Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Pergi tanpa pesan


__ADS_3

Seminggu sudah sejak pembicaraannya dengan Nelly, Habibah menjadi lebih pendiam dan tertutup. Muti'ah mencoba membujuk Habibah agar mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya, namun Habibah masih bungkam. Mia dan Airin yang tau kebenarannya pun tak bisa membuka mulut atas permintaan Habibah. Walaupun dalam hati mereka sungguh tak tega melihat keadaan Habibah sekarang. Bahkan sejak hari itu, Habibah tak pernah mau mengambil orderan dengan keputusannya sendiri seperti biasanya, tapi selalu menanyakan pada Mia dan Airin apakah mereka mampu menerima orderan ataukah tidak. Seolah-olah usaha itu milik mereka bukan miliknya lagi. Dan sungguh hal itu membuat mereka ikut sedih karenanya.


Hingga saat kepulangan Ricky diakhir pekan seperti biasanya, yang biasanya Ricky akan bermain dengan Zain dihalaman rumahnya. Namun sampai saat Ricky harus kembali ketempat kerjanya, dia sama sekali tak melihat Zain bermain dihalaman rumahnya.


" Sayang.. dari kemarin kok sepertinya aku gak lihat Zain main dihalaman rumahnya ya, apakah dia sakit?" tanya Ricky pada Nelly karena penasaran.


" Gak tau, memangnya aku ibunya? Ngapain juga sih pakai acara nanyain Zain segala?" sahut Nelly ketus. Ricky mengernyitkan keningnya karena heran, sebab istrinya tak pernah seperti itu sebelumnya.


" Kamu kenapa sih sayang, gak biasanya lho kamu bersikap begini. Aku kan cuma tanya Zain aja kenapa kamu jawabnya seketus itu? Apakah kamu sedang marah padaku?" tanya Ricky makin heran akan sikap Nelly.


" Udahlah mas, terserah kamu. Aku gak mau ngurusin orang lain, gak ada kaitannya juga denganku. Kalau kamu masih mau ngurusin hidup mereka, lakukanlah sesukamu." Nelly semakin gusar melihat perhatian suaminya pada Zain.


" Maksudmu apa sih sayang, aku benar-benar gak ngerti dengan perubahan sikapmu ini. Sebelumnya kita baik-baik saja dengan Zain, kamu juga gak pernah melarang aku untuk bermain dengan anak-anak itu. Lalu kenapa tiba-tiba kamu marah begini? Lagi pula sekarang Zain itu sudah jadi keponakanku, masa iya aku gak perduli sih sayang?" Ricky berusaha berbicara dengan selembut mungkin. Berharap istrinya mau melembut juga.


" Bilang aja kalau kamu sayang pada Zain itu karena ibunya kan? Gak usah banyak alasan ini itu lagi deh mas sama aku. Aku juga ngerti, kalau aku gak sebaik dan sehebat dia. Mungkin memang kamu salah kali sudah nikahin aku, seharusnya dia yang kamu nikahin kan mas?"


" Apa..!? Bagaimana bisa kamu mengatakan semua itu? Istighfar sayang.. kamu telah membuat tuduhan yang tak berdasar..."


" Tak berdasar...!!? Kamu fikir aku buta..!? Kamu bisa menyembunyikan semua itu dari semua orang, tapi gak dariku mas. Aku bisa melihat perasaanmu pada dia hanya dari matamu saja, dan sampai kapan kamu mau mengelak ya..?" sergah Nelly dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.

__ADS_1


" Astaghfirullah sayang.. Bagaimana kamu bisa Setega itu mengatakan semua ini untuk orang yang selama ini baik padamu? Kamu boleh sakiti aku tapi jangan mereka, mereka tak bersalah apapun. Aku yang dulu sangat mencintainya, aku yang terus mengejarnya, tapi dia tak pernah menyukaiku. Dan sekarang aku punya kamu, aku sayang padamu dengan setulus hatiku. Dari awal kita menikah, aku sudah bertanya padamu tentang hatiku ini. Dan kamu mengatakan akan menerima itu dan mau menungguku sampai hatiku benar-benar untukmu seutuhnya. Tapi apa sekarang? Kamu bahkan mempersoalkan perhatian kecilku untuk anak sekecil Zain? Heehhh.. Sudahlah, aku harus pergi sekarang. Mungkin sebaiknya aku tak perlu pulang dulu untuk beberapa waktu. Agar kita bisa sama-sama tenang." Ucap Ricky panjang lebar, lalu dia mengecup pucuk kepala istrinya dan melajukan sepeda motonya dengan fikiran yang kalut. Dia benar-benar tak habis fikir dengan sikap Nelly.


Dua hari kemudian, Habibah memanggil Mia dan Airin kedalam kamarnya. Hal yang pernah dilakukannya itu membuat Mia dan Airin terheran-heran.


" Duduklah, ada yang akan saya sampaikan pada kalian berdua." Habibah mempersilahkan Mia dan Airin agar duduk bersamanya.


