Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Ingin kembali


__ADS_3

Hari-hari kembali menjadi tenang setelah keributan yang telah dilakukan oleh Lina. Habibah kembali dengan rutinitasnya seperti biasanya. Habibahpun telah melupakan kejadian hari itu. Habibah juga semakin dekat dengan keluarga Purnomo. Kehangatan dari hubungan kedua keluarga semakin terlihat. Siapapun akan merasa iri melihat kedekatan mereka yang telah terjalin. Bahkan saudara-saudara ipar dari Purnomo sering bersikap sinis pada Habibah. Karena meskipun Habibah belum resmi menjadi menantu dirumah itu, namun sudah mendapatkan perlakuan yang istimewa. Keakraban yang terjalin antara Habibah dan orang tua Purnomo sudah layaknya pada anak kandung sendiri. Bahkan mereka sampai tak bisa membayangkan bagaimana kasih sayang orang tua Purnomo pada Habibah jika sudah sah menjadi istrinya Purnomo.


Tak terasa sudah dua bulan waktu berlalu sejak pertunangan mereka terjadi, yang berarti hari pernikahan mereka hanya tinggal sebulan lagi. Setiap pagi dan malam hari Habibah selalu melakukan video call dengan Nur kecil sebagaimana yang telah dia janjikan pada gadis kecil itu. Setiap hari selalu ada saja hal baru yang diceritakan dan ditunjukan oleh Nur pada Habibah dan Zain. Dan itu cukup untuk mengobati kerinduan dalam hati mereka.


Berbeda dengan Nur, yang sangat antusias setiap kali Habibah melakukan video call. Purnomo hanya melihatnya dari jarak yang tak jauh dari handphone yang sedang digunakan oleh Nur untuk menerima panggilan video call itu. Dia tak bisa langsung berhadapan dengan Habibah. Dia takut tak bisa menahan gejolak hatinya yang sudah sangat merindukan wanita pujaannya itu. Hanya dengan mendengar suaranya saja sudah membuat jiwanya meronta-ronta ingin cepat-cepat pulang dan menemuinya. Itulah sebabnya dia selalu menahan diri untuk tak langsung berhubungan dengan Habibah.


Sabar.. tinggal satu bulan lagi kamu akan bertemu dengan dia dan menghalalkan dirinya untukmu. Percayalah.. pertemuan mu nanti akan lebih indah dari pertemuan manapun yang sudah pernah kamu rasakan 🤗🤗


Kalimat-kalimat itu yang selalu dibisikannya dalam hati untuk menghibur dirinya dikala dia hampir tak kuasa menahan rasa rindunya.


***


Di akhir pekan yang sejuk, tiba-tiba rumah Purnomo kedatangan seorang tamu yang sama sekali tak diharapkan kedatangannya.


Tok..tok..tok .


Suara ketukan di pintu terdengar sangat jelas. Membuat Rani saudara ipar Purnomo bergegas membukakan pintu.


" Siapa ya? Dan mau cari siapa? " tanya Rani tanpa basa basi. Rani memang tak mengenal siapa yang kini sedang bertamu itu.


" Aku Ririn.. Apakah aku bisa bertemu dengan mas Pur atau orang tuanya?" jawabnya yang ternyata adalah ibu dari Putri Nur Laily anak dari Purnomo.


" Tunggu sebentar.." kata Rani tanpa mempersilahkan tamunya untuk masuk terlebih dulu. Beberapa saat kemudian, ibu Sofia datang mengikuti Rani menemui tamu tak diundang itu.

__ADS_1


" Mama.. Apa kabar.." Ririn segera menghampiri Bu Sofia sambil meraih tangan kanannya lalu mencium punggung tangan nya. Ibu Sofia hanya diam karena terkejut, dia tak menyangka jika tamunya adalah Ririn mantan istri dari anaknya.


" Kamu....!?"


