Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Depresi


__ADS_3

Selama beberapa bulan sejak Qodir tahu kalau Habibah hamil, Qodir semakin pengertian dan perhatian pada Habibah. Apapun yang di lakukan Habibah tak pernah lagi dia protes dan keberatan. Bahkan sebelum berangkat kerja pun Qodir membantu meringankan pekerjaan istrinya itu dengan mencucikan pakaian dan membersihkan rumah. Dia benar-benar berusaha agar istrinya merasa nyaman selama kehamilannya itu. Sampai usia kehamilannya memasuki tujuh bulan, mereka diminta untuk pulang kerumah orang tua Habibah untuk melangsungkan acara tujuh bulanan. Meski mereka tak begitu memakai adat istiadat dan tradisi, tapi mereka tak bisa menolak keinginan dari keluarga masing-masing.


Acara tujuh bulanan dilakukan dengan sederhana, karena itu persyaratan yang diberikan oleh Habibah pada keluarganya agar tak mengadakan tujuh bulanan dengan memakai adat istiadat lengkap. Hanya ada kenduri dan mandi kembang saja, yang lainnya Habibah tak mau melakukannya. Karena baginya banyak tradisi yang tidak sesuai dengan keyakinannya.


Satu Minggu setelah tujuh bulanan dilakukan dikediaman keluarga Habibah, keluarga Qodir pun meminta mereka untuk datang ke rumah orang tua Qodir dan meminta agar Habibah melahirkan disana. Namun Habibah tak ingin berlama-lama berada disana. Karena dia masih sangat mengingat dengan sangat jelas dalam ingatannya semua yang dikatakan oleh kakak kedua Qodir saat dia masih hamil tiga bulan, disaat dia hampir mengalami keguguran justru dia harus mendengarkan ucapan yang sangat menyakitkan hatinya.

__ADS_1


" Kamu itu ya kalau jadi istri itu jangan suka manja. Jangan terlalu merepotkan suami, apalagi kamu tau suami kamu itu kerja. Seharusnya kamu itu mendukung semua cita-cita suamimu bukan malah mau menghambatnya. Kamu tau suamimu pendidikannya S2, jadi dia tau apa saja yang harus dia lakukan untuk masa depan kalian. Apapun cita-citanya kamu harus mendukungnya, gak usahlah kamu berharap terlalu berlebihan sama suamimu itu karena dia itu gak akan bisa jadi seperti suami-suami yang lain. Gak usah banyak mengeluh dan menuntut yang aneh-aneh sama suamimu. Kamu sebagai seorang istri itu harus bisa mandiri jangan suka bergantung pada suamimu. Aku tau benar seperti apa itu suamimu, karena aku yang bantu biayai sekolah dan juga kuliah dari suamimu itu. Jadi gak usahlah kamu mau bermanja-manja seperti istri orang lain, karena dia gak akan ada waktu buat manjakan kamu. Masih banyak hal yang jauh lebih penting dari itu." Ucapan kakak iparnya itu sangat membekas dalam dihati Habibah. Hingga membuat dia semakin tak bisa mencintai suaminya itu. Bahkan untuk sekedar menyayangi pun sulit. Yang dia lakukan selama ini hanya sebagai rasa hormat dari seorang istri pada suaminya. Walaupun ada rasa bersalah karena hal itu, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Karena dia sendiri sudah merasa tertekan dengan semua yang diucapkan oleh kakak iparnya itu. Namun Habibah tetap berusaha sebaik mungkin untuk bisa menjadi seorang istri yang baik untuk Qodir.


