
Perjalanan lewat jalur darat itu sangat melelahkan, selama kurang lebih sepuluh jam waktu tempuh dari kampung ke kota membuat tubuh Habibah terasa sakit semua.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di kota." gumam gadis itu sambil mengagumi suasana kota yang menakjubkan baginya karena ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di kota.
"Apa masih jauh lagi pak?" tanya Adis itu pada pak Rudi.
" Gak kok, paling sepuluh menit lagi sampai. Udah capek ya?" seolah mengerti betul apa yang dirasakan oleh gadis itu.
" Iya pak, sudah gerah pengen mandi. Tadi di jalan cuma sempat wudhu aja mana cukup buat nyegarkan badan." jawabnya dengan pelan karena takut mengganggu pak Richard dan istrinya Bu Meylan yang tertidur dikursi belakang.
Akhirnya mereka memasuki area perumahan yang berada tak jauh dari sebuah pelabuhan,. pelabuhan itu milik perusahaan pak Richard yang lain yang berada di kota.
"Ayo turun, kita sudah sampai."ajak pak Rudi. Sementara pak Richard dan istrinya sudah bangun begitu menyadari mobil yang mereka tumpangi telah berhenti. Habibah nampak terpukau melihat rumah yang cukup besar dan indah. Dijalan rumah itu ada sebuah taman yang penuh dengan berbagai jenis bunga anggrek. Karena istri pak Richard sangat menyukai bunga anggrek.
" Ririn ini teman kamu mulai sekarang, besok kamu ajari dia apa-apa saja pekerjaan yang harus dia kerjakan dan apa-apa saja peraturan di rumah ini." ujar pak Richard pada seorang gadis muda yang membukakan pintu saat mereka sampai di dalam rumah.
" Baik pak" jawab nya seraya mengajak Habibah untuk beristirahat di kamarnya yang terletak di belakang dekat dengan dapur.
"Ini kamarmu, aku ada di kamar sebelah. Kalau ada apa-apa kamu bisa datang cari aku. Oh iya kenalkan namaku Ririn Priani panggil aja aku Ririn." ucapnya sambil memperkenalkan diri.
"Saya Nur Habibah, tapi orang biasa panggil Habibah. Terimakasih dan ma'af kalau sudah merepotkan." kata Habibah seraya meletakkan koper yang di bawanya tadi.
__ADS_1
"Oh ya, kalau kamu mau mandi kamar mandi nya ada di depan kamar kamu ini. Itu kamar mandi khusus untuk kita. Kalau yang sebelah sama itu kamar mandi khusus untuk tamu. Jadi jangan sampai salah ya." Ririn berusaha menjelaskan sedikit tentang rumah itu.
" Sekarang kamu istirahat, besok aku kasih tau yang lainnya. Aku ke kamarku dulu, gak apa-apa kan kamu simpuni barangmu sendri?" tanya Ririn.
" Iya terimakasih, saya bisa kok beresin sendiri."sahut Habibah sambil mulai membuka kopernya untuk mengambil handuk dan pakaian ganti serta peralatan mandinya. Lalu bergegas mandi dan melaksanakan shalat isya yang tadi belum sempat dia kerjakan saat di perjalanan. Sebab khawatir membuat pak Richard dan istrinya menunggu lama, sebab dia yakin bahwa mereka juga sudah lelah karena perjalanan yang panjang itu.
Ke esokan paginya Habibah bangun seperti biasa di pukul empat tiga puluh menit. Sebelum shalat subuh dia menyempatkan diri untuk memasak nasi terlebih dulu kemudian mandi dan shalat. Setelah itu dia menuju dapur yang ternyata sudah ada Ririn disana tengah menyiapkan sayuran yang akan di masak untuk sarapan nanti.
" Kamu kelihatan segar sekali, apa kamu gak lelah?" sapa Ririn begitu tau Habibah memasuki dapur.
