Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Marah besar


__ADS_3

Saat malam hari, orang tua Habibah tak melihat gadis itu keluar dari kamarnya bahkan gadis itu mengunci pintu kamarnya. Tak bicara dengan siapapun dirumah itu, membuat orang tua dan adik-adiknya merasa khawatir. Karena mereka belum mengetahui kejadian disore hari itu. Karena saat kejadian itu kondisi rumah memang hanya ada Habibah sendiri yang lain masih belum pulang. Sampai pagi tiba mereka juga tak melihat gadis itu berangkat kerja. Akhirnya ibunya mengetuk pintu rumahnya dan menanyakan apakah dia tak kerja hari itu. Gadis itu hanya menjawab sedang tak enak badan saja. Saat jam menunjukkan pukul sembilan pagi itu, tiba-tiba ada seseorang datang bertamu kerumah orang tua Habibah. Ibunya yang masih berada di rumah pun heran melihat kedatangan tamu itu.


" Assalamu'alaykum Bu, saya Zelly rekan kerjanya Nur. Apakah Nur nya ada dirumah?" sapanya sopan seraya memperkenalkan diri sebagai rekan kerja dari Habibah bukan sebagai atasannya.


" Wa'alaykumussalam..Oh, iya masuk dulu sebentar saya panggilkan dulu anaknya.." sahut Ibu Fatma mempersilahkan tamunya agar masuk dan duduk.


" Nak, ada teman kerjamu datang.. cepat buka pintunya dan temui temanmu itu.." ucap ibunya memberitahukan kedatangan tamu untuknya.


Dengan langkah gontai Habibah melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu dimana Zelly sedang duduk menunggunya.


" Senang benar kamu ya santai-santai dirumah sementara yang lain berpanas-panasan disana kamu malah asyik baring- baring aja di kasurmu." cerca Zelly begitu melihat Habibah muncul di hadapannya.


" Ada apa bapak kesini? Disini bukan kantor yang berarti bukan daerah kekuasaan bapak, sebaiknya bapak gak usah berlagak disini" balas Habibah sambil duduk di hadapan Zelly.


" Sama tamu itu harus manis dan ramah Nur bukan jutek begitu dengan wajah yang di tekuk entah jadi berapa lekukan itu.. Gak sopan tau..! " cela Zelly tanpa menghiraukan kedatangan ibunya Habibah yang menyuguhkan air teh hangat dimeja.


" Gak usah repot-repot Bu, tapi kalau ada makanan ringannya juga boleh kok Bu di keluarkan.." ujarnya sambil bercanda ringan.


Setelah itu ibunya pun pamit untuk menyusul ayahnya Habibah ke kebun. Yang otomatis hanya tinggal mereka berdua dirumah. Habibah pun mulai gelisah. Dan akhirnya memberanikan diri untuk mengajak Zelly duduk di teras rumahnya.


" Kapan kamu bisa balik kerja lagi? Gak ada kamu sepi lho.." ucap Zelly memecah keheningan.

__ADS_1


" insya Allah saya akan kerja besok, lagipula seharusnya bapak senang kalau gak ada saya ya pak? Jadi gak ada yang suka bantah kata-kata bapak?" ucap Habibah lirih.


" Lagipula kenapa bapak harus repot-repot datang kemari? Kalau ada yang tau bapak kerumah saya bisa-bisa salah faham lho pak dan saya gak mau kalau nanti ada gosip jelek. Memangnya bapak gak takut kalau nanti digosipin jelek?" kata-katanya menunjukan keberatan dengan kedatangan atasannya itu kerumahnya.


" Ngomong- ngomong soal gosip, ada apa dengan kamu kemarin? Aku dapat kabar dari Agus soal kamu Kemarin. Apa karena itu kamu gak masuk kerja hari ini?" tanya Zelly akhirnya.


" Bapak kok perhatian sekali dengan kehidupan pribadi saya? Mau ada apa dengan saya toh itu bukan urusan bapak, dan gak ada kaitannya dengan bapak. Kalau begitu sebaiknya sekarang bapak kembali saja, saya mau istirahat.." ucap Habibah setengah mengusir atasannya itu sambil bangkit dari tempat duduknya dan bersiap masuk kedalam rumahnya.


Zelly pun akhirnya pamit dan pergi meninggalkan Habibah yang masih berdiri diteras rumahnya.


Sepanjang jalan Zelly merenungi apa yang dikatakan Habibah tadi, Aihh.. benar juga, kenapa aku datang kesana? Kenapa aku menanyakan hal yang sama sekali gak berkaitan denganku? Kenapa aku menanyakan tentang masalah pribadinya? Bodohnya aku ini, pasti dia berfikir aku ini orang yang suka ikut campur urusan orang lain. Heh, kenapa aku gak bisa menahan diri sedikit sih..?


Setelah kepergian Zelly, tak lama ayahnya datang dari belakang rumahnya dan berseru memanggil nama Habibah. Sepertinya ayahnya sedang marah padanya. Habibah yang mendengar namanya dipanggil segera berlari menghampiri ayahnya.