" Iya ma.. ini aku Ririn.." sela Ririn tanpa menunggu ibu Sofia menyelesaikan kalimatnya.


" Ada apa kamu datang kemari?" tanya Bu Sofia datar.


" Aku.. aku kangen sama anak aku ma.. Apakah dia ada?" jawab Ririn pelan. Dia sebenarnya malu untuk datang, tapi apa daya dia benar-benar ingin melihat putri kecilnya yang sudah sangat lama tak dilihatnya. Bahkan dia tak tau bagaimana rupa wajah anaknya itu sekarang.


" Ma.. bolehkah aku masuk dulu dan duduk?" tanya Ririn yang menyadarkan Rani dan ibu Sofia jika mereka masih dalam posisi berdiri diteras rumah. Merekapun mempersilahkan Ririn untuk masuk dan duduk. Sementara Ayu mengambil air dan camilan lalu disuguhkannya diatas meja tamu.


" Ada apa kamu datang kemari? Kalau kamu cari Purnomo dan anaknya, mereka gak ada disini sekarang. Mereka sekarang ada di pulau Sumatra. Jadi kamu gak bisa ketemu mereka sekarang." ucap ibu Sofia.


" Ma.. bisakah beri aku kesempatan untuk aku kembali dengan mas Pur? Aku benar-benar menyesal karena tak bisa mempercayai mas Pur dulu. Dulu aku terlalu takut kalau mas Pur itu tak tulus padaku. Aku terus dihantui oleh bayang-bayang wanita lain yang ada dihari mas Pur. Aku selalu curiga karena dia disukai banyak orang. Ma.. Mas Pur sangat berarti untukku, apalagi ada anak perempuan kami yang memerlukan kasih sayangku. Jadi bisakah beri aku kesempatan itu? Mas Pur juga belum menikah lagi kan ma sampai sekarang? Jadi...."


" Wa'alaykumussalam.. masuk sayang.." ibu Sofia berdiri menyambut orang yang baru saja datang itu. Seorag anak laki-laki terlihat dalam gendongan Bu Sofia diikuti oleh seorang wanita bercadar masuk kedalam rumah. Ririn tampak tertegun menyaksikan semua itu. Dia tak mengetahui siapa wanita yang saat itu berdiri dihadapannya. Dia benar-benar tak mengenali Habibah lagi.


Habibah sendiri yang mengenali tamu yang sedang diterima oleh calon ibu mertuanya itu tentu terkejut. Dia tak pernah menyangka akan bertemu dengan Ririn saat itu. Dia tak tau harus menyapanya atau tidak. Ibu Sofia yang menyadari akan hal itu langsung menyuruhnya masuk keruangan keluarga yang terletak dibagian dalam rumah itu. Sedangkan Zain masih berada bersama Bu Sofia yang kembali duduk menghadapi Ririn.


" Ma.. Siapa anak ini ma?" tanya Ririn yang sangat penasaran.


" Oh ini anak Purnomo dan yang tadi itu istrinya..."

__ADS_1


" Gak mungkin.. Mas Pur belum menikah lagi kan ma.. Mama pasti cuma mau bohongin aku kan ma?" Ririn menangis mendengar apa yang diucapkan oleh Bu Sofia. Dia bersimpuh di hadapan ibu Sofia dan memohon untuk membiarkannya bicara dengan Purnomo untuk menanyakannya sendiri. Karena dia tak pernah mendengar jika Purnomo telah menikah lagi. Ibu Sofia memenuhi keinginan dari Ririn yang ingin bicara langsung dengan Purnomo. Ditelpon nya Purnomo dihadapan Ririn dan sengaja menggunakan pengeras suaranya agar terdengar oleh Ririn.


" Assalamu'alaykum.. nak, apa kabarnya? " ibu Sofia memulai percakapannya.


