Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Hanya dia


__ADS_3

CEKLEK...!


Perlahan Zelly melangkahkan kakinya mendekati ranjang dimana Habibah terbaring. Wanita itu meringkuk ditepi ranjang dengan kaki yang masih menjuntai ke bawah. Dilepaskannya sepatu yang dikenakan oleh Habibah dan angkatnya kaki itu serta dibenahi posisi tidurnya lalu menyelimutinya dengan hati-hati. Walaupun Habibah dalam keadaan yang entah sekarang jiwanya berada dimana, tapi cadarnya masih menutupi wajah cantiknya itu. Zelly memperhatikan wanita yang berada dihadapannya itu dengan penuh rasa prihatin.


Nur...


Bagaimana bisa keadaanmu jadi seperti ini?


Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa pulih? Apakah cukup hanya melakukan usaha seperti ini untuk mu?


Aku benar-benar tak tahan melihat keadaanmu sekarang. Andai saja aku bisa menggantikan semua penderitaanmu ini, andai saja kematian itu aku yang mengalami bukan suamimu. Karena kalau yang pergi itu aku, mungkin tak akan banyak orang yang akan merasa kehilangan. Dan mungkin kamu masih bahagia sekarang. Senyummu adalah kebahagiaanku, penderitaanmu adalah dukaku.


Nur...


Cepatlah pulih..


Aku ingin kamu bisa tersenyum kembali bersama orang-orang yang menyayangimu dan yan kamu sayangi. Walau aku bukan salah satunya.


Nur...


Katakan padaku bagaimana caranya aku melepaskan diriku darimu?


Bagaimana caranya aku melepaskan ikatan hatiku ini darimu?


Aku tau kamu tak pernah menyukaiku apalagi mencintaiku. Tapi bagaimana aku berada di posisi ini sekarang? Bagaimana bisa aku mencintaimu dengan membabi buta begini?


Aku sungguh tak tau..


Zelly dengan langkah yang gontai meninggalkan kamar Habibah. Dia menuju kamar yang telah disediakan oleh Mia untuknya. Sesampainya didalam kamarnya pun, Zelly tak bisa memejamkan matanya sama sekali. Fikirannya terus tertuju pada Habibah. Banyak hal yang ingin dia lakukan untuk wanita itu, wanita yang dengan susah payah ingin dia lupakan dan tinggalkan, tapi sejauh ini tak pernah berhasil. Dia merenungi sejak pertemuan dirinya dengan Habibah, dia tak pernah menyangka jika wanita yang mampu memenjarakan hatinya adalah seorang wanita yang beda usianya 10 tahun lebih muda darinya. Bahkan sampai sekarang dia tak mengetahui apa yang membuatnya tak bisa melepaskan dari perasaannya itu. Bahkan dia selalu mencari sosok Habibah pada setiap wanita yang berusaha untuk mendekatinya. Bahkan dia berkali-kali menolak wanita-wanita yang akan dijodohkan oleh orang tuanya dengan dirinya. Karena tak satupun dari mereka yang memiliki karakter seperti Habibah. Dan itu jelas terdengar sangat konyol. Karena akan sulit menemukan manusia yang memiliki karakter yang mirip, sekalipun itu kembar.

__ADS_1


Pagi itu Mia bisa melihat dengan sangat jelas jika sahabatnya itu tak istirahat dengan baik. Wajahnya terlihat kusut dan sedikit pucat.


" Kamu gak tidur semalaman?" tanya Mia tanpa basa-basi.


" Ya... Aku gak bisa tidur aja. Mungkin aku merasa kurang nyaman aja tidur dirumahmu ini." jawab Zelly sekenanya.


" Sialan.. Emangnya kamu fikir rumahku ini harus menyediakan fasilitas bintang lima dulu baru kamu merasa nyaman gitu..!" Mia menepuk keras bahu Zelly yang disambut tawa oleh Zelly. Fadlan suami Mia hanya tersenyum melihat tingkah istri dan sahabatnya itu. Bu Sumarni sedang memberi sarapan pada Habibah dikamarnya. Pak Rukmana ikut sarapan bersama dengan Zelly, Fadhlan dan Mia diruang makan.


