Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Pernikahan Ricky


__ADS_3

Dua bulan setelah pertemuan itu, akhirnya telah ditetapkan hari pernikahan antara Ricky dan Nelly yang akan dilangsungkan sekitar pertengahan bulan Juni yang itu berarti sekitar 2 Minggu lagi. Ricky semakin mendekati hari H dia semakin gelisah. Entah apa yang membuatnya menjadi gelisah seperti itu. Orang tuanya pun sudah diberitahu akan hari yang membahagiakan itu, dan mereka berjanji akan datang 2 hari sebelum hari H. Sementara Nelly sendiri semakin rajin didapur, dia semakin rajin mencoba menu-menu yang baru. Dia juga banyak belajar dari Habibah dalam hal membuat kue-kue tradisional ataupun kue-kue modern yang sedang kekinian. Nelly sangat bersemangat sekali dalam hal itu.


Hari-hari yang dinantikan itupun tiba, Orang tua Ricky menginap dirumah Habibah. Dan betapa gembiranya mereka bisa bertemu dan mengenal langsung Habibah. Karena ternyata Ricky sangat sering menceritakan tentang diri Habibah terutana pada ibunya.


" Ibu senang bisa ketemu langsung dengan kamu Nur. Sudah sejak lama Ricky menceritakan tentang kamu, tapi sayangnya kita tak pernah bisa bertemu. Dan sekarang saat pernikahan Ricky justru bisa bertemu dengan kamu nak. Saat sekolah dulu Ricky sering mengatakan jika dia sedang mengejar seorang gadis yang bernama Nur Habibah. Dia mengatakannya selama beberapa tahun , mangkanya ibu kaget waktu tau orang yang mau dia nikahi orang lain. Dan ternyata kamu sudah menikah ya.. Padahal ibu suka sama kamu." celoteh ibu Karin pada Habibah. Habibah tentu terkejut mendengar semua itu.


" Ehmm.. maafkan saya Bu, itulah yang dinamakan bukan jodoh. Insyaallah yang jadi menantu ibu sekarang tak kalah baik dari saya, bahkan bisa jadi dia lebih baik dari pada saya. Kenapa saya bilang dia lebih baik dari pada saya? Sebab dia yang berjodoh dengan Ricky anak ibu. Dan saya ikut bahagia untuk Ricky." ucap Habibah sambil menggenggam erat tangan ibu Karin.


" Kamu benar-benar baik, ibu merasa beruntung bisa bertemu dengan kamu. Alangkah beruntungnya orang yang jadi suamimu." ibu Karin benar-benar merasa kagum pada Habibah.


" Tapi sayangnya itu gak benar Bu, jika saya sebaik itu mungkin saat ini saya gak akan menjadi janda. Saya ini gak sebaik yang dilihat oleh orang. Saya ini terlalu banyak kekurangannya, jadi jangan suka berlebihan dalam menilai seseorang." jawab Habibah sedikit terdengar getir dihati.


" Kamu janda? Bagaimana bisa orang seperti kamu bisa jadi janda? Sejak kapan kamu jadi janda Nur?" ibu Karin benar-benar terkejut mendengarnya bahkan dia tak percaya dengan apa yang dia dengar itu.

__ADS_1


" Sudah lama Bu.. Sejak anak saya lahir, saya dan suami saya berpisah. Yah, pernikahan kami tak bisa bertahan lebih daripada lima belas bulan. Jika saya ini sebaik yang dikatakan oleh Ricky atau ibu, saya gak akan seperti ini sekarang." ucap Habibah pahit.


" Ya Allah nak.. betapa bodohnya yang jadi suamimu itu. Dia tak bisa melihat ada berlian digenggamannya, ibu yakin suatu hari nanti dia akan menyesali keputusannya untuk bercerai dengan kamu." ibu Karin memeluk erat Habibah. Dia yakin jika Habibah tak seburuk itu, dia sudah melihat bagaimana Habibah mangkanya dia bisa meyakini apa yang sudah dia lihat. Habibah tak bisa berkata-kata lagi, hanya heran dengan cara berfikir ibubkarin yang sekilas mirip dengan ibu Sofia ibunya Purnomo.


Astaghfirullah.. bagaimana aku bisa lupa, bahkan aku lupa berpamitan saat aku kembali kesini. Ya Allah.. gara-gara terlalu merasa bersalah pada mas Purnomo sampai lupa berpamitan karena pergi dengan terburu-buru.


Habibah baru menyadari jika dia sudah berjanji akan menemui ibu Sofia jika dia akan kembali kerumahnya, tapi dia lupa karena terlalu terburu-buru.


