
Saya coba kasih visualnya semoga cocok dengan karakter nya. Agak susah nyari yang pas dengan karakternya.
Purnomo, cowok ganteng yang lembut dan jadi cinta pertama Nur Habibah.
Nur Habibah, gadis cantik yang imut dengan pipi tembem nya dan jadi cinta pertama Purnomo.
.
Alvian, cowok ganteng sahabat Purnomo. Dia blasteran indo- China lho..!
.
Purnomo mencoba meyakini hatinya sendiri jika dia dan gadis itu akan tetap berhubungan baik itu sebagai teman biasa atau kelak jadi teman hidupnya. Namun dalam doa- doanya dia selalu meminta agar gadis itu yang kelak jadi pendamping hidupnya.
Entah kenapa sejak pertemuan itu Purnomo selalu merasa gelisah.
Besok dia pergi, aku baru bisa pergi empat hari lagi. Bisa gak ya aku bertahan tanpa ada dia di depanku. Setiap hari aku disini selalu bisa lihat dia, nanti bagaimana denganku? Sehari gak lihat aja aku udah rindu lalu kalau dia jauh dariku bagaimana rindu ini harus aku tanggung?
Lamunannya menerawang jauh entah kemana. Menambah kegelisahan dalam hatinya.
Sementara dirumah Habibah kedatangan tamu yang datang dengan agak terburu-buru.
__ADS_1
" Assalamu'alaykum..." Terdengar suara salam dari depan pintu rumah.
"Wa'alaykumussalam.." sahut pak Rukmana sembari membuka pintu rumahnya.
"Siapa ya?" ujar pak Rukmana terheran sebab tak mengenal orang yang mengetuk pintu tersebut.
" Saya Rudi pak. Apa Habibah nya ada?" sahut nya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
" Dari mana dan ada perlu apa bapak mencari anak saya?" tanya pak Rukmana lagi sambil menerima uluran tangan pria paruh baya yang mengaku bernama Rudi tadi.
" Saya supir pak Richard dari PT. Gunung Gajah pak. Saya kemari mau jemput Habibah." jawabnya lagi.
" Oh. Baik silahkan masuk. Habibah masih di belakang sebentar saya panggilkan dulu" ucap pak Rukmana sambil mempersilahkan tamunya masuk.
Tak lama kemudian Habibah pun datang menghampiri pak Rudi yang sedang duduk menunggu di tengah rumah.
" Lho pak Rudi, kok datangnya sekarang? Bukannya besok kita baru berangkat? " tanya Habibah sambil duduk menghadap pak Rudi.
Sambil nunggu pak Richard selesai urusannya dengan kliennya kita langsung berangkat. Mangkanya saya kesini lebih awal biar kamu bisa siap-siap sekarang." ujar pak Rudi menjelaskan kenapa bisa dipercepat keberangkatan mereka ke kota.
" Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu sebentar" kata Habibah sambil berdiri lalu pergi ke kamarnya.
Sementara ibu Sumarni keluar membawa nampan yang berisi air teh manis hangat dan singkong goreng.
" Silahkan pak diminum dulu sambil nunggu anak saya. Ma'af adanya cuma air teh sama singkong goreng aja." kata Bu Sumarni mempersilahkan tamunya itu.
" Ah, gak perlu repot-repot Bu. Saya kesini juga gak lama kok, jadi gak enak karena sudah merepotkan ibu dan bapak." ucap pak Rudi sungkan.
__ADS_1
"Gak merepotkan kok, ayo silahkan" kembali mempersilahkan tamunya.
Selang beberapa waktu Habibah pun keluar dari kamarnya sambil membawa sebuah koper ditangannya.
" Gak ada yang ketinggalan nak? Di ingat-ingat lagi siapa tau masih ada yang tertinggal. " ucap ibu Sumarni mengingatkan putrinya.
" Insya Allah udah gak ada yang tertinggal ko ma. " jawab Habibah yakin.
" Baik pak bu, kalau begitu kami permisi berangkat sekarang. maaf karena berangkatnya dadakan dan buru-buru begini gak sesuai dengan rencana." ucap pak Rudi sambil berdiri serta mengulurkan tangannya sebagai tanda ma'af dan undur diri pada ibu dan ayahnya habibah.
" Baik pak. Kami titip anak saya ya pak Rudi, kalau anak saya melakukan kesalahan jangan sungkan untuk menegur dan menasehatinya. Maklum anak saya masih perlu bimbingan dan belum dewasa." ucap pak Rukmana sambil menjabat tangan pak Rudi.
" Baik-baik disana ya nak, jaga diri dan kehormatan mu. Ingat kamu disana jauh dari keluarga dan berada di kampung orang, kamu harus pandai- pandai membawa diri. Dan jaga nama baik orang tua mu, nama baik majikanmu juga nama baikmu sendiri" pesan Bu Sumarni sambil memeluk putrinya itu dengan linangan air mata.
Tak tega untuk melepas kepergian anak gadisnya yang masih remaja itu untuk pergi jauh seorang diri. Tapi tekad anak gadisnya itu sudah bulat untuk pergi.
" Pesan ayah cuma satu nak, kemanapun dalam keadaan apapun kamu jangan tinggalkan shalat lima waktu mu. Ayah do'akan semoga apapun yang kamu cita-cita kan bisa tercapai dengan mudah."saat anak gadisnya itu meminta doa restu nya sambil mencium punggung tangan ayahnya.
Suasana mendadak berubah jadi haru, gadis itupun memeluk ayahnya dengan linangan air mata karena terharu mendengar pesan ayahnya tadi. Ucapan ayahnya terasa begitu sejuk dihati nya.
"Terimakasih ayah, dan ma'af bibah gak bisa bantu pekerjaan ayah lagi sekarang. " bisik Habibah pada ayahnya.
Habibah akhirnya pergi walau dengan berat hati tapi itu harus dia lakukan demi masa depan nya.
Ma'af mas Pur kita gak sempat ketemu dulu dan pamit dengan cara yang layak. Semoga suatu hari nanti kita masih bisa bertemu lagi.
Bathin gadis itu dengan perasaan sedih. Habibah meninggalkan kampung dengan perasaan yang tak tenang, tapi dia sendiri tak tahu apa yang membuatnya merasa gelisah begitu.
__ADS_1
***
jangan lupa jempolnya ya , juga komentarnya.. terimakasih 🥰 🥰