
Pengalaman pertama makan dan bermalam di kamp meninggalkan kesan yang dalam di hati Zelly. Sebelumnya dia tak pernah melakukan hal itu bahkan hanya membayangkannya saja dia tak pernah. Tapi kini dia semakin terlihat banyak berubah, baik dari sikapnya dan juga perkataannya. Dia mulai menjaga kedua hal itu dengan baik agar tak menyakiti hati orang lain. Dan semua orang bisa melihat perubahan besar itu. Tak terkecuali Habibah, dia pun sangat menyadari perubahan dari atasannya itu. Walaupun dia tak mengetahui penyebab pria ini bisa berubah sebanyak itu tapi dia juga merasa senang karenanya.
Habibah sedang memeriksa laporan dari para mandor di meja kerjanya. Saat itu Zelly sang atasan sedang keluar, jadi dia hanya seorang diri di kantor. Tiba-tiba Rudy sang Askep datang mengunjungi kantor divisi satu tempat Habibah bekerja. Tapi dia datang seorang diri saja, bahkan dia datang menggunakan motor bukan dengan mobil inventaris perusahaan yang biasa dia gunakan.
" Hai, mana Pak Zelly?" tanyanya begitu masuk kedalam ruangan.
"Selamat Siang Pak, maaf Pak Zelly nya sedang keluar pak." sahut Habibah seraya berdiri dari duduknya demi menghormati kedatangan tamu.
" Apa kamu sendiri dikantor? Kenapa kamu belum pulang?" tanya Rudy lagi.
" Saya sendiri pak, dan kebetulan masih ada pekerjaan yang harus saya periksa ulang itu sebabnya saya belum pulang." jawab Habibah menjelaskan.
" Kamu pulang pakai apa kalau kesorean pulangnya?" lanjutnya lagi.
" Saya nge kamp pak." sahut Habibah singkat.
" Apa..!? Nge kamp..!?" dia sangat terkejut mendengar ucapan gadis itu.
" Disini..!? Kamu nge kamp di sini..!?" tanyanya lagi untuk meyakinkan jika yang dia dengar itu benar.
" Iya, Saya nge kamp di sini. Apa ada yang salah? Apakah saya gak boleh nge kamp di sini pak?" sahut Habibah heran.
" Bukan.. bukan gak boleh.. cuma kaget aja ada cewek yang mau ikut nge kamp di tempat seperti ini. Aneh aja dengarnya, biasanya laki-laki yang mau nge kamp kalaupun ada paling ibu-ibu yang mau. Tapi kamu ini masih cewek bagaimana bisa kamu ikut nge kamp juga?"
" Biasa aja pak, reaksi bapak seperti pak Zelly aja... itu bukan hal aneh buat saya. Saya sudah terbiasa dengan hidup seperti itu. Jadi gak aneh sama sekali." jawab Habibah seraya melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Rudy hanya bisa terdiam sambil memperhatikan gadis yang berada di seberang meja dihadapannya. Apa perubahan Zelly karena dia? Kalau benar karena gadis ini, berarti gadis ini bisa membawa pengaruh yang besar pada orang-orang sekitar dia tanpa dia sadari. Kalau dia menyadarinya tentu sikapnya gak akan seperti ini. Benar-benar beruntung orang yang bisa mendapatkan dia.
Akhirnya Rudy meninggalkan kantor divisi satu karena setelah ditunggu lama Zelly tak kunjung kembali. Begitu juga dengan Habibah, diapun pulang ke kamp tenda sederhana yang dia tempati. Dan setelah dua Minggu baru Habibah pulang ke rumah orang tuanya. Selain untuk mengunjungi keluarganya dia pun belanja untuk keperluan dia selama di kamp untuk beberapa Minggu. Saat baru saja tiba dirumah, dia dikejutkan dengan sebuah suara yang menyapanya dari kejauhan.
" Nur...!!" seru suara itu memanggil. Saat berbalik untuk melihat siapa pemilik suara itu dia sudah dikejutkan dengan sebuah pelukan yang cukup erat dari orang itu.
" Ricky..?" ucapnya tak percaya bahwa temannya itu datang ke kampungnya dan sekarang sedang memeluknya. Dengan perlahan gadis itu melepaskan pelukan Ricky yang membuatnya benar-benar tak suka.
" Kamu kok ada disini ?" tanyanya lagi.