" Bapak tanya sama kamu, apa benar kamu selingkuh dengan Purnomo?" tanyanya memastikan jawaban anak gadisnya itu.


" Ya gak mungkin dong pak, sudah lama kami gak ada komunikasi atau bertemu lalu bagaimana kami bisa selingkuh? " sahut Habibah menjelaskan.


" Kalau gitu sekarang datang kerumahnya dan kamu klarifikasi semuanya, kalau kamu gak mau atau gak bisa biar bapak yang datang dan bicara dengan mereka." kata ayahnya masih dengan amarah yang tertahan.


" Nama baik itu mahal, kalau sekarang nama baikmu gak kamu bersihkan selamanya orang akan mengingat kamu itu sebagai penggoda suami orang dan selamanya orang akan mengingat kamu itu selingkuh dengan Purnomo. Bapak malu tau..!" Habibah mengerti dengan kemarahan ayahnya itu, ayahnya tak pernah marah sebesar itu padanya tapi hari itu ayahnya bergegas pulang dari kebun hanya untuk hal ini.

__ADS_1


" Nanti habis Dzuhur saya kerumahnya pak, bapak gak usah khawatir." jawab Habibah pelan.


" Jangan ditunda-tunda lagi, masalah ini harus secepatnya di selesaikan." ayahnya mengingatkan lagi.


Setelah shalat Dzuhur Habibah segera mengunjungi rumah keluarga Purnomo. Sesampainya di sana dia disambut oleh ibunya Purnomo.


" Assalamu'alaykum ma, mas Pur sama Ririn ada dirumah gak ma?"


"Wa'alaykumussalam.. ada di dalam.. ayo masuk nak.." sambutnya sambil menggandeng tangan Habibah. Tak lama ibunya memanggil Purnomo dan Ririn ke ruang tamu dimana Habibah telah menunggu.


" Mau apa kamu datang kesini?!" tanya Ririn tak bersahabat.


" Duduklah dulu, gak sopan bicara begitu pada tamu." Purnomo menyela ucapan Ririn. Mau tak mau Ririn pun duduk hanya saja dia duduk sejauh mungkin dari Habibah.


" Kalau ada keluarga yang lain saya minta mereka juga dipanggil ma, apakah bisa?" tanya Habibah pada ibunya Purnomo.


"Ada bapak sama adek- adek di belakang, sebentar mama panggil dulu.." jawabnya sambil berlalu demi memanggil suami dan anak-anak yang lain.


" Sedekat itukah hubungan kalian? Sampai memanggil ibu mertuaku dengan sebutan mama? Tapi masih menyangkal semuanya?" kata Ririn tak percaya dengan apa yang dia saksikan. Ibu mertuanya begitu mesra dengan Habibah sementara dengan dirinya ibu mertuanya bersikap biasa saja. Ada rasa cemburu dalam hatinya melihat kemesraan mereka itu. Tak berselang lama ayah dan adik-adik Purnomo pun ikut bergabung bersama mereka.


" Sebelumnya saya minta maaf, kalau kedatangan saya kemari mengganggu waktu istirahat keluarga disini. Tapi saya datang karena ada hal penting yang harus saya luruskan. Pertama mengenai kejadian kemarin sore itu, saya gak bisa menerima sama sekali dengan tuduhan yang saya terima kalau saya sudah berselingkuh dengan mas Pur. Selain saya sudah lama sekali gak ada komunikasi ataupun bertemu dengan mas Pur, saya juga sudah lupa akan adanya mas Pur dalam hidup saya. Sebab saya selama ini sibuk kerja jadi gak ada waktu untuk mengingat mas Pur sama sekali. Jadi mustahil bagi kami bisa melakukan perselingkuhan. Yang kedua, orang tua saya marah besar dan merasa gak terima dengan isu yang ada sekarang ini dan menuntut siapapun yang mengeluarkan pernyataan ini pertama kali segera mengklarifikasi di depan khalayak sebagaimana kemarin saat menyebarkannya. Dan ketiga, mulai hari ini saya Nur Habibah berjanji tak akan berhubungan lagi dengan mas Pur atau Ririn. Saya gak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Saya lakukan ini sebagai ketulusan saya yang menginginkan kebahagiaan buat kalian. Hanya itu yang ingin saya sampaikan.. Dan sekarang saya permisi. Maaf sudah mengganggu waktunya. Assalamu'alaykum.." Habibah mengakhiri perkataannya sambil berdiri dan setengah membungkukkan badannya lalu pergi meninggalkan rumah itu. Sementara Purnomo dan keluarganya masih tertegun dengan apa yang telah mereka dengarkan tadi, bahkan ibunya Purnomo menangis mendengar keputusan dari gadis yang sudah dia anggap sebagai menantunya itu. Begitu marahnya dia pada menantu yang berada dihadapannya itu, tapi dia menahan diri. Dia memilih pergi meninggalkannya dan masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


***


maaf kalau selow, masih riweuh sama bocil yang LG sakitπŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ™πŸ™


__ADS_2