" Ada apa kak, sepertinya serius sekali?" tanya Mia penasaran.


" Mulai besok kita sudah gak usah menerima orderan apapun. Dan mulai besok juga saya sudah menutup usaha saya ini, dan ini gaji kalian. Saya minta maaf kalau kabar ini mendadak saya sampaikan pada kalian. Insyaallah dalam Minggu ini saya sudah pindah dari sini. Terima kasih banyak atas bantuan kalian selama ini, saya gak bisa memberi apapun pada kalian selain Do'a saya semoga kalian mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Atau jika kalian mau meneruskan usaha saya ini juga itu lebih baik, karena saat kita bisa berwirausaha sendiri itu lebih baik daripada kita bekerja pada orang lain sebaik apapun bos kita, kita tetaplah seorang pekerja. Saya juga minta maaf jika selama kalian bekerja dengan saya banyak kesalahan yang sudah saya lakukan pada kalian secara sengaja ataupun tidak.Saya minta maaf lahir batin dari kalian." Mia dan Airin mendengarkan apa yang dikatakan oleh Habibah dengan air mata berlinang. Mereka tak menyangka jika ucapan-ucapan yang dikatakan Habibah bisa sangat menyentuh dalam hati mereka. Mereka merasa akan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup mereka. Dan akhirnya merekapun saling berpelukan dengan air mata yang terus meluncur deras dipipi mereka. Habibah yang mendapatkan pelukan pun ikut menangis bersama mereka. Karena dia sendiri pun tak pernah menyangka jika semuanya akan berakhir seperti ini.


Beberapa hari kemudian, Habibah sudah selesai mengemasi barang-barangnya dan mengirimkannya dengan ekspresi kealamat orang tuanya dikampung. Dia memilih untuk kembali ke kampung halamannya. Tak ada yang ia beri tahu, bahkan seorang Muti'ah pun tak diberitahu nya. Dia tak ingin mempertimbangkan lagi keputusannya. Setelah semua barangnya dikirimkan, Habibahpun pergi menggunakan travel langganannya, yang sebelumnya dia menyelesaikan dulu soal kepergiannya dengan sang pemilik rumah. Hanya pemilik rumah yang tau jika dirinya pergi. Hatinya terasa berat untuk meninggalkan tempat dimana dia bisa berdiri dengan pasti tanpa adanya orang-orang yang disayanginya. Namun apa daya, demi kebaikan banyak orang dia akhirnya mengalah dan memilih pergi.


" Kenapa Ricky tak pulang Minggu ini? Tumben sekali dia gak pulang.. Apa dia sekarang sibuk Nell?" tanya Syafi'i pada Nelly.


" Gak tau, mungkin iya dia sibuk." jawab Nelly malas.


" Kok kamu jawabnya gitu Nell? Apa kamu sedang ada masalah dengan suamimu?" tanya Syafi'i penasaran dengan sikap Nelly yang acuh tak acuh.


" Ya mungkin dia sedang sibuk ngurusin cintanya dia sama orang lain, mangkanya gak ada waktu untuk pulang." jawab Nelly sekenanya.

__ADS_1


" Astaghfirullah Nelly,. apa yang sedang kamu bicarakan itu? Ingat loh, kata-kata yang diucapkan seorang istri pada suaminya akan menjadi sebuah doa..."


"Gak usah didoakan juga memang begitu kenyataannya" sela Nelly kesal.


" Apa maksudmu Nelly?" Ainun yang biasanya hanya diam akhirnya membuka suara.


" Yah.. mas Ricky itu cintanya sama kak Habibah. Dan aku yakin sampai sekarang dia masih menyukai Habibah itu. Dia bilang dia ingin agar aku dan mas Ricky bahagia. Tapi bagaimana bisa kami bahagia kalau dia masih dekat dengan mas Ricky? Bagaimana bisa mas Ricky sayang dan cinta sepenuhnya pada Nelly kalau setiap pulang mereka selalu dapat perhatian dari mas Ricky. Bagaimana bisa..."


Plakk..


Nelly seketika itu juga tak menyelesaikan perkataannya demi sebuah tamparan yang mendarat salah satu pipinya. Dia sangat terkejut setelah menyadari jika kakaknya yang selama ini sangat sayang padanya kini bisa menampar wajahnya hanya demi Habibah.


" Keterlaluan sekali kamu Nelly..! Orang sebaik dan setulus Habibah kamu tega menyakitinya? Apakah kamu lupa siapa yang meminta kamu agar menikah dengan suamimu itu? Apakah kamu lupa dengan semua kebaikan yang telah dia lakukan padamu dan juga pada keluarga kita? Lalu bagaimana bisa kamupun menuduh suamimu seperti itu. Renungkan lah, apakah tindakan dan ucapanmu sudah benar atau belum." Syafi'i meninggalkan Nelly dengan perasaan yang sangat kesal.


***


author kok ikut kezel ya🤭🤭


jangan lupa masih ditunggu jempol, komen dan votenya ya, terimakasih 🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2