" Bi Minah.. Nanti tolong simpankan sarapan untuk bi Sumarni ya. Beliau masih ada dikamar mba Habibah." pinta Mia pada asisten rumah tangga nya.


" Baik Bu.. Nanti saya siapkan dikamarnya atau didapur ya Bu sarapannya?" tanya bi Minah.


" Tolong antarkan saja kekamarnya." jawab Mia sambil berdiri lalu meninggalkan meja makan dan menuju kamar Habibah. Dia ingin melihat seperti apa sebenarnya Habibah itu. Dan dia juga ingin tahu kondisi sebenarnya dari Habibah.


Zelly mengikuti Mia, dia ingin melihat Habibah sebelum dia pergi untuk urusan pekerjaannya. Dilihatnya Habibah sedang duduk di dekat jendela, dia menatap lurus keluar jendela dan masih dengan tatapan kosong yang sama seperti hari-hari sebelumnya.


" Sepertinya hal yang harus kita lakukan adalah mengulang beberapa kejadian yang mungkin berkesan dalam hatinya. sehingga kesadarannya bisa tersentuh dan mendapat respon dari fisiknya. Dan menurut ibu, hal apa saja yang mungkin sangat berkesan baginya dan bisa kita ulang untuk menstimulasi kesadarannya. Jadi aku perlu bantuan dari orang-orang terdekatnya juga." Mia meminta agar ibu Sumarni mengingat apa saja hal paling berkesan bagi anaknya itu.


Ibu Sumarni kembali dengan membawa sebuah kotak, sebuah buku dan sebuah album foto yang cukup besar dan tebal.


" Ini dia barang yang diberikan oleh besan ibu. Apakah ini bisa membantunya?" ucap Bu Sumarni.


" Mari saya lihat dulu, apa itu?" Mia menerima barang yang baru dibawa oleh ibu Sumarni itu. Dibukanya album foto itu, dia cukup terkejut saat membuka setiap lembaran album foto itu. Karena ternyata isinya semua hanya foto Habibah seorang. Dari masih mengenakan seragam merah putih sampai saat Habibah berpenampilan seperti sekarang ini. Dan Mia yakin semua oto itu di ambil dalam keadaan tak diketahui oleh Habibah yang alias diambil diam-diam. Itu bisa diketahui dari foto yang diambil itu tak ada satupun terlihat Habibah yang sedang menatap pada kamera. Bahkan kebanyakan dari foto itu diambil dalam posisi yang agak berjauhan.


Pantas saja dia sampai seperti ini, bagaimana tidak? Ternyata suaminya pun sangat mencintainya. Kalau tidak, mustahil album yang sebesar dan setebal ini hanya ada foto dia seorang.


Dilihatnya lagi kotak yang ukurannya cukup besar dan dibukanya. Mia melihat banyak sekali amplop didalamnya. Di ambilnya beberapa amplop dan dibukanya lalu di bacanya satu persatu isi nya. Tak sadar dia menangis setelah membaca isinya.


Gila...!

__ADS_1


Aku seperti membaca sebuah dongeng percintaan . Pantas saja dia bisa seterpukul ini ditinggalkan oleh suaminya. Jika aku ada di posisinya saat ini, mungkin akupun akan mengalami hal yang sama seperti ini.


Ah, Zelly...


Aku harus mengatakan apa padamu?


Apakah harus aku katakan jika kamu mencintai orang yang salah? Karena orang yang kamu cintai ini ternyata memiliki cinta yang sangat dalam pada suaminya begitupun sebaliknya. Sebesar apapun pengorbananmu untuknya mungkin hanya akan sia-sia.


Ibu Sumarni yang melihat reaksi Mia dengan barang-barang yang diberikan oleh besannya itu merasa heran.


