
Seminggu setelah pengajuan surat pengunduran dirinya diserahkan ke kantor Pusat, Zelly mendapat jawaban kalau dia di izinkan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Dan perusahaan juga sudah menetapkan seorang yang akan menggantikannya diposisi manager divisi I. Jadwal serah terima jabatan juga sudah ditetapkan, dan persiapan acarapun sudah mulai dikerjakan.
Saat Zelly menerima surat jawaban atas pengunduran dirinya, entah kenapa tiba-tiba ada sesuatu yang hilang darinya sedikit demi sedikit. Kekosongan dalam hidupnya kini semakin lengkap dengan datangnya perasaan sepi dalam hatinya. Hatinya terasa semakin merasakan dingin yang menusuk jiwanya.
Acara serah terima jabatan dilaksanakan di akhir pekan disebuah tempat wisata pemancingan yang lokasinya tak jauh dari perusahaan. Sebuah tempat yang memiliki pemandangan alam yang hijau dan sejuk. Di area pemancingan itu tersedia sebuah restoran yang semua menu makanannya berbahan dasar ikan. Dan ada dua buah aula yang memang disediakan khusus bagi yang ingin menggunakannya sebagai tempat meeting atau acara lainnya. Jadi meskipun acaranya resmi, tapi suasananya tetaplah santai.
Tapi suasana itu tak berpengaruh sedikitpun pada Zelly. Suasana itu malah membuat hatinya makin kesepian. Karena di saat acara serah terima jabatan itu berlangsung, semua orang yang hadir disana rata-rata sudah berumah tangga membawa istri dan anak-anak mereka ke acara itu. Sementara dia sendiri masih sendiri, padahal kebanyakan dari mereka yang datang umurnya beberapa tahun lebih muda dari Zelly.
Saat memberi sambutan salam perpisahan kepada seluruh karyawan yang hadir hari itu, Zelly tak kuasa menahan air matanya untuk mengalir dari sudut matanya. Rasa berat hati untuk meninggalkan Kalimantan tentu membuat rasa haru menyelimuti hatinya. Karena bukan waktu yang sebentar Zelly tinggal di Kalimantan. Sudah lebih dari 10 tahun Zelly bekerja di perusahaan kelapa sawit itu. Tanah Kalimatan sudah seperti kampung halaman sendiri bagi Zelly. Apalagi ada seseorang yang sudah mengikat hidup dan hatinya disni, maka rasa berat hati yang harus dia tanggung itu sangatlah besar.
Teman-teman sejawat Zelly yang kebetulan masih ada di perusahaan yang sama dengannya, tampak heran melihat Zelly meneteskan air mata. Mereka tak menyangka, jika lelaki yang dulu dikenal galak, jutek juga dingin itu bisa berubah lembut hati seperti itu. Bahkan mereka bisa melihat betapa beratnya Zelly meninggalkan tanah Kalimatan ini untuk kembali ke tanah kelahirannya. Tapi mereka juga memahami situasi yang sedang dialami oleh Zelly. Karena alasan nya untuk mengundurkan diri juga sudah mereka ketahui.
Acara berlangsung dengan lancar, bahkan banyak bawahan Zelly yang memberinya hadiah kenang-kenangan untuk Zelly. Mereka bisa merasakan perubahan besar terjadi pada atasan mereka sejak Habibah mengundurkan diri dulu. Walaupun hanya beberapa orang yang tau tentang hal itu, tapi dampak perubahannya bisa dirasakan oleh banyak orang. Tapi perubahan yang terjadi pada Zelly sudah lama menjadi buah bibir di kalangan pekerja. baik yang berada di kantor ataupun yang dilapangkan.
Sejak Habibah berhenti bekerja dulu, Zelly menjadi lebih perhatian kepada para bawahannya. Yang tadinya dia jarang melaksanakan shalat, jadi lebih rajin shalat bahkan dia selalu berusaha untuk bisa shalat di awal waktu. Zelly juga jadi sering mengajak bawahannya yang beragama muslim untuk shalat berjamaah. Zelly juga jadi sangat jarang marah-marah, kalau bicara juga jadi lebih lembut dan hati-hati. Tak ceplas-ceplos seperti sebelumnya. Zelly jadi sering makan bersama bawahannya di camp dengan makan makanan yang seadanya.
