Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Sama-sama mengharap


__ADS_3

Dona terkikik geli sambil meletakkan kembali ponsel milik kakaknya di atas meja. Dia bahkan bersikap seolah tak terjadi apapun barusan. Dona menghampiri kakaknya yang masih sibuk didapur dengan mengaitkan kedua tangannya di belakang badannya sambil di goyang-goyangkan ke kiri dan kanan.


" Lagi buat apa sih kak?" tanya Dona pada Habibah sambil menaruh dagunya di bahu Habibah.


" Lagi masak sayur asem buat makan siang nanti, kamu ngapain sih Don ah.. Berat tau..! Dari pada kamu gangguin gak jelas, baik bantuin kek biar cepat selesai. Biar cepet ngerjain yang lain lagi." ucap Habibah sambil terus mengerjakan pekerjaannya.


" Aku mau temanin kakak aja kok, lagian kan jarang-jarang aku mau nemenin kakak masak." Sahut Dona sambil menyambar tempe goreng yang ada di atas meja lalu memakannya dengan santai.


" Kamu tuh sudah besar Don, harus belajar masak. Masa kamu sama cowok aja udah tau centil, masa masak aja masih belum bisa. " tegur Habibah pada adiknya.


" Mangkanya kalau kakak nikah gak usah pindah rumah, disini aja biar kita tetep bareng dan aku gak usah repot harus masak kan kak?" jawab Dina asal.


" Kalau kita nikah, ya harus ngikut sama suami lah Don. Mana boleh hanya menurut keinginan sendiri." jawab Habibah masih berkutat dengan pekerjaannya yang sedang mengulek sambal.


" Jadi nanti kalau kakak nikah sama kakak iparku yang ganteng itu juga bakal pergi dari rumah ini? Kenapa gak tinggal disini aja sama seperti waktu kakak sama mas Purnomo dulu...." dona menghentikan ucapannya, dia sadar telah salah bicara dengan menyebutkan nama almarhum suaminya.


Habibah yang sedang mengulek sambelpun menghentikan gerakan tangannya dan tertegun untuk beberapa saat.


Ada rasa perih dan kesedihan yang tiba-tiba merayap dalam hatinya begitu nama almarhum suaminya disebutkan.


" Emm.. Dulu mas Pur dan orang tuanya kan tinggal disini Don, kita hanya berjarak berapa rumah dah sampai dirumah orang tuanya. Sedangkan mas Zelly kan gak tinggal disini dan orang tuanya pun gak tinggal disini. Jadi kakak harus ikut kemanapun suami kakak nanti akan bawa kakak." jawab Habibah pelan sambil melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat terhenti.


" Nanti Dona gak mau ah cari suami orang jauh-jauh, cukup orang sini aja biar masih bisa tinggal sama mama." Dona menjawab dengan entengnya pernyataan Habibah.


Habibah mendengus pelan mendengar perkataan adik bungsunya itu, tapi dia tak menanggapinya lagi. Melainkan segera menyiapkan hasil masakannya di atas meja agar setelah shalat Dzuhur nanti mereka tinggal menyantapnya tanpa repot menyajikannya lagi.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 12, Habibah bergegas membersihkan diri dan melaksanakan shalat Dzuhur, setelahnya mereka makan siang bersama.


" Uma, kapan Om ganteng datang lagi kesini?" Nur Laily tiba-tiba menyeletuk ditengah-tengah makan siang mereka.


Pertanyaan Nur Laily itu sontak membuat semua mata memperhatikannya dengan menghentikan aktivitas makan mereka sejenak.


" Memangnya kenapa sayang?" tanya Habibah dengan sedikit keheranan.


" Gak apa-apa sih Uma, cuma rasanya gak sabar aja untuk punya Abah baru.. " jawabnya santai tanpa menyadari tatapan yang mengarah padanya.

__ADS_1


" Insyaallah seminggu lagi Nur, kamu dan Zain udah punya ayah baru." celetuk Dona menimpali.


" Seminggu lagi? Beneran Uma...?" tanya gadis kecil itu minta kepastian dari ibunya.


Habibah hanya mengangguk pelan, tapi itu sudah cukup membuat wajahnya berbinar-binar.


🍀🍀🍀


Saat malam datang, seusai shalat isya.. Habibah mengecek ponselnya. Tapi tak ada pesan atau chat dari Zelly. Entah kenapa tiba-tiba ada sedikit rasa kecewa tersirat dari wajahnya.


Katanya sungguh-sungguh dan akan selalu buat aku senang dan nyaman.


Tapi baru juga beberapa hari melamar, dia sudah gak pernah menghubungi aku lagi.


Sebelum kerumah aja bilangnya selalu kangen.


Tapi ini sudah tiga Minggu dari lamaran hari itu, dia gak ingat buat sekedar kirim pesan atau chat apalagi telepon.


Masa iya harus aku duluan yang ngechat dia?


Tapi...


Tunggu... Tunggu...


Aku ngapain mikirin soal chat mengechat sih?


Apa urusannya dia mau ngechat atau gak sama aku?


Terserah dia mau ingat atau gak sama aku, apa perduliku?


Tapi, kita kan mau nikah. Masa dia gak tanya soal persiapan pernikahan atau gimana kek.


Nyebelin banget...!


Entah kenapa tiba-tiba Habibah terus menggerutu dalam hatinya. Walaupun dia berusaha tak perduli, tapi tanpa dia sadari dia terus menggerutu dan merasa tak suka dengan sikap dari Zelly yang belum ada kabarnya dalam waktu tiga Minggu ini.

