Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1
Pejuang Terhebat No. 1


__ADS_3

Bab 298


Tanya tidak bisa berkata apa-apa. Situasinya sama sekali tidak serius, $100.000 seharusnya cukup. Dia tidak pernah mengharapkan pria itu menjawab seperti itu.


Tetap saja, Tanya mengertakkan gigi-giginya dan menahan amarahnya sebelum berkata, "$100.000 sudah cukup, ya? Ini tidak lebih dari sebuah mobil R8. Jangan anggap aku bodoh tidak tahu apa-apa tentang mobil."


Pria itu hanya terkekeh. "Kau cukup menarik, Nona. Kau benar-benar tahu tentang mobil! Sepertinya kau jauh lebih baik daripada kebanyakan pengemudi wanita lainnya."


Pria itu mulai terkekeh sebelum melanjutkan, "Jadi menurutmu membayar ganti rugi untuk kerusakan mobilku biasa saja untukmu? Kau menabrak mobilku dan mengejutkanku. Kau harus membayar kerusakan mental yang aku derita, bukankah kau tahu? Oh, benar juga, biaya cacatnya juga. Waktuku sangat berharga, nilainya jutaan!"


Para pengawal itu mulai tertawa setelah mendengar itu.


"Jadi, menurutmu $100.000 sudah cukup?" Pria itu melangkah lebih dekat sambil tertawa dengan sinis.


"Satu juta, tidak lebih. Beri aku nomor akunmu dan aku akan mentransfernya kepadamu."


Meski sangat marah, Tanya tidak berniat berdebat dengan orang- orang seperti ini. Dia paham kalau orang-orang ini adalah penipu profesional.

__ADS_1


"Satu juta?"


Tanya tidak menyangka pria itu akan tertawa lagi." Memangnya itu cukup?" dia mengejek. "Kalian tidak bisa pergi sampai kau memberiku $10 miliar!"


Tanya gugup saat mendengarnya. Ini bukan penipu: ini adalah penipuan terang-terangan.


"$10 miliar? Kau mau menipu orang, 'kan?"


Fane tidak bisa lagi hanya diam menonton. Terlihat jelas sekali kalau pria itu menindas Tanya bersama pria lain yang ada bersamanya.


Ini tidak masuk akal.


Pria itu tertawa. Wajahnya terlihat puas dan tidak menganggap serius kepada Fane.


Tanya merasa malu mendengarnya. "Bukan, dia bukan pacarku," dia dengan panik menjelaskan, "dia hanya pengawalku!"


"Oh, itu artinya kau belum punya pacar, 'kan? Yah, bukankah itu sesuatu," dia mencibir. "Karena kau tidak punya pacar, kenapa kau tidak berkencan denganku?"

__ADS_1


Pria itu menyeringai sambil terus berbicara dengan Tanya.


"Apa kau tahu siapa dia? Kau bahkan mengatakan omong kosong tentang keinginanmu untuk menjadi pacarnya."


Fane terkekeh saat mengingatkannya. Pria itu mungkin lupa untuk mengetahui siapa sebenarnya Tanya.


Tentu saja, sangat normal bagi pria itu untuk tidak mengetahui tentang Tanya karena pelat nomor dari mobil mobil itu, tertera kalau mereka berasal dari luar negeri dan bukan barang lokal dari Provinsi Tengah. Apa mungkin mereka datang untuk mengunjungi kerabat mereka atau untuk berlibur.


"Aku tidak peduli siapa dia. Itu tidak ada hubungannya dengan pengawal sampah sepertimu, 'kan? Selain itu, dia hanya keluar dengan satu pengawal. Menurutku latar belakang keluarganya bisa dibilang, keluarga menengah!"


"Jangan hanya menilai dari mobil mahal yang dikendarainya. Keluarga biasa hanya akan mengendarai mobil sport ini untuk dipamerkan. Lihat sendiri siapa yang bepergian dengan santai bersama sepuluh hingga dua puluh pengawal, oke? Pergi keluar seperti ini menunjukkan citra orang kaya sejati!"


Pria yang mengenakan kemeja bunga lebih bersemangat ketika dia berbicara kepada Tanya, "Nona, kau tidak akan mampu membayar ganti rugi $10 miliar, 'kan? Kalau tidak bisa, kita bisa membahas tentang pembayarannya dengan cara lain!"


Tanya mengertakkan gigi-giginya karena menahan amarah. "Maaf, tapi aku mampu membayar $10 miliar. Tapi, aku tidak akan menyisihkan satu sen pun untuk orang sepertimu!"


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian Terima Kasih


__ADS_2