Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Ingin pulang


__ADS_3

Tiga hari dirawat di Rumah Sakit untuk pemulihan, akhirnya Habibah diperbolehkan pulang. Dengan sebuah catatan dari dokter bahwa dia harus benar-benar rileks dan tak banyak fikiran. Agar kejadian seperti beberapa hari yang lalu itu tak terulang. Qodir yang sedang berada diluar kota pun tak bisa berbuat apa selain berdoa agar istri dan anak yang kandung istrinya itu baik-baik saja. Qodir yang tak bisa pulang selama Habibah di rawat dirumah sakit terus meminta kabar dari ibunya tentang kondisi istrinya. Dia tak bisa pulang sebab sedang pergi dinas keluar kota selama satu Minggu. Dia tak bisa meninggalkan pekerjaannya walaupun dia sangat ingin menemani istrinya dirumah sakit. Tapi ibunya berusaha untuk menenangkannya agar Qodir fokus pada pekerjaannya saja.


Sesampainya di rumah, Habibah hanya duduk di sisi ranjangnya. Dia tak mengatakan sepatah katapun sejak keluar dari rumah sakit. Dia hanya menatap handphone yang ada digenggamannya. Entah apa yang sedang dia fikirkan saat itu. Entah dia ingin menghubungi seseorang atau menunggu seseorang menghubunginya. Yang pasti ekspresi wajahnya menunjukkan kegundahan.


" Sayang... Apa yang kamu fikirkan? Jangan terlalu banyak berfikir hal-hal yang gak perlu difikirkan.. Ingat pesan dokter sebelum kita pulang tadi, jangan sampai kamu stres lagi. Karena itu berbahaya buat bayimu ini. Kalau ada sesuatu kamu bisa bicarakan dengan mama kan? Jangan disimpan sendiri.." ibu mertuanya itu tiba-tiba muncul di ambang pintu kamarnya dan menghampirinya lalu mengusap kepalanya dengan lembut.


" Bibah gak apa-apa kok ma... Bibah cuma ingin pulang ke kontrakan Bibah. Mas Qodir lama diluar kota pasti rumah sangat kotor karena gak ada yang bersihkan." Habibah mencoba memberi alasan yang masuk akal. Walaupun sebenarnya bukan itu alasan yang sebenarnya. Dia hanya tak ingin membuat ibu mertuanya itu risau.


" Ayo makan dulu, kamu belum makan lho sayang.. Kasihan anak kamu kalau kamu lambat-lambat makan, bisa-bisa dia kurang gizi nanti. Mama tadi masak kepiting asam manis pedas kesukaan kamu lho... " ajak mertuanya seraya meraih tangan menantu kesayangannya agar dia bangun dari duduknya. Habibahpun terpaksa mengikuti ibu mertuanya itu menuju meja makan, walaupun dia benar-benar tak ingin. Dia tak ingin menyakiti hati ibu mertuanya itu jika dia sampai menolak.


Setelah makan siang, Habibah duduk di ruang tamu dan menonton tv. Karena bosan dengan acara yang ditontonnya, dia meraih remote control yang ada diatas meja dan nencari channel yang menayangkan acara yang bagus menurut Habibah. Tiba-tiba dia melihat Channel khusus acara anak-anak yang menayangkan film kartun. Yah, dia akhirnya menonton film kartun itu hingga shalat ashar tiba. Mertuanya yang melihat hanya bisa tersenyum senang menyaksikan menantunya itu akhirnya bisa tersenyum dan tertawa setelah menonton film kartun.


Disaat Habibah baru berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil air wudhu, tiba-tiba salah seorang istri dari kakak iparnya melewatinya menuju dapur.


" Pantas aja kelakuannya seperti anak kecil, ternyata dia memang masih anak kecil. Tontonannya aja film kartun gitu.." sindirnya sinis pada Habibah. Habibah hanya diam mendengar sindiran dari istri kakak iparnya itu.


" Rina... kamu apa-apaan sih Rin.." tegur ibu mertuanya.


" Mama tuh ya, dia aja yang selalu dibela dan dimanja.. Dia itu bukan anak kecil ma, apa karena dia hamil lalu mama mau manjain dia terus? Ma, aku juga menantu mama, tapi mama gak pernah manjain aku seperti mama manjain dia. Mama tuh pilih kasih tau gak.. Dia selau jadi anak emas, jadi menantu kesayangan, apa gak boleh aku cemburu?" sahut Rina memotong ucapan ibu mertuanya


Habibah dan juga ibu mertuanya hanya diam mendengar ocehan Rina. Rina benar-benar sudah tak bisa lagi menahan perasaan cemburunya itu pada Habibah. Habibah beranjak meninggalkan Rina dan ibu mertuanya untuk melaksanakan shalat ashar tanpa bicara sedikitpun. Hatinya yang sempat terhibur telah kembali gundah sebab ucapan istri dari kakak iparnya itu. Selepas shalat ashar Habibah tak keluar lagi dari kamarnya. Dia meraih handphonenya dan ditatapnya sebuah nama yang terpampang di layar handphonenya itu. Dia terlihat ragu untuk menghubungi nomor itu, entah apa yang membuatnya ragu. Saat Habibah sedang termangu dengan keraguannya, tiba-tiba handphonenya berdering membuat Habibah terkejut karenanya. Dilihatnya sebuah panggilan dari nama yang sejak tadi dia pandangi, entah kenapa tiba-tiba dia menangis setelah mengetahui siapa yang menghubunginya disaat itu.