" Kenapa dok? Apakah barang-barang ini bisa membantu ataukah tidak? Kira-kira efektif kah dengan barang-barang ini untuk menyadarkan anak ibu ini?" tanya ibu Sumarni penasaran.


" Insya Allah bisa Bu, tapi harus tetap sering-sering diajak berinteraksi. Coba ingatkan dia dengan sosok suaminya itu dan tunjukkan barang-barang ini padanya." Mia menjelaskan cara menstimulasi kesadaran Habibah dengan barang-barang itu. Setelah itu Mia berpamitan untuk pergi ke rumah sakit untuk tugas dinasnya.


Sementara itu, Zelly merasa gelisah selama melakukan pekerjaannya. Dia benar-benar tak bisa fokus dalam pekerjaannya. Dia masih terus terfikirkan dengan kondisi Habibah. Di tambah lagi dia yang tak Isa tidur semalaman, membuatnya sulit untuk berkonsentrasi. Saat istirahat makan siang, dia segera menghubungi Mia.


" Bagaimana? bagaimana menurutmu tentang perawatannya Nur? Apa yang bisa kau lakukan untuknya?" tanya Zelly saat Mia telah menerima panggilannya tanpa basa basi.


" Bisa gak Zell kamu ucap salam dulu kek, atau tanya dulu aku lagi ngapain atau apa gitu..!!? Kenapa di otakmu cuma ada dia dan dia aja? Aku sejak kemarin bertanya-tanya kemanakah sahabat aku yang dulu itu? Yang tak pernah memperhatikan siapapun seperti sekarang kamu memperhatikan dia. Saat kamu punya pacar pun dulu tak pernah seperti itu pada pacarmu. Kesan cuekmu tak bisa kamu lepaskan meski pada pacarmu, tapi kemana sikap cuekmu itu? Kamu tau pacarmu duku benar-benar mencintaimu bahkan rela melakukan apapun untukmu. Tapi kamu tak memberikan perhatian yang cukup untuknya. Tapi sekarang? Kamu tau dia gak mencintaimu sama sekali tapi kamu bisa melakukan hal yang diluar kebiasaanmu. Zelly... Apakah kamu tau, jika dia sangat mencintai suaminya itu? Dan apakah kamu tau jika suaminya pun sangat mencintainya? Jika nanti dia kembali pulih, lalu apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan baik-baik saja jika dia tetap tak perduli padamu? Zelly.. Kamu adalah sahabatku, aku sangat mengkhawatirkan tentangmu kedepannya. Bagaimana kamu....."


" Aku mencintainya tanpa syarat apapun. Aku ingin dia baik-baik saja dan bisa hidup bahagia bersama orang-orang yang menyayanginya dan disayanginya. Apapun yang aku lakukan bukanlah apa-apa, karena jika dia bisa kembali tersenyum dan bahagia itu sudah cukup untukku."


" Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri? Sampai kapan kamu membayangi kehidupannya? Tak bisakah kamu berjuang untuk kehidupanmu sendiri?"


" Tentangku..... Aku belum memikirkannya, Mia.. Sekarang yang terpenting adalah dia kembali pulih seperti semula."


" Kamu benar-benar.... Ah, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa membawanya kembali dalam kesadarannya. Aku akan memberitahumu jika ada sesuatu yang bisa kamu lakukan untuknya. Sekarang aku mau makan siang dulu, jangan lupa kamupun harus makan siang, jangan karena kamu sibuk memikirkan orang lain kamu bahkan melupakan dirimu sendiri."


" Baiklah... Terima kasih Mia, terima kasih atas semua yang kamu lakukan untuk membantunya. " Zelly mengakhiri panggilannya pada Mia, diapun pergi kesebuah restoran yang berada dekat dengan tempatnya bekerja.

__ADS_1


Ah.. Zelly....!


Sepertinya aku benar-benar mulai kehilangan sahabatku yang dulu.


__ADS_2