Habibah merasa beruntung memiliki ibu mertua yang sangat menyayangi dirinya. Yang selalu memberikan kekuatan pada hatinya untuk bisa tegar dan sabar dalam menghadapi ujian pernikahannya.Namun entah kenapa tekanan yang dia rasakan lebih besar dari kekuatan yang dia terima. Mungkin karena Habibah sedang mengandung sehingga membuat dia merasa tekanan nya menjadi lebih besar. Hari-hari dilaluinya dengan berat dirumah mertuanya itu, meski ibu mertua sangat menyayanginya namun dia juga harus menerima konsekuensinya yaitu rasa cemburu dari menantu-menantu yang lain. Karena Habibah diperlakukan seperti seorang putri oleh ibu mertuanya. Mungkin karena banyak kesamaan di antara mereka sehingga membuat kedekatan mereka terjalin kuat dengan sendirinya. Walaupun hal itu sangat jarang terjadi, namun itulah keberuntungan yang didapat oleh Habibah, dia mendapatkan ibu mertua yang sangat sayang padanya.


" Dia itu menantu pemalas, menantu kesayangan.. Gak tau apa yang buat dia jadi anak emas begitu. Setiap hari kerjanya cuma diam dikamar aja, semua dilayani sama mama, ngelunjak banget jadi menantu." Hari-hari itulah yang harus di dengan dari menantu-menantu lainnya. Padahal bukan karena dia malas, tapi ibu mertuanya itu melarang dirinya untuk melakukan pekerjaan apapun dirumah. Dia hanya diminta untuk istirahat saja, karena mertuanya takut kejadian dulu terulang lagi. Sebab itulah dia tak di izinkan mengerjakan sesuatu yang sekiranya akan membuat dirinya menjadi lelah. Dan secara tak sadar kasih sayang ibu mertuanya itu menambah depresi Habibah.

__ADS_1


" Begini Bu, pak... Pasien mengalami kontraksi palsu, namun jika kontraksi ini terus terjadi bisa jadi ini akan jadi kontraksi sesungguhnya dan pasien akan melahirkan secara prematur. Sepertinya pasien mengalami tekanan yang cukup berat yang menyebabkan pasien mengalami depresi. Untungnya depresi yang dialami pasien masih bisa di tangani tanpa banyak kendala. Namun resiko yang bisa saja terjadi adalah pasien melahirkan prematur. Syukurlah kondisi pasien sudah mulai stabil.. Jadi, saya mohon kerjasamanya dari keluarga pasien agar ikut membantu menjaga kondisi mental pasien, karena perasaan seorang ibu hamil itu sangat sensitif dan rentan untuk mengalami depresi. Jika ini terjadi di kehamilan trisemester pertama dan kedua, ibu hamil bisa mengalami keguguran. dan jika terjadi pada trisemester akhir bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan dini atau prematur. Jadi mohon lebih di perhatikan lagi ya.. kalau ada pertanyaan silahkan datang keruangan saya.. saya tinggal dulu ya Bu, pak.. permisi.." ucap dokter berhijab itu panjang lebar. Mertua dan istri dari ipar-ipar Habibah hanya terdiam mendengarkan semua yang dikatakan oleh dokter itu.


" Baik dok, terimakasih.." jawab mereka hampir bersamaan. Ibu mertuanya segera masuk keruangan Habibah dirawat dan menghampirinya. Dilihatnya Habibah sedang tertidur karena kelelahan. Dipandanginya wajah menantunya itu, dia memikirkan semua yang telah dikatakan oleh dokter tadi. Dia merenungi apa sebenarnya yang membuat menantunya itu bisa menjadi depresi begitu. Sementara dia sendiri sudah berusaha sebisa mungkin agar menantunya itu tak kelelahan dan banyak fikiran. Sebenarnya apa yang menjadi beban fikiranmu nak? Apakah kau merasa gak nyaman tinggal disini? Maafkan mama karena lupa menanyakan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Bisiknya sambil menggenggam tangan Habibah yang berbaring di hadapannya. Sementara pandangan mata tak suka dari istri ipar-ipar Habibah semakin terlihat jelas. Rasa cemburu mereka semakin besar demi melihat perlakuan ibu mertua mereka yang jauh berbeda dibandingkan pada mereka. Apa bagusnya dia sih sampai mama sesayang itu sama dia? Apa karena dia itu bercadar atau apa? Hati mereka menggerutu, namun tak berani untuk mengatakannya.


***

__ADS_1


satu atap dengan saudara ipar emang susah ya🤔🤔


__ADS_2