Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Cemburu


__ADS_3

Pengalaman liburan saat itu sangat berkesan dalam hati Habibah. Dia bahkan mendokumentasikan dalam handphone miliknya. Namun Nelly berbeda dengan Habibah, dia merasa tak nyaman dalam hatinya. Ada sebuah unek-unek yang mengganjal dalam hatinya. Yaitu mengenai Habibah. Nelly memang belum lama mengenal Habibah, dan diapun tak begitu mengetahui cerita tentang hidupnya. Bahkan dia tak pernah mendengar cerita tentang persahabatannya dengan Ricky suaminya. Dia merasa terganggu sejak liburan itu berlangsung, dia tak sengaja memergoki suaminya tengah memperhatikan Habibah yang sedang memasak. Sebenarnya dia sangat ingin menanyakannya pada Ricky suaminya, tapi dia belum memiliki keberanian untuk bertanya langsung padanya. Namun rasa penasarannya semakin hari semakin bertambah.


Sampailah pada suatu hari Nelly menyambangi rumah Habibah, walaupun Nelly biasa datang berkunjung ke rumah Habibah, tapi tak pernah sepagi itu. Hari itu Nelly benar-benar sudah tak mampu menahan rasa ingin tahunya tentang masa lalu Habibah dengan suaminya hingga hari itu jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi, Nelly sudah berkunjung ke rumah Habibah. Habibah menyambutnya seperti biasanya, tak ada rasa curiga apapun dengan kedatangan Nelly walaupun diwaktu yang tak biasa.


" Duduk dulu ya sayang.. Zain masih ada dikamar mandi, jadi saya harus selesaikan dulu ngurus Zain. Soalnya Mia dan Airin belum datang. Maaf ya di tinggal dulu.." kata Habibah pada Nelly yang menanggapinya dengan dingin. Habibah masih tak memperdulikan akan perubahan sikap dari Nelly tersebut. Setelah selesai mendandani Zain, Habibah kembali menghampiri Nelly yang masih duduk menunggunya. Tak lama kemudian Mia dan Airin datang.


" Mia.. boleh minta tolong suapin Zain dulu gak sebelum buat adonan kue. Kalau kalian belum sarapan, kalian sarapanlah dulu baru mulai pekerjaan kalian ya.." ucap Habibah pada Mia dan Airin.


" Oke kak.. siap...!" jawab mereka hampir bersamaan. Habibah hanya menanggapinya dengan senyuman.


" Kak.. boleh gak Nelly tanya sesuatu sama kakak?" tanya Nelly tiba-tiba.


" Boleh dong Nell.. Mau tanya apa aja boleh Kalau saya bisa jawab insya Allah akan saya jawab semampu saya." jawab Habibah. Dia baru menyadari ada yang aneh dengan sikap Nelly padanya.


" Apakah ada hal yang serius Nell?" imbuhnya lagi.


" Lumayan seriuslah kak, karena ini menyangkut masa depan Nelly nanti." jawab Nelly datar.


" Oh.. oke, coba sekarang kamu ceritakan apa masalahnya, siapa tau saya bisa bantu." Habibah mencoba memposisikan dirinya sebagai pendengar yang baik.


" Nelly cuma ingin tau cerita tentang hubungan kakak dengan mas Ricky suamiku. Kakak pernah bilang kalau dulu kalian bersahabat, tapi aku tak pernah mendengar cerita persahabatan kalian baik dari kakak ataupun dari mas Ricky . Mungkin bagi kalian itu gak penting, tapi bagiku sangat penting." ucapan dari Nelly sangat menusuk dihati Habibah. Dia bisa merasakan ada yang salah dengan Nelly. Namun dia berusaha untuk mengerti.


Mungkin saja dia merasa tak yakin, hingga timbul perasaan yang aneh-aneh.


" Kami bertemu saat saya masuk kelas satu SMK, dan disanalah kami bertemu dan berteman. Dia adalah laki-laki yang humoris dan pintar. Banyak cewek yang tergila-gila padanya. Tapi dia selalu mengabaikannya. Dulu saya masih jadi gadis yang pendiam, dingin dan galak. Tapi untungnya saya cukup pandai hingga bisa bersekolah disana dengan beasiswa. Selain itu saya juga kerja sebagai asisten rumah tangga. Mungkin karena dilihatnya hanya aku yang bisa cuekin dia, yang gak perduli dia, dan dingin pada semua orang. Dia jadi merasa tertantang untuk bisa berteman dengan saya. Dan usahanya cukup berhasil dalam waktu satu tahun, saya sudah bisa menerima kelakuan-kelakuan konyolnya, dan semua kejahilannya. Kami semakin dekat di tahun ajaran terakhir di SMK itu, tapi kedekatan kami hanya sebagai teman tak lebih dari itu.."

__ADS_1


" Apakah kakak pernah suka sama mas Ricky?" Nelly menyela cerita Habibah.


" Suka..? Ras suka saya itu hanya sebatas teman tak lebih.."


" Apakah mas Ricky suka sama kakak?" sela Nelly lagi. Karena yang ingin dia dengar bukan cerita tentang Habibah melainkan tentang bagaimana perasaan Ricky pada Habibah.