__ADS_1


Dengan mendengus pelan, Habibah membaringkan tubuhnya di atas pembaringan. Tapi, handphone yang biasanya akan dia letakkan diatas nakas kini entah kenapa terus dia genggam dan tatap. Seolah dia menunggu seseorang untuk menghubunginya atau hanya sekedar mengiriminya chat. Sampai akhirnya diapun tertidur dengan masih menggenggam ponsel ditangannya.


Sementara di tempat lain, ada Zelly yang sangat gelisah menatap ponsel dalam genggamannya. Dia sangat ingin mengirimkan sebuah chat untuk menanyakan kabar wanita pujaannya. Tapi dia teringat kembali dengan ucapan calon adik iparnya, jika mereka tak boleh berhubungan dalam bentuk apapun. Jangankan telepon, sekedar chat saja tak boleh. Alasannya karena mereka harus dipingit sebelum mereka bertemu di hari H pernikahan.


Habibah yang gelisah karena tak ada kabar dari Zelly,. yang tak tau jika dia sudah kena kejahilan dari adiknya hanya bisa merasa jengkel ada Zelly.


Begitupun dengan Zelly, yang tak menyadari jika dia sudah kena kejahilan calon adik iparnya yang mengatakan bahwa mereka harus dipingit. Alhasil sekarang dia merasa tersiksa menahan rasa rindu dalam hatinya.


Demi mengalihkan perasaan rindunya pada Habibah, akhirnya dia menghubungi Rudy dan Zacky. Dia ingin bertemu dengan mereka untuk mengurangi keresahan dalam hatinya.


"Rud, kau dimana?" tanya Zelly tanpa berbasa-basi dulu begitu Rudy menerima panggilannya.


" Aku dirumah, ini baru mau ajak istri dan anakku makan diluar. Kenapa?" jawab Rudy dengan sedikit kesal, karena sahabatnya itu menelpon nya dengan tanpa basa-basi salam atau sejenisnya terlebih dulu. Tapi dia faham betul, jika saat ini pasti Zelly sedang dalam mood yang tak bagus.


" Aku ikut nimbrung gak apa-apa ya..? Ajak Zacky sekalian, biar aku gak bosen. Boleh ya Rud..." pinta Zelly setengah merajuk.


" Kamu ini sekarang jadi kayak cewek aja sih Zell. Yang suka merajuk tuh cuma cewek Zell, bukan cowok. Ada apa sih, kok sampe begitu banget?" tanya Rudy heran . Karena memang Zelly tak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.


" Gak apa-apa, cuma aku mau gabung aja. Aku bosen disini, selama seminggu disini masa aku gak ngapa-ngapain? Kan bosen.." keluhnya.


" Sejak kapan kamu bisa ngucapin kata bosen itu Zell? Biasanya juga kami paling betah sendirian, kalau di ajak nongkrong gak pernah mau. Tumben-tumbenan kamu yang ngotot begini. Kamu gak lagi kesambet kan Zell?" ucap Rudy yang makin keheranan dengan sikap Zelly.


" Ya udah kalau gak boleh, aku cari Zacky aja..."


" Eh, bukan gitu Zell. Aku heran aja sama kamu sekarang ini. Ya udah kalau gitu, datang aja ke cafe tempat biasa kita nongkrong dulu. Aku tunggu disana." selesai bicara Rudy mengakhiri pembicaraan mereka tanpa basa-basi.Hal itu membuat Zelly nampak kesal. Karena biasanya kalau Rudy akan menutup telepon itu pasti ada basa-basi dulu baru tutup telepon, bukan seperti saat ini.


Walaupun dengan hati agak sedikit kesal, akhirnya Zelly keluar dari penginapan untuk menuju cafe tempat biasa Zelly dan Rudy nongkrong dulu yang sebelumnya dia telah menghubungi asisten sekaligus temannya Zacky yang menginap dirumah salah seorang temannya disana.


Zelly datang lebih dulu yang disusul oleh Zacky, dan Rudy datang setelah Zelly baru saja selesai memesan makanan dan minuman favorit mereka di tempat itu.


" Mana istrimu, katanya mau keluar bareng anak dan istrimu..?" tanya Zelly pada Rudy, karena melihat Rudy datang seorang diri tanpa adanya anak serta istrinya seperti yang dikatakan oleh Rudy tadi ditelepon.


" Emang kamu fikir istriku mau ada ditengah-tengah para lelaki sementara dia seorang perempuan sendirian disini?" ketus Rudy sambil menjatuhkan bokongnya di kursi dengan malasnya.


" Lagian kamu kenapa sih Zell? Kalau kamu lagi bosan kan sudah ada Zacky, kenapa harus ganggu aku juga sih? Acara makan malam ku bareng anak istriku terpaksa dibatalkan cuma karena kamu doang.. Lagian kamu pakai acara bosan segala macem,. selama kau ngejomblo juga gak pernah denger kamu bilang bosan di mess.. Malahan kamu sering nolak kalau kita ajak jalan dan nongkrong. Lha sekarang kamu malah ngerengek kayak cewek yang lagi datang bulan aja.." sungut Rudy panjang lebar melengkapi wajahnya yang sudah berlipat-lipat entah berlipat berapa lipatan.

__ADS_1


" Bang Ze..."


__ADS_2