" Wa'alaykumussalam.. iya ma.. kabar baik.. Mama tumben telpon jam segini ada apa? " tanya Purnomo yang merasa heran ibunya melakukan panggilan diluar jam yang biasa dilakukan ibunya.


" Ini nak.. ada mantan istrimu, dia ingin bicara denganmu. Dia gak percaya kalau kamu sudah menikah dan punya anak. Ini bicaralah.." ujar Bu Sofia sembari mendekatkan handphone nya kepada Ririn yang masih bersimpuh di hadapannya.


" Mas ini aku.. Mas katakan kalau semua yang dikatakan mama itu bohong mas. Katakan mas.. Aku benar-benar tak mempercayainya. Aku tau kalian marah padaku mangkanya kalian membohongiku kan mas. Aku benar-benar menyesal mas, beri aku kesempatan untuk bersama kamu lagi mas. Agar aku bisa merawat anak kita bersama-sama. Aku ingin.."


" Cukup Rin.. Bukankah dari dulu kamu tak bisa mempercayai siapapun? Bahkan ibuku saja tak bisa kamu percayai, lalu bagaimana kamu bisa percaya apa yang aku katakan? Apa yang dikatakan oleh ibuku itu benar, aku sudah dengan orang lain. Bulan depan kami akan membuat syukuran atas pernikahan kami yang belum sempat kami lakukan dikampung. Kamu boleh hadir untuk memberi selamat pada kami.."


" Kamu bohong kan mas..!? Kamu bicara begitu karena kamu masih marah sama aku kan mas? Mas aku sudah menyesali semuanya mas.. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk kita.."


" Rin.. Kamu kapan akan berubah? Dan aku tak tau apa yang sudah kamu sesali itu. Dan soal anak kita, kamu jangan khawatir. Dia sekarang sangat bahagia sudah mendapatkan seorang ibu yang luar biasa untuknya. Bahkan dialah yang telah menemukan wanita itu untukku. Jadi berhentilah Rin.. Bukan kah kamu sendiri sudah memiliki kehidupanmu sendiri? Lalu untuk apa lagi kamu datang? Kalau soal anak kita, aku hanya tak mengerti kenapa setelah sekian lama kamu baru mengingat anak kita? Selama ini kamu kemana saja? Bahkan kamu tak pernah mengingat walau hanya sekedar menanyakan tentang kabarnya saja. Kenapa baru sekarang Rin?" setiap perkataan Purnomo membuat Ririn semakin histeris. Dia benar-benar tak percaya kalau Purnomo telah memiliki wanita lain dan bahkan telah memiliki anak yang sudah besar.


" Kamu bohong kan mas.. Aku akan buktikan ucapanmu dibulan depan.." Ririn tak sempat menyelesaikan kalimatnya dia sudah tak sadarkan diri. Hal itu tentu membuat ibu Sofia dan ayu panik. Mereka segera mengangkat tubuh Ririn keatas sofa panjang dan membaringkannya di sana. Ayu segera mengambil minyak telon dan menggosok telapak tangan, kaki dan juga hidung Ririn agar Ririn cepat sadar kembali.


Habibah yang mendengar ada sedikit keributan diluar, segera menghampiri untuk melihat apa yang sudah terjadi. Namun sesampainya disana, ibu Sofia yang melihat Habibah hanya memberikan kode agar Habibah tak mendekat. Meski Habibah ingin mendekati tapi dia tetap mengikuti apa yang telah di instruksikan oleh ibu Sofia. Jadi dia hanya bisa memperhatikan nya dari jarak yang agak jauh.


Maafkan aku Rin, aku tak bisa mendekati dan bicara denganmu sekarang. Semoga aku tak melakukan kesalahan dengan menerima lamaran dari mas Pur..


***

__ADS_1


Penyesalan itu memanglah sakit😢😢


Jangan lupa dukung terus dengan jempol dan komentar nya ya 🥰🥰tak lupa mohon votenya juga ya, terima kasih🥰🥰🙏


__ADS_2