebelumnya. Dia melakukan perbuatan baik dengan membunuh lebih dari 200 orang dari Klan Dewa Naga dalam satu malam. Orang seperti itu juga idolaku!" Manajer wanita itu menjelaskan dengan air mata bercucuran.


'Mungkinkah seseorang memotret kejadian itu? Saat itu, semua orang panik. Aku tidak ingat ada yang memotret.' Pikir Fane dalam hati.


Fane kemudian melihat ke manajer wanita di sebelahnya lalu bertanya, "Bagaimana kau tahu tentang insiden di kebun binatang?"


"Tentu saja aku tahu. Temanku pergi ke kebun binatang tadi pagi. Dia melihat dengan matanya sendiri!"


Manajer wanita itu dengan cepat melanjutkan, "Aku mendengar kalau pria itu sangat tampan dan kuat!"


Fane merasa malu. Dipuji penampilannya, langsung di depannya terasa... lumayan menyenangkan!

__ADS_1


"Hehe, benarkah? Tolong hentikan pujian itu. Kalau kau terus begini, aku akan merasa malu!"


Fane tertawa. Ternyata dua dari tiga idola manajer wanita itu adalah dia.


Manajer wanita itu dengan cepat memutar matanya ke arah Fane. "Kenapa kau merasa malu? Aku tidak sedang membicarakanmu. Lihat saja dirimu sendiri. Kau bahkan tidak mampu membeli minuman. Kau juga tidak memiliki sepersepuluh dari penampilan Dennis yang menakjubkan!"


Fane tercengang. Dia kemudian terus melihat ke arena.


Bak, buk, bak!


Pada saat itu, pertarungan di arena sama intensnya seperti sebelumnya. Dennis jelas telah mendaratkan beberapa kali pukulan ke tubuh lawan.


Namun, tubuh lawan itu tangguh. Meskipun dia mengeluarkan seteguk darah, lukanya terlihat dangkal.


"Pfft"


Sementara itu, karena perawakannya yang lebih kecil, Dennis lebih lincah sehingga bisa menghindari lebih banyak pukulan.


Namun, karena tinju lawan yang lebih besar, sulit bagi Dennis untuk menahan setiap pukulan.


"Pfft!"


O'Neal juga tidak terlihat bagus. Dia berdiri di sana, membungkuk, dan menarik napas dalam-dalam.


"Oh tidak, apakah Dennis bukan tandingannya? Dia memuntahkan cukup banyak darah!"

__ADS_1


Bersambung.....


Sekian terima kasih.....


__ADS_2