
Keesokan harinya, Qodir benar-benar meninggalkan rumah. Dia pindah ketempat yang agak jauh dari rumah yang ditempati oleh Habibah. Habibah sendiri masih dalam masa pemulihan pasca melahirkan, jadi dia masih belum bisa beraktivitas dengan normal. Namun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Habibah mulai berjualan kue-kue tradisional yang ia jajakan di teras rumahnya. Jadi dia tak terlalu banyak berjalan. Kue-kue itu dia buat sendiri, walaupun lelah tapi dia tak pernah mengeluh. Bahkan Habibah akan semakin bersemangat setiap kali dia memandang wajah putra nya yang baru dua Minggu lahir kedunia. Kesedihannya dan semua beban dihatinya akan memudar setiap kali dia melihat malaikat kecilnya itu. Muti'ah juga banyak membantunya dalam hal itu, Muti'ah membantu Habibah menitipkan kue-kue buatannya itu diwarung yang ada dikampungnya bahkan Muti'ah juga menitipkannya ke kios-kios kue yang berada di pasar. Habibah sangat bersyukur memiliki tetangga dan saudara seperti Muti'ah, begitupun dengan suaminya Muti'ah. sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Muti'ah untuk membantu Habibah.
Hari-hari dilalui tanpa terasa, sudah beberapa bulan setelah perceraiannya dengan Qodir, laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu tak pernah menunjukan batang hidungnya sama sekali. Tak sekalipun datang untuk menjenguk putranya yang kini sudah mulai belajar duduk. Qodir seolah tak pernah memiliki anak sama sekali, jangankan memberi nafkah untuk anaknya, hanya sekedar tanya kabar lewat telepon atau SMS aja tak pernah dilakukannya. Namun Habibah tak pernah mau ambil pusing. Dia sudah merasa tenang dengan kehidupannya. Usahanya juga lancar, hampir setiap hari ada saja pesanan yang dia terima. Bahkan teras rumahnya sudah dia sulap jadi kios mini atas seizin sang pemilik rumah. Semua tak lepas dari bantuan Muti'ah. Banyak orang yang menyukai kue-kue buatan Habibah. Bahkan kini Habibah juga menerima pesanan untuk catering. Selain masakannya yang memang cocok disemua kalangan, Habibah juga dikenal baik hati dan ramah. Walau dia masih jarang tersenyum. Tapi wajahnya tetap enak dipandang. Setiap hari Jum'at , Habibah selalu menggratiskan semua kue-kue dan nasi-nasi kotak yang dia buat. Dia sediakan di depan pintu gerbang masjid yang tentu seizin pengurus masjidnya. Jadi siapapun boleh mengambilnya dan menikmatinya.
Hingga saat ini, keluarganya belum ada yang mengetahui jika Habibah sudah bercerai dengan Qodir. Habibahpun tak ingin memberitahukannya kepada keluarganya. Diapun meminta Qodir dan keluarga Qodir agar merahasiakannya. Habibah ingin keluarganya tau dengan sendirinya disuatu hari nanti. Dia tak ingin membebani keluarganya dengan berita perceraiannya. Hari-harinya Habibah kini disibukkan dengan banyak pekerjaan. Jika banyak pesanan, Habibah akan mengambil tenaga dari beberapa orang tetangganya yang bersedia untuk membantunya yang tentu dengan upah yang sesuai diberikan oleh Habibah. Dan merekapun senang bisa membantu Habibah, selain mendapat upah yang sesuai, Habibah juga selalu membawakan banyak makanan yang sengaja dibuat untuk mereka. Hal itu dilakukan Habibah sebagai tanda terima kasih atas bantuan mereka pada dirinya.
"Halo my prince yang ganteng.. Lagi ngapain? Sudah mandi belum? Coba sini amah cium dulu..." Muti'ah menghampiri baby Zain yang sedang duduk roda bayi. Zain yang melihat kedatangan Muti'ah pun terlihat gembira. Dia tertawa sambil menggerak-gerakkan kaki dan tangannya. Muti'ah yang melihat tingkah Zain yang begitu menggemaskan segera menggendongnya dan mencium kedua belah pipinya.
__ADS_1
" Kak Muti'.. nyiumnya jangan sambil gregetan gitu ih.. nanti habis pipi Zain tuh..hehehe.." sela Habibah yang melihat kegemasan Muti'ah pada putranya.
"Abisnya gemes banget liat dia.. Allah kasih dia wajah yang rupawan begini.. masih bayi aja begini menggoda bagaimana kalau nanti sudah besar.. pasti jadi rebutan cewek-cewek." celoteh Muti'ah mengagumi wajah tampan yang di miliki Zain.
" Kakak ini, ada-ada saja.."
" Oh ya.. Apakah abinya masih belum ada kabar? Dia masih hidupkan? Kalau dia masih hidup, bagaimana bisa hatinya mati dari merindukan anaknya sendiri? Bahkan dia belum pernah menggendong anaknya yang seganteng ini sejak dia lahir.. Bagaimana bisa ada seorang ayah seperti dia itu?" tanya Muti'ah yang masih penasaran dengan Qodir. Dia masih tak bisa menerima jika Qodir tak pernah menanyakan tentang kabar putranya yang begitu tampan itu. Dia tak bisa mempercayai jika ada seorang ayah yang tak rindu pada darah dagingnya sendiri. Bahkan dia sangat tak habis fikir dan marah saat mengetahui jika Qodirpun belum pernah menyentuh bahkan menggendong anaknya sama sekali.
__ADS_1
" Aku bangga sama kamu bibah.. Aku bangga memiliki seorang adik seperti kamu, aku bangga karena sudah kamu pilih sebagai kakakmu. Yang harus selalu kamu ingat adalah kemanapun kamu pergi dan dalam keadaan seperti apapun aku dan suamiku akan selalu ada untukmu." ucap Muti'ah bersungguh-sungguh.
"Iya kak, saya tau itu.. terimakasih sudah mau menemani dan mendukung saya selama ini. Saya juga gak tau akan seperti apa kalau kakak dan mas Ridho gak ada di saat-saat saya dalam kondisi yang kritis selama beberapa bulan terakhir. Saya gak akan pernah bisa membalas semua kebaikan kakak pada saya. Tapi saya tak akan pernah berhenti meminta pada Allah agar kakak juga mas Ridho serta semua yang sudah membantu saya selama ini diberi kebaikan yang berlipat-lipat dari Allah."
"Aamiin.."
Tak ada yang bisa mengetahui bagaimana nasib kita dihari esok. Begitu pula dengan Habibah yang tak pernah menyangka jika dia akan mengalami fase kehidupan yang pahit. Bahkan dia harus merahasiakannya dari keluarga besarnya hanya karena tak ingin menyakiti dan mengecewakan orang tuanya. Walaupun dia tau, cepat atau lambat mereka akan tau juga akhirnya. Bahkan Habibahpun tak menyangka jika dia akan dikaruniai seorang anak laki-laki yang begitu tampan. Yang kini menjadi booster energi bagi dirinya disaat dia merasa mulai lemah. Terimakasih ya Allah.. Kau kirimkan orang-orang yang memiliki ketulusan untuk berada disisi kami dan menjauhkan orang yang tak memiliki ketulusan dari hidup kami..
__ADS_1
***
yang namanya sahabat adalah yang selalu ada disaat susah dan senang🥰🥰