Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Perpisahan 1


__ADS_3

Setelah hampir 2 jam akhirnya mereka menyelesaikan tugas mereka, dan merekapun bersiap-siap untuk pulang. Riya dan Faizah mereka di jemput oleh kakak-kakak nya dan habibah sendiri masih harus menunggu angkot. Saat keluar dari gerbang sekolah terdengar suara azan berkumandang, karena sudah memasuki shalat ashar. Sambil menunggu angkot Habibah menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat ashar terlebih dulu. Akhirnya Habibah pun menuju masjid yang berada tak jauh dari lsekolahnya. Setelah mengambil air wudhu, Habibah pun masuk ke dalam masjid dan ikut shalat ashar berjama'ah.


Setelah shalat ashar usai, habibah pun menuju rak sepatu yang di sediakan oleh pengurus masjid yang berada di samping pintu keluar untuk mengambil sepatu yang ia letakkan di sana. Saat sedang mengenakan sepatu, tiba-tiba ada yang menyapanya.


" tumben jam segini belum pulang?" tanya seseorang yang suaranya sudah sangat dia kenal, Purnomo.


" Eh, iya. " sahut habibah dengan sedikit terkejut sambil menoleh ke sumber arah suara itu datang.


" Mau pulang atau mau ada keperluan lain dulu?" tanya Purnomo.


" Mau pulang mas, lha mas sendiri kok masih disini belum pulang?" Tanya habibah.


" Iya, tadi masih ada kegiatan di sekolah. Biasalah persiapan untuk perpisahan nanti. Bantu teman-teman ngedekor gedung perpisahan. Kamu sendiri tumben baru pulang jam segini?" pria itu balik bertanya.


" Tadi habis ngisi surat undangan untuk orang tua wali murid dan tamu undangan yang akan di undang saat perpisahan nanti. Tapi udah selesai tinggal bagikan aja." sahut Habibah.

__ADS_1


" Yang bagikan undangan nya siapa?" tanya Purnomo lagi.


" Ada teman-teman yang lain yang sudah ditugaskan untuk membagikan undangan itu. Mungkin nanti saya cuma jadi penerima tamu undangan aja saat hari H nya." jawab gadis itu lagi.


" Mau pulang sekarang atau nanti nih?" tanya Purnomo.


" Sekarang, selain udah sore saya sudah gak ada yang mau dikerjakan.." jawab Habibah.


" Mau pulang bareng gak, kebetulan aku bawa motor" Purnomo mencoba menawarkan tumpangan pada Habibah.


" Kalau gak merepotkan, boleh aja" sahut Habibah. Dan entah kenapa tiba jantungnya berdegup dengan sangat kencang saat menerima tawaran dari pria tampan didepannya ini.


" Ayo naik" ajak pria itu sesampainya di dekat Habibah.


Dengan agak gugup, gadis itupun duduk di boncengan motor Purnomo. Ini adalah untuk pertama kalinya dia di bonceng oleh seorang pria. Dan pria pertama yang memboncengnya adalah pria yang slalu membuatnya berdebar-debar setiap kali dekat dengan pria yang sekarang duduk di sampingnya. Sementara Purnomo sendiri tak kalah gugupnya, dadanya berdebar dengan kencang sejak tadi, saat menawarkan tumpangan pada gadis itu dadanya sudah bergemuruh tak karuan. Dan saat gadis itu menerima tawaran untuk tumpangan nya , dia sangat gembira dan debaran di dadanya membuatnya tak bisa menggambarkan perasaan yang sedang dia rasakan. Tak menyangka bila gadis yang selalu memenuhi fikirannya siang dan malam itu mau menerima tawaran nya untuk pulang bersama. Dan itu yang pertama kalinya mereka bisa duduk berdekatan dengan jarak yang sangat dekat.

__ADS_1


Selama di perjalanan keduanya hanya diam, tak ada yang bersuara. Sama-sama tenggelam dalam lamunan masing-masing. Sampai akhirnya tiba didepan rumah sederhana milik keluarga habibah. Purnomo menghentikan laju motornya.


" Terimakasih banyak atas tumpangannya." ujar Habibah seraya turun dari motor.


" Sama-sama. " jawab Purnomo.


Ada penyesalan dalam hati pria itu, karena waktu terasa begitu cepat hingga perjalanan dari sekolah kerumah harus secepat itu berakhir. Ada rasa tak rela membiarkan gadis itu turun dari boncengan motornya. Ingin rasanya dia menahan waktu untuk bisa tetap berdekatan dengan gadis itu.


" Ah, apa boleh buat, sudah sampai depan rumahnya. Gak mungkin aku mau nahan dia untuk berlama-lama di dini" Batin Purnomo.


" Nanti malam kamu kemushola gak?" tanya Purnomo tiba-tiba. Gadis yang di tanya pun akhirnya menghentikan langkah kakinya yang sudah memasuki pekarangan rumah nya dan menoleh.


" Insya Allah pergi mas. Kenapa memang?" ujar Habibah .


" Gak apa-apa. Sampai jumpa nanti malam" ujar Purnomo sambil melambaikan tangan nya. Dengan senyum mengembang dia melanjutkan laju motornya kerumahnya yang hanya berjarak 100 meter dari rumah Habibah. Hatinya selalu berbunga-bunga jika dia bertemu dengan Habibah. Gadis yang dulu hanya bisa dia perhatikan dari jauh, sekarang sudah bisa berdekatan dengannya. Jangankan untuk bisa ngobrol, bisa berdekatan dengannya saja sudah buat jantungnya berdetak sangat cepat. Seperti orang yang habis lari maraton. Itulah hebatnya sesuatu yang dinamakan dengan **CINTA.

__ADS_1


***


gak apa-apa senyum lebar, asal jangan keterusan aja.. bahaya kalau sampai keterusan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™**


__ADS_2