" Sudah gak terlalu capek kok kan udah istirahat semalam. Cuma masih agak pegal-pegal aja karena duduk terlalu lama." jawabnya sambil mendekati Ririn yang mulai membersihkan sayuran di hadapannya. Habibah merasa bersyukur bahwa dia memiliki rekan kerja yang baik dirumah itu. Dia hanya tak bisa membayangkan kalau dia hanya seorang diri di rumah sebesar itu. Ririn ternyata gadis yang lumayan suka ngobrol, sehingga Habibah pun tak merasa canggung lagi. Banyak hal yang di ceritakan oleh Ririn mengenai keadaan rumah dengan penghuninya sampai orang- orang yang ada disekitar lingkungan rumah itu. Membuat Habibah sedikit banyak mengerti, bahkan makanan kesukaan penghuni rumah pun di ceritakan oleh Ririn.
"Habibah, boleh saya minta tolong sama kamu gak?" tiba-tiba Meylan menghampiri Habibah yang sedang melipat pakaian.
" Iya Bu, apa yang bisa saya bantu?" jawab Habibah setelah tersadar dari keterkejutan nya yang disapa tiba-tiba oleh majikan wanitanya.
" Tolong kalau kamu sudah selesai melipat pakaian nanti kamu beresin kamar tamu yang ada disana ya, dan untuk nanti malam tolong kamu dan Ririn buatkan camilan yang manis tapi jangan terlalu manis dan siapkan teh hangat manis setelah makan malam. Kamu simpan camilan dan teh nya dikamar yang nanti kamu bersihkan itu." Meylan menjelaskan tugas yang harus kerjakan tanpa menjelaskan siapa yang akan datang kerumah itu.
Setelah selesai semua tugas yang diberikan pada Habibah dan juga Ririn, mereka akhirnya bisa beristirahat dan mandi. Habibah sendiri setelah shalat Maghrib dia tak keluar kamar, dia memilih membaca Al Qur'an yang dia bawa dari rumahnya sambil menunggu shalat isya. Sementara Ririn setelah selesai menyiapkan makan malam di meja makan dia memilih menonton TV dikamarnya.
Saat tengah malam, Habibah tiba-tiba merasa sangat haus, dia pergi ke dapur yang memang tak jauh dari kamarnya hanya beberapa langkah saja. Saat sedang mengisi air kedalam teko kecil dari dispenser tiba-tiba dia dikejutkan dengan kemunculan sesosok tubuh yang masuk kedalam dapur, karna samar-samar dia tak begitu mengenali siapa orang yang datang itu. Tapi satu yang dia yakini itu bukan majikannya.
__ADS_1
" Kenapa lampunya gak di nyalakan, kenapa gelap-gelapan? " tanyanya pada Habibah yang tertegun memperhatikan. Dia merasa familiar dengan suara orang itu. Siapa ya? Kayak pernah dengar suara ini tapi dimana dan siapa? tanyanya dalam hati.
Gadis yang di tanya tak menjawab malah berlalu meninggalkan dapur dan kembali ke kamarnya.
Setelah shalat subuh seperti biasa kegiatan harian nya adalah ke dapur, saat dia sedang berjongkok mengambil sayuran dari dalam kulkas, tanpa dia sadari ada seseorang yang membuka freezer yang tepat di atas kepalanya. Begitu gadis itu berdiri, tanpa sengaja kepalanya menanduk wajah orang yang ada di belakangnya.
" Awwww....!!" orang itu berseru kesakitan sambil memegangi bagian dagu hingga hidungnya. Habibah pun terkejut bukan kepalang, karena dia tak menyadari sama sekali kehadiran orang itu di belakangnya.
" Ma'af, ma'af..." betapa terkejutnya dia begitu dia berbalik dan melihat siapa yang ada di hadapannya itu.
" Mas Alvian ?!!" seru gadis itu dengan rasa terkejut yang masih belum hilang.
" Loh, kamu ngapain disini? " Alvian tak kalah terkejutnya begitu tau siapa yang berdiri dihadapannya itu.
" Saya kerja disini, mas sendiri ngapain disini?" tanyanya setelah hilang rasa terkejut nya sambil menutup pintu kulkas yang belum ditutup tadi.
" Aku akan tinggal di sini mulai sekarang" jawabnya dengan senyum yang mengembang. Betapa bahagianya begitu tau dia akan tinggal satu rumah dengan gadis yang selama ini membuatnya gelisah ini. Terimakasih tuhan, semoga hari-hari yang akan aku lalui disini bisa membuat hatinya menjadi milikku..
***
rasanya ketemu lagi sama calon gebetan tuh gimanaaa gitu๐๐
__ADS_1