Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Menjelang Perpisahan


__ADS_3

Akhirnya Alvian menghadapi ujiannya dengan perasaan gelisah. Karena waktu dia gak yakin bisa dekat dengan gadis yang selama ini membuat dia penasaran itu sebelum dia pergi ke Ibukota.


Alvian akan melanjutkan studinya di sebuah Universitas terkenal di ibukota. Karena Alvian termasuk anak dari keluarga yang berada dan cukup terpandang dikampungnya.


Sepulang sekolah Alvian sengaja menunggu di depan pintu gerbang sekolahnya Habibah. Berharap gadis itu mau dia antar pulang dengan motornya. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya orang yang di tunggu keluar juga. Dengan sedikit terburu-buru Alvian menghampiri Habibah yang berjalan seorang diri.


"Hai Habibah!" sapa Alvian sembari mendekat.


" Ya. Ada apa ya mas? " jawab Habibah dengan raut wajah yang menunjukkan rasa heran dan rasa tak suka pada Alvian.


" Mau langsung pulang ya?" ucap Alvian mencoba berbasa-basi. Karena sedikit terganggu dengan tatapan tajam mata Habibah.

__ADS_1


" Iya, emang kenapa?" jawab Habibah masih dengan nada dan tatapan yang sama pada Alvian.


" Mau aku antar pulang gak, sekalian aku juga mau pulang kan kita se arah juga pulangnya" jawab Alvian dengan sedikit gugup menawarkan tumpangan pada Habibah.


" Gak deh mas, saya biasa naik angkot. Lagi pula kita baru kenal gak baik dilihat orang. Kalau begitu saya duluan mas" kata Habibah sambil berlalu meninggalkan Alvian yang masih termangu menatap punggung Habibah menjauh lalu menghilang di dalam sebuah angkot.


Alvian masih termenung didepan pintu gerbang sekolah itu tanpa memperdulikan tatapan heran dari orang yang berlalu-lalang disekitar pintu gerbang sekolah itu. Alvian masih memikirkan sikap gadis yang ingin dia dekati tadi itu dengan perasaan yang campur aduk.


Dia tak habis pikir dan terus bertanya pada diri sendiri, bagaimana bisa ada gadis yang seperti Habibah ini? Biasanya gadis itu identik dengan lemah lembut, manja, ramah dan hangat.


Tak terasa waktu ujian pun usai dan tinggal menunggu hasilnya saja. Persiapan untuk acara perpisahan sekolah pun mulai di susun. Sehingga siswa yang menjadi pengurus dan anggota OSIS pun mulai sibuk dengan tugas masing-masing. Agus adalah ketua OSIS di sekolah Habibah. Selain pintar, Agus juga salah satu siswa yang jadi idola disekolah karena ketampanannya. Agus juga orang yang supel dan ringan tangan. Tak pernah segan untuk membantu siapa saja yang memerlukan bantuan darinya.

__ADS_1


Hampir semua siswi selalu mencari perhatian dari ketua OSIS yang jadi idola itu. Hanya Habibah seorang yang tak pernah tertarik dan mau mengenal ketua OSIS sekolahnya. Habibah hanya namanya saja tapi tak pernah tau bagaimana wajah Agus yang jadi idola di sekolahnya itu.


Walau Habibah menjadi Siswi yang selalu masuk peringkat tiga besar disetiap tahunnya. Tapi tak membuat Habibah dikenal karena prestasi nya itu, melainkan dikenal karena sosoknya yang dingin dan cuek.


Walaupun ada beberapa kegiatan disekolah yang dia ikuti, tapi sikap dingin, cuek dan pendiamnya itu membuat kesan sombong bagi sebagian besar orang. Hingga membuat orang yang berada di sekitar nya menjadi segan.


Begitu pula saat semua sibuk dengan persiapan perpisahan sekolah itu tak ada yang berani meminta bantuan darinya selain Agus sang ketua OSIS. Bukan Habibah tak menyadari sikap teman-teman nya itu.


Hingga Habibah pun membatu dengan inisiatif nya sendirian saja. Meski dia merasa tak nyaman dengan pandangan dan penilaian teman-temannya tentang dirinya, namun dia juga tak bisa menyalahkan mereka.


Karena pada kenyataannya mereka memang tak mengenal dirinya walaupun setiap hari bertemu, namun sangat jarang mereka ada komunikasi satu sama lain.

__ADS_1


***


susahnya menghadapi orang pendiam yah, ada yang pernah mengalaminya?


__ADS_2