Keesokan harinya akad nikah pun dilakukan dikediaman Syafi'i. Tamu wanita terpisah dengan tamu laki-laki. Tamu laki-laki berada diruang tamu bersama pengantin laki-laki beserta penghulu yang akan menikahkannya. Sedangkan tamu wanita berada di ruang dalam bersama mempelai wanita. Akad nikah berlangsung penuh khidmat, bahkan Ricky hanya perlu melakukan satu kali pengucapan akad. Setelah ijab qobul diucapkan, mempelai wanita menanti dengan gugupnya sampai kedua telapak tangan Nellypun basah karena keringat dingin. Setelah untaian doa telah dibacakan, waktunya mempelai laki-laki menemui mempelai wanitanya. Jantung Nelly berdegup sangat kencang, Habibah yang mendampinginya menggenggam tangan Nelly agar Nelly bisa lebih tenang. Ainun berada disisi yang lain Nelly membelai lembut punggung Nelly berharap ketegangan Nelly bisa berkurang.


Acara makan bersama dilakukan setelahnya, bahkan kini Ricky dan Nelly sudah duduk berdampingan. Walaupun wajah Nelly lebih sering menunduk karena malu karena terus digoda oleh orang-orang yang hadir disana. Namun Nelly nampak sangat bahagia dengan pernikahannya. Sementara Ricky sendiri walaupun terlihat bahagia, namun perhatian terkadang masih tertuju juga pada Habibah.


Rasa-rasanya aku belum melihat dan tau yang mana suaminya Nur. Sejak aku datang kemari sampai sekarang saat aku menikah, belum pernah sekalipun aku melihatnya.

__ADS_1


Ricky tiba-tiba sangat penasaran dengan keberadaan suami Habibah.


"Emm... Sayang, suaminya Nur itu yang mana? Aku kok belum tau dan belum dikenalin?" Ricky berbisik pada Nelly yang duduk disampingnya.


" Oh.. kak Habibah sudah lama cerai dari suaminya. Sejak habis melahirkan Zain, suaminya pergi dengan perempuan lain. Kasihan dech kak Habibah itu. Tapi dia adalah perempuan yang hebat, dia bisa seperti sekarang tanpa dukungan dari keluarganya sama sekali. Kak Habibah itu adalah perempuan idola Nelly disini. Semua orang disini sayang pada kak Habibah. Karena dia juga sangat baik pada semua orang." jawab Nelly polos. Nelly bahkan tak memperhatikan bagaimana ekspresi wajah suaminya saat mendengar jawaban dari dirinya itu. Ricky merasakan dadanya terasa sakit mendengar berita yang tak pernah dia tau sama sekali.


Nur.. bagaimana bisa kamu menyembunyikan semua ini dariku. Andai aku tau seperti ini keadaanmu, aku tak akan mau menjalani pernikahan ini. Aku tentu akan terus mengejarmu. Bagaimana kamu menjalani semua ini sendirian? Bagaimana bisa aku tak menyadari semua ini dari awal? Sekarang aku hanya bisa menyesalinya. Karena sekarang aku sudah menikah dengan wanita pilihanmu, dan aku tak mungkin meninggalkannya. Betapa malangnya dirimu, orang sebaik dirimu bagaimana bisa bernasib seperti ini. Suatu hari nanti kamu pasti bisa menemukan kebahagiaanmu dengan orang yang tepat. Sungguh bodoh dia yang telah meninggalkan dirimu, suatu saat dia pasti akan menyesalinya. Karena tak akan ada lagi wanita yang seperti dirimu.


Tanpa sadar Ricky meremas dadanya yang terasa sakit, bahkan dia tak menyadari jika air matanya mengalir di pipinya. Nelly yang melihat hal itupun terkejut.


" Mas, kenapa? Kamu sakit? Ayo kita masuk dulu, kalau begitu kamu istirahat dulu saja." ucap Nelly sambil memapah suaminya kedalam kamar pengantin mereka. Nelly nampak begitu khawatir melihat suaminya yang tiba-tiba seperti itu. Nelly membaringkan tubuh suaminya ditempat tidur mereka, Nelly pun melonggarkan pakaian yang dikenakan suaminya dengan membuka beberapa kancing atas pakaian jubahnya. Ricky hanya diam saja, dia masih belum bisa mengendalikan perasaan sakit yang tiba-tiba dia rasakan itu.


Maafkan aku Nelly.. Disaat hari bahagia ini aku justru menangisi orang lain. Aku berjanji, aku akan berusaha untuk mencintai dan menyayangimu dengan tulus. Tapi biarkan aku saat ini seperti ini. Biarkan aku menikmati perasaan sakitku ini, dan biarkan aku menikmati semua ini sendiri.

__ADS_1


***


tak bosan-bosan ya author minta dukungannya dengan like dan komennya juga votenya ya😚😚 terimakasih 🥰 🥰


__ADS_2