Hal-hal yang tak pernah dilakukan oleh Zelly sebelum dia kenal dengan Habibah, jadi dilakukannya sebagaimana yang pernah dia alami saat Habibah masih menjadi bawahannya. Seolah-olah dia ingin suasana yang pernah dia lalui saat Habibah bekerja dengan dia itu tetap ada walaupun Habibah sudah tak ada lagi disana. Hanya satu yang tak pernah bisa dia temui lagi, berdebat dengan seseorang lagi sebagaimana dulu dia selalu berdebat dengan Habibah. Selain tak ada yang berani melakukannya, itu karena dia juga sudah tak bisa menemukan orang yang bisa buat dia punya keinginan untuk berdebat lagi. Banyak hal-hal yang awalnya mustahil dilakukan oleh Zelly, sekarang jadi hal yang sudah biasa dilakukannya. Salah satunya adalah menangis ðŸ˜ðŸ˜.
__ADS_1
Semakin hari kelembutan hati Zelly semakin terlihat jelas, bahkan Rudy kawan sekampung Zelly sampai tak percaya dengan perubahan yang terjadi pada Zelly itu. Hati Zelly yang dulu sedingin es sekarang sudah mencair dan hangat. Hatinya menjadi mudah tersentuh oleh sesuatu, apalagi dengan hal-hal yang berkaitan dengan perasaan. Sekarang dia jadi mudah sekali terbawa suasana. Walau begitu, Rudy bersyukur karena temannya itu sudah berubah sangat banyak menjadi jauh lebih baik dari sebelum Zelly mengenal Habibah. Rasa senang Rudy pada perubahan yang terjadi pada Zelly itu pun tak lepas dari rasa sedih atau lebih tepatnya prihatin. Karena rasa cinta yang dimiliki Zelly pada Habibah juga membuat sahabatnya itu menolak perjodohan yang berkali-kali diatur oleh ibunya. Membuat sahabatnya masih melajang hingga sekarang.
Setelah Zelly memberikan kata sambutan perpisahan, dan acara serah terima jabatan itu usai. Zelly langsung meninggalkan tempat acara, walaupun yang lain masih menikmati hiburan dan acara santai lainnya. Zelly memilih pulang lebih awal karena dia ingin berkemas lebih awal. Mungkin lebih tepatnya, dia sedang menghindari dirinya sendiri agar dia tak merasa lebih kesepian lagi dengan adanya dia di tengah orang-orang yang sudah berkeluarga. Setelah semua sudah selesai di kemas. Zelly kembali termenung seorang diri, diraih kembali handphone miliknya yang tadi diletakkannya di atas tempat tidur. Dibukanya kembali folder album foto yang dipenuhi oleh foto-foto Habibah dulu.
Nur...
Aku harus bagaimana?
Setiap kali aku sendirian, aku selalu teringat padamu dan merindukanmu.
Bagaimana aku bisa menang melawan semua perasaanku ini dan lepas dari bayanganmu, kalau tak ada waktu luang yang tersisa selain teringat padamu dan merindukanmu.
Luka yang tak pernah aku tau akan terjadi padaku, luka yang tak pernah kusadari jika luka itu akan terus melebar dan membesar setiap kali aku merindukanmu.
Bertahun-tahun aku menikmati segala sakit ini tanpa tujuan. Aku tau mustahil bagiku untuk bersamamu, tapi aku juga tak bisa melarikan diri dari bayanganmu sama sekali.
Aku tak berani berharap bisa memilikimu dan memelukmu.
__ADS_1
Akupun tak berani bermimpi untuk bisa mendapatkan hatimu dan bahagia bersamamu.
Mungkin aku adalah lelaki yang paling pengecut didunia ini, lelaki yang tak berani melangkah untuk menyentuh hatimu.
Aku laki-laki yang benar-benar payah kan Nur?
Nur...
Bisakah kamu merasakan semua yang aku rasakan ini?
Begitu beratnya hatiku untuk bisa meninggalkanmu disini, sementara aku belum bisa menyaksikan kebahagiaan terpancar dari wajahmu.
Semoga Tuhan mengabulkan do'a-do'a yang kupanjatkan untuk kebahagiaan mu siang dan malam padaNya suatu hari nanti. Aku yakin Tuhan tak akan menyia-nyiakan hambanya yang memohon dengan penuh ketulusan.
Karena aku benar-benar tulus padamu.😢😢
Dua hari kemudian, Zelly pun berangkat tanpa menemui Habibah dan juga keluarganya terlebih dulu. Dia merasa benar-benar tak sanggup untuk mengucapkan kata perpisahan pada mereka. Dia hanya menitipkan sebuah surat yang ia tulis untuk Habibah pada Agus. Dia meminta agar Agus mau menyampaikannya pada Habibah.
__ADS_1
***
Kira-kira apa yang dirasakan Habibah saat tau Zelly sudah pergi ya🤔🤔