Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Ke Kota


__ADS_3

Tak terasa air mata menetes saat Habibah menerima ucapan selamat dan piagam di atas panggung itu. Ada rasa haru dan sedih yang di rasakan secata bersamaan dia rasakan saat itu. Terharu karena tak menyangka dia mendapatkan beasiswa dan sedih karena di saat seperti ini tak seorangpun hadir untuk dirinya. Ayahnya selalu sibuk di kebunnya, ibunya menghadiri pengambilan buku raport di sekolah Laily dan Maryam yang kebetulan satu sekolah. Kadang gadis itu selalu merasa tersisihkan di antara saudara-saudaranya.


Bahkan dia pernah beberapa kali bertanya pada ibunya apakah dia itu anak kandung atau bukan? Ibunya hanya menangis setiap kali di tanya tentang itu. Sebenarnya Habibah adalah anak kandung bahkan dulunya adalah anak kesayangan ayahnya. Tapi karena masa lalu ayahnya yang membuatku ayahnya selalu teringat hal buruk itu jika melihat habibah. Itu sebabnya perlakuan terhadap gadis itupun jadi berubah.


Habibah adalah anak yang cerdas dan mandiri. Sejak duduk di bangku sekolah dasar dia selalu dapat peringkat tiga besar. Bahkan sejak kelas tiga dia sudah mulai belajar bekerja untuk mendapatkan uang. Dia setiap hari jadi "pesuruh" oleh guru-guru di sekolahnya. Seperti membersihkan rumah dinas guru yang kebetulan jarang di tempati atau membersihkan dan merapikan perpustakaan sekolah. Karena sekolah itu belum punya pekerja kebersihan. Jadi gadis kecil itupun dengan senang hati melakukannya. Dengan begitu diapun bisa mendapatkan uang untuk membayar uang SPP dan sedikit menabung. Dia tak pernah jajan disekolah, kalau dia diberi uang selalu ia tabung di celengan bambu yang dia buat sendiri jika sewaktu-waktu dia membutuhkan uang untuk membeli perlengkapan sekolah maka dia akan buka celengannya.


Gadis cantik yang bertubuh mungil itu menjalani hidupnya dengan sangat keras sejak anak-anak. Yang seharusnya masih menikmati dunia anak-anak dengan bermain dia justru sibuk bekerja membantu kedua orangtuanya. Didikan yang keras sejak anak-anak ini menjadikannya tumbuh menjadi gadis yang berjiwa keras juga. Hanya saja

__ADS_1


orang lain tak akan menyangka jika gadis itu memiliki kehidupan yang seperti itu jika hanya melihat tubuh mungilnya. Tapi akan terlihat saat melihat tatapan matanya yang tajam dan dingin. Tubuhnya mungilnya tak mencerminkan kepribadian yang lembut.


Setelah menerima ucapan selamat dari teman-temannya, Habibah memilih untuk pulang. Rasa sedihnya semakin dalam ketika melihat teman-temannya yang bermanja-manja pada orang tua mereka bahkan ada yang saling Senda gurau. Sementara dia sendiri tak ingat kapan bermanja pada orang tuanya dan bersenda gurau dengan mereka. Apakah pernah ataukah tidak diapun tak tahu. Disaat yang lain tersenyum ceria gadis itu justru bersedih hati. Rasa iri dihatinya membuatnya semakin merasa tersisihkan dari semua orang.


Dua hari setelah acara perpisahan itu Habibah telah bersiap-siap untuk berangkat ke kota. Sebab orang yang akan membawanya ke kota akan menjemputnya dua hari lagi. Bahkan sebenarnya hari itu adalah hari keberangkatan Alvian ke kota, pria itu menunggu selama satu jam di depan gapura masuk kampung tempat gadis itu tinggal. Dia masih menaruh harapan akan ada surat balasan dari gadis itu. Tapi sayangnya sampai selama itupun dia menunggu tak ada yang datang padanya baik surat atau orangnya. walau hanya sekedar mengucapkan selamat jalan padanya. Hatinya kecewa saat perjalanan nya tak dapat lagi di tunda. Bahkan Purnomo tak bisa berbuat apa-apa saat melihat sahabatnya bersedih.


"Oke. Aku gak apa-apa kok Pur, aku cuma heran aja kenapa dia begitu dingin padaku, apakah aku ini tak pantas untuk dia kenal walau hanya sebagai teman? Sebenarnya dia itu gadis yang bagaimana, aku sama sekali tak bisa mengerti Pur. tapi anehnya aku tak pernah bisa berhenti untuk memikirkan tentang dia. Oke kalau begitu aku berangkat dulu ya Pur, sampai ketemu nanti dikota." kata Alvian sambil memeluk sahabatnya itu dengan senyum yang dipaksakan.

__ADS_1


Entah kenapa terasa berat bagi Alvian untuk meninggalkan tempat itu. Serasa ada sesuatu yang tertinggal disana. Sepanjang perjalanan fikirannya tak lepas dari sosok Habibah yang tak pernah bisa dia dekati dan fahami. Dan dia menyesali bahwa kenyataanya dia pergi sebelum dia bisa dekat dan mengerti gadis itu dengan baik. Dia bertemu dengan gadis itu saat waktu kepergiannya sudah dekat.


"Ah tuhan, kau siksa aku dengan cara seperti ini. Bahkan aku pergi tanpa melihat dia walaupun dari jauh. " keluh Alvian dalam hati.


***


gimana rasanya ya bantu teman sendiri dekatin gebetan kita🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2