" Kenapa kamu nanyanya sampai begitu sih Nell?" Habibah terkejut dengan sikap Nelly yang baginya sudah tak normal


"Jawab aja lah kak. apakah mas Ricky suka sama kakak?" tanya Nelly dengan intonasi yang agak tinggi dari sebelumnya. Terdengar jelas ada kekesalan didalam suara Nelly.


" Benar, Ricky dulu menyukai saya. Tapi saya hanya menganggapnya sebagai sahabat saja. Dan itu sudah masa lalu Nell.. jangan dijadikan masalah. Sekarang dia adalah suamimu, dan saya bisa melihat kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Lalu apa yang kamu khawatir kan?" ucap Habibah berusaha meyakinkan Nelly.


" Apakah kakak benar-benar ingin aku bahagia dengan mas Ricky?" tanya Nelly serius.


" Bisakah aku meminta sesuatu pada kakak kalau kakak sungguh-sungguh ingin kami bahagia?" tanya Nelly lagi.


" Tentu boleh dong sayang.. selama saya bisa kasih ke Nelly, maka akan saya berikan untuk Nelly." jawab Habibah yakin.


" Bisakah kakak menjauh dari mas Ricky?" ucap Nelly tanpa ragu-ragu.


" Apa..!? Menjauh..!? Ada apa sebenarnya ini Nell.? Ada apa dengan kalian sebenarnya? Bagaimana bisa kamu bilang seperti itu? Apakah saya sudah mengganggu kalian? Saya gak merasa mengganggu kehidupan kalian, lalu dimana salahnya?" tanya Habibah tak mengerti.


" Kakak tak melakukan apapun, tapi dengan adanya kakak dia masih terus memperhatikan kakak. Dia masih punya perasaan itu pada kakak. Lalu bagaimana kami bisa bahagia kalau keadaannya seperti itu?" jawaban Nelly sungguh tak masuk akal bagi Habibah. Dia sangat syok mendengar jawaban dari Nelly yang menurutnya itu adalah sesuatu yang salah.


" Bagaimana bisa kamu berfikir begitu Nelly? Apakah kamu tak bisa mempercayai suamimu sendiri? Apakah kamu tak bisa melihat kesungguhannya itu padamu? Lalu kamu ingin saya bagaimana? Apakah saya harus meninggalkan tempat ini demi kalian baru kamu bisa merasa tenang dan bisa mempercayai suamimu dengan sepenuhnya?" Habibah makin tak mengerti dengan apa yang di inginkan Nelly sebenarnya.

__ADS_1


" Terserah menurut kakak bagaimana, tapi yang aku mau kakak Jagan pernah dekat lagi dengan mas Ricky. Terserah kakak mau bagaimana aku gak perduli, yang aku mau kakak menjauh darinya..!" Nelly beranjak dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan Habibah yang masih tertegun seorang diri. Dia benar-benar tak mengerti letak kesalahannya dimana. Dia bahkan tak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Nelly. Tapi semua yang dikatakan oleh Nelly itu tak ada bisa dia fahami sama sekali.


Direnunginya dengan sungguh-sungguh tentang apa yang menjadi keinginan dari Nelly.


Apakah saat ini Ricky masih memiliki perasaan itu padaku? Bagaimana bisa itu terjadi?


Lalu aku harus bagaimana sekarang?


Haruskah aku pergi dari sini? Lalu kemana aku harus pergi?


Hari itu dia benar-benar tak memiliki semangat untuk mengerjakan pekerjaan rutinnya yaitu membuat kue-kue atau hanya menjahit sesuatu. Dia benar-benar kehilangan semangatnya itu.


" Hai... ada apa denganmu? Katanya kalau kita pulang liburan biar ada semangat baru dan inspirasi yang baru juga, kok ini malah gak bersemangat sama sekali sih bibah..!?" tegur Muti'ah yang melihat betapa muramnya wajah Habibah saat itu. Habibah mengurung diri didalam kamarnya, hal yang tak biasa dia lakukan. Dan tentu itu akan membuat siapapun yang mengenal Habibah akan bertanya mengapa dia sampai seperti itu.


" Kakak, apakah sebaiknya saya pergi dari sini?" tanya Habibah yang mengejutkan Muti'ah.


" Hai.. ada apa sebenarnya denganmu? Bagaimana bisa kamu mau pergi dari sini? Disini tempat tinggalmu, disini juga tempat usahamu. Lalu kenapa kamu harus pergi?" tanya Muti'ah tak mengerti.


" Gak apa-apa sih kak, mungkin saya benar-benar sudah jenuh aja berada disini. Mungkin sebaiknya saya cari tempat yang baru aja, atau pulang ke kampung halaman saya.


" Kamu jenuh..!? Dari mana datangnya kata-kata itu bibah? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Muti'ah tak bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh Habibah. Karena dia tau betul hak itu tak akan terjadi pada Habibah. Namun dia juga tak tau apa alasannya sampai Habibah punya pemikiran seperti itu saat ini. Namun Habibah tak mau memberitahukannya.


***


cemburunya seorang wanita itu kadang gak masuk diakal ya🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2