
Sudah beberapa bulan sejak pertemuannya dengan Purnomo, Habibah berusaha keras untuk melupakannya dari hati dan juga fikirannya. Walaupun itu sulit, namun dengan banyaknya kegiatan yang dia lakukan. sangat membantunya dalam melupakan sosok pria itu. Dia sedikit lega sebab dia sudah mengganti nomor handphone miliknya dan hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya.
Namun suatu malam setelah shalat isya, saat tubuhnya baru saja dia baringkan di tempat tidurnya. Tiba-tiba handphonenya berdering dengan sebuah nomor handphone yang tak dikenal terlihat di layar handphonenya. Sekali dua kali panggilan itu dia abaikan, saat berdering yang ketiga kalinya baru Habibah menerima panggilan itu.
" Assalamu'alaykum.." sapanya pelan.
" Wa'alaykumussalam warrahmatullah.. " jawab suara yang diujung panggilan itu.
" Maaf ini dengan siapa?" tanyanya singkat.
" Apa kamu sudah gak kenal dengan suaraku Nur?"
" Ehmm.. pak Zelly..?" tanyanya ragu.
" Syukurlah kalau kamu masih ingat aku.." ucap Zelly senang.
__ADS_1
" Bapak dapat nomor handphone saya dari siapa ? " tanya Habibah ingin tau dari mana Zelly mendapatkan nomor handphonenya
" Dari ibumu.." jawab Zelly dengan santainya.
" Ada apa bapak cari saya?" tanya Habibah lagi.
" Ya kangen lah Nur.. Memangnya kalau orang nelpon kalau lama gak ketemu karena apa? Nagih hutang? Kalau kamu merasa punya hutang ya gak apa-apa sekalian aja kamu lunasin sekarang." ujar Zelly masih dengan santainya.
" Serius dong pak, ada apa bapak telpon saya malam-malam begini?" tanya Habibah tak sabar.
" Stop deh pak,.."
" Pak lagi pak lagi.." sela Zelly..
" Iya.. Mas, bisa gak mas berhenti bicara omong kosong? saya tanya serius ini mas..?" Habibah terdengar semakin kesal pada Zelly.
" Aku gak omong kosong Nur. Aku serius kalau aku kangen sama kamu. Aku juga gak tau kenapa aku bisa kangen sama kamu tapi rasa kangen ini beneran Nur.. Terus aku harus bagaimana?" ucap Zelly serius..
__ADS_1
" Gak tau kenapa, sejak kamu berhenti kerja aku merasa sepi gak ada kamu. mungkin karena selama ini aku gak pernah bertemu dengan gadis seperti kamu. Aku tau, jarak umur kita jauh. Tapi aku juga gak berharap agar kamu bisa menerima perasaanku ini. Aku hanya ingin kamu tahu tentang perasaanku ini sama kamu. Aku bisa dengar suara kamu aja aku sudah senang. Asalkan kamu mau terima telpon dariku itu sudah cukup kok Nur. Aku tau diri juga Nur, aku ini gak pantas dengan kamu. Bagiku kamu itu terlalu istimewa, sedangkan aku ini gak ada apa-apanya dibandingkan dengan kamu. Jujur saja, aku merasa minder kalau harus berhadapan dengan kamu. Selama ini aku banyak belajar dari kamu mengenai banyak hal. Banyak hal-hal baru yang mungkin selama ini aku gak tau atau mungkin aku gak perdulikan walau sebenarnya aku tau. Tapi sejak aku mengenal kamu, membuat aku menyadari banyak hal yang selama ini jauh dari hati dan fikiranku. Aku jadi lebih mengerti begitu berarti dan berharganya hal-hal yang mungkin selama ini aku sepelekan dan remehkan dalam hidupku ternyata itu sangat penting untuk difahami dan di hargai. Mungkin selama ini sikapku begitu menyebalkan untukmu. Tapi sejujurnya itu hanya untuk menutupi perasaanku yang sesungguhnya sama kamu. Aku takut kalau kamu tau tentang perasaanku ini kamu akan menjauh dariku. Selain itu, aku sendiri berusaha menolak dengan keras perasaan ini, tapi aku gak bisa Nur. Semakin aku berusaha menolak aku semakin tersiksa dibuatnya. Karena aku tau kamu sama sekali tak punya perasaan itu padaku. Sekarang aku berterus terang bukan ingin mengganggumu , sebab akupun gak lama lagi harus pulang kerumah orang tuaku untuk menerima perjodohan. Walaupun hatiku tak mau, tapi aku tak punya pilihan selain menerima perjodohan ini. Sebab mereka menunggu aku sendiri yang menentukan pilihan tapi aku tak mampu, sebab gadis yang aku mau tak mungkin mau denganku. Habibah... Tak usah merasa terbebani dengan ucapanku ini. Anggap saja aku gak pernah mengatakan apapun padamu. Aku hanya ingin kamu tau aja kalau selama ini aku ada hati sama kamu. Hanya itu saja.. Dan mungkin ini adalah telpon aku yang terakhir kalinya sebelum kita sama-sama menikah walau aku berharap bukan yang terakhir, tapi pastinya kita tak boleh telponan lagi setelah menikah." akhirnya Zelly mengutarakan semua isi hatinya pada Habibah. Entah kenapa tiba-tiba dia merasa begitu tenang setelah mengatakan semuanya.