" Assalamu'alaykum.." sapa dari ujung telepon diseberang sana.

__ADS_1


" Wa'alaykumussalam.." jawab Habibah seraya menahan tangisnya.


" Kamu kenapa? Kamu nangis ya? Ada apa? Kamu sekarang dimana? Mama mana?" tanyanya panjang.


" Mas, kamu kenapa baru telpon saya? Mas, saya mau pulang. Saya gak mau melahirkan disini,. saya mau dirumah aja." sahut Habibah tanpa menjawab satupun pertanyaan dari suaminya.


" Memangnya ada apa sih sayang? Kalau disana nanti gak ada yang urus kamu lho. Kalau ditempat mama ada banyak orang yang bisa ngurus kamu kalau kamu melahirkan. Kalau disana kamu repot sendiri kalau aku pergi kerja..."


"Pokoknya saya mau pulang.. Secepatnya jemput saya pulang.." tangis Habibah yang ditahan sejak tadi akhirnya pecah juga. Qodir yang mendengar tangisan Habibah yang tak biasa ditunjukannya itupun menjadi panik.


" Oke.. Oke.. Kamu.. kamu tenang dulu, aku akan jemput kamu secepatnya. Tapi kamu jangan nangis lagi ya.. Aku akan usahakan jemput kamu secepatnya." jawab Qodir berusaha menenangkan istrinya.


" Kapan mau jemputnya?" tanya Habibah .


" Iya.. "jawab Habibah singkat.


" Ya sudah, sekarang kamu istirahat aja dulu. Aku masih ada kerjaan sedikit, nanti kalau ada waktu aku telpon kamu lagi." kata Qodir seraya mengakhiri panggilannya.


Ternyata Qodir menelpon ibunya, dia sangat ingin tau apa yang membuat istrinya itu sampai memaksa untuk pulang ke rumah kontrakan mereka. Bahkan istrinya sampai menangis seperti itu, dia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi dirumah ibunya itu.


" Assalamu'alaykum.." ucap Qodir ibunya menerima panggilan darinya.


" Wa'alaykumussalam.." sahut ibunya.

__ADS_1


"Ma, apa kabarnya?" tanya Qodir berbasa-basi.


" Alhamdulillah baik nak, kamu sendiri bagaimana kabarmu?"tanya ibunya.


" Alhamdulillah baik juga ma, mama jangan khawatirkan aku. Oh iya ma, apakah ada sesuatu yang terjadi di sana?" tanya Qodir akhirnya.


" Kejadian apa?"ibunya nampak bingung dengan pertanyaan anaknya itu.


" Begini ma, istriku tiba-tiba minta dijemput pulang ke rumah kontrakan kami. Aku kira ada sesuatu yang terjadi di sana. Mangkanya aku tanya mama, karena dia ngotot mau pulang ma.. " kata Qodir menjelaskan.


" Mungkin dia gak nyaman ada disini nak, orang hamil kan gak bisa di samakan dengan orang normal biasa yang gak hamil. Harus dimaklumi aja kalau banyak hal yang diluar kebiasaannya. Jangan dijadikan masalah, karena pembawaan orang hamil itu beda-beda. Jadi jangan marah jika ada hal yang gak kamu sukai dari istrimu selama dia hamil ini. Kamu harus jaga betul perasaannya itu, karena orang hamil perasaannya jadi lebih sensitif. Kalau memang dia minta pulang, maka kamu harus ikuti keinginannya itu. Karena kalau dipaksakan dia ada disini nanti gak akan jadi baik buat istrimu. Malah bisa-bisa istrimu depresi lagi. Mama gak ingin istri dan anakmu jadi kenapa-napa kalau dia dipaksa tinggal disini. Walaupun mama ingin istrimu melahirkan disini, tapi kalau dia sudah maunya pulang maka kamu harus jemput dia untuk pulang..." nasehat ibunya pada Qodir.


" Baiklah kalau begitu ma.. dua hari lagi aku baru selesai dengan kerjaan disini. Sementara aku titip istriku dulu ya ma.. Maaf merepotkan mama.." jawab Qodir.


" Mama gak merasa direpotkan kok nak.. Mama senang dia ada disini. Tapi apa boleh buat kalau dia sudah minta pulang, mama hanya ingin yang terbaik aja buat dia." jawab ibunya.


"Terimakasih ma atas pengertian mama. Sudah dulu ya ma.. Assalamu'alaykum.." Kata Qodir mengakhiri obrolan.


"Wa'alaykumussalam.." jawab ibunya seraya menutup panggilan. Jadi ini yang buat dia murung setiap hari? Kenapa aku gak kepikiran sampai kesana... Dia pasti merasa terganggu dengan sikap Rina.. Aih..gak tau harus bagaimana aku menghadapi Rina. Ya Allah, beri kau kesabaran yang lebih besar dalam hatiku ini...


***


seneng ya punya mertua yang baik🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2