" Tak seharusnya mas suka pada saya, tak ada yang bagus dari saya yang bisa jadi alasan mas suka pada saya. Dan mas tak perlu merasa rendah diri di hadapan saya sebab yang seharusnya merasa seperti itu sebenarnya adalah saya mas. Saya hanya orang kampung yang anggap saja tak berpendidikan dan tak banyak mengerti tentang pergaulan. Jadi gak ada yang layak disukai dari saya." ucap Habibah pelan.
" Siapa yang bilang kalau kamu gak layak di sukai? Kamu sangat layak disukai siapa saja Nur, karena kamu itu istimewa. Kamu itu Unik, itu sebabnya aku bilang selama aku hidup baru aku bertemu gadis yang seperti kamu. Kamu itu langka, dan mungkin aku gak akan bisa menemukan seorang gadis yang seperti kamu lagi. Meskipun usia kita terpaut jauh, tapi itu benar adanya. Aku mengatakan ini tulus dari hatiku, aku minta maaf jika selama ini aku banyak menyakiti hatimu..." ucap Zelly lembut.
" Sama-sama mas, saya juga minta maaf kalau selama ini banyak berbuat salah baik yang saya sengaja ataupun yang gak saya sengaja. Terimakasih banyak atas semua yang sudah mas lakukan untuk saya, terimakasih juga karena sudah suka pada saya. Dan semoga perasaan mas yang sebenarnya hanya sebatas kagum bukan karena cinta. Tapi saya tetap harus bilang terimakasih untuk semuanya. Dan maaf juga bila saya sudah menyakiti atau mengecewakan hati mas. Oh ya maaf mas, sepertinya ini sudah larut malam, bisakah kita akhiri ngobrolnya sekarang sebab besok saya harus bangun pagi. " kata Habibah mencoba mengakhiri obrolan mereka.
" Baiklah Nur, kamu benar.. besok kamu harus kerja. Terimakasih kamu sudah mau mendengarkan semua ungkapan isi hatiku ini. Walaupun hanya sebatas ungkapan saja, tapi aku sudah lega sekarang. Setidaknya aku gak akan merasa menyesal karena tak pernah mengatakannya pada kamu. Mungkin mulai esok aku hanya bisa merindukanmu saja. Aku harap kamu bisa berbahagia kelak. Dan aku berharap suatu saat nanti aku masih bisa melihatmu dengan senyum manis di wajahmu. Baiklah Nur, selamat malam.. Assalamu'alaykum..." ucap Zelly mengakhiri panggilannya.
" Wa'alaykumussalam warrahmatullah.." jawab Habibah.
Dia tak menyangka jika selama ini Zelly pun jatuh hati padanya. Dia baru mengerti mengapa sikap Zelly itu dirasa aneh dimatanya. Ternyata sikap itu hanya untuk menutupi perasaannya pada Habibah saja. Istimewa? Apanya yang istimewa dari saya? Mungkin perasaan cinta memang begitu, bisa membuat orang yang dicintai selalu terasa istimewa walaupun sebenarnya bagi orang lain gak istimewa dan biasa aja. Yah, pak Zelly.. semoga nanti bapak pun bisa berbahagia dengan pernikahan bapak..
***
terus beri dukungannya ya, dengan like dan komennya kalau boleh vote juga ya.. terimakasih 🥰🥰
__ADS_1