" Iyalah aku disini, kamu lama gak ada kabarnya jadi aku cari kamu aja biar jelas juga bagaimana keadaan kamu." jawabnya santai sambil merangkul salah satu lengan Habibah dan membawanya duduk di kursi teras rumahnya.
" Darimana kamu tau alamat rumah saya?" tanya Habibah penasaran bagaimana Ricky bisa tau alamat rumahnya itu.
" Cuma cari alamat aja masa susah sih.. Kan banyak orang yang bisa aku tanya Nur.. jadi aku gak akan mungkin tersesat.." sahutnya dengan sedikit membusungkan dadanya.
" Aihh.. Nur... Jauhnya aku datang kemari bukan untuk di interogasi sama kamu. Aku kesini karena aku kangen sama kamu, jadi setidaknya kamu tanya kabar aku dulu kek.." sungutnya sambil merenggut pada Habibah.
" Saya sudah lihat kamu baik-baik aja, jadi gak usah saya tanya lagi. Yang mau saya tanyakan bagaimana kamu bisa ada disini bukannya kamu sedang kuliah?" jawab Habibah tak menghiraukan Ricky yang sedang merajuk.
" Aku tanya sama Alvian.. Puas..!?" jawabnya dengan ketus.
" Oh.. Bagaimana kabarnya mas Alvian?" tanya Habibah pada Ricky dengan maksud menggoda temannya itu. Karena dia yakin Ricky pasti akan ngomel dan dia suka melihat Ricky yang sedang bawel.
" kamu itu ya apa gak keterlaluan Nur..? Aku yang disini dari tadi mengharap kamu tanyakan bagaimana kabarku gak kamu tanya sama sekali, giliran Alvian aja kamu tanyakan kabarnya dan itupun kamu tanyakan sama aku. Kamu gak berperasaan banget tau..!?" ocehnya dengan wajah kesal, hanya saja terlihat menggemaskan saat Ricky sedang merajuk begitu.
" Ish... Alvian kan saya gak lihat orangnya mangkanya saya tanya, lha kamu kan saya sudah lihat kalau kamu baik-baik saja terus apalagi yang mau ditanyakan? " ucap Habibah dengan nada tak perduli pada Ricky.
__ADS_1
" Kamu jahat deh.." ucap Ricky sambil menyandarkan kepalanya di bahu Habibah. Namun segera di tahan oleh tangan Habibah.
" Kamu itu ya, masih aja suka begini. Kamu bukan anak-anak yang bisa manja-manja sama saya ya , kamu udah dewasa gak pantas manja-manja begini." protes Habibah.
" Siapa suruh kamu gak mau manja-manja sama aku, jadi biar aku aja yang manja-manja sama kamu. Aku toh gak keberatan buat manja-manja sama kamu." jawab Ricky sambil nyengir kuda.
" Dasar gak tau malu, dimana-mana yang dikenal manja itu cewek bukan cowok." sela Habibah.
" Kan aku salah satu dari cowok yang gak biasa itu. hehehe.." tawa Ricky membuat mata Habibah mendelik. Dan itu membuat tawa Ricky semakin terbahak-bahak.
" Kamu tidur dimana?" tanya Habibah menghentikan tawa Ricky.
" Sementara dipenginapan, tapi kalau boleh aku mau tidur dirumahmu sebagai tamu istimewa." kata Ricky menawarkan diri untuk menjadi tamu dirumah Habibah.
" Memangnya kamu se istimewa itu? Tapi, saya gak disini lho Rick, saya sekarang tinggalnya di kamp di lokasi kerja. Saya pulang cuma mau belanja aja. Besok subuh saya sudah kembali ke tempat kerja. Lalu kamu bagaimana disini? Apa yang mau kamu kerjakan selama di sini?" tanya Habibah lagi.
" Bagaimana kalau aku ikut kamu kerja?"
" Memangnya kamu bisa kerja dilapangan?" tanya Habibah tak yakin.
" Aku lihat dulu deh, kalau aku bisa aku lanjut kerja kalau gak bisa ya udah aku balik kesini" kata Ricky.
Malam itu Ricky menginap di penginapan , setelah shalat subuh Ricky benar-benar datang untuk ikut ketempat kerja Habibah. Ricky ikut berdesak-desakan dengan para buruh yang berada di belakang Dum truk. Dan Ricky benar-benar salut pada Habibah, dia tak pernah menyangka jika gadis itu akan bekerja sekeras ini. Tapi tak sedikitpun ada rasa keterpaksaan dimatanya, semuanya dikerjakan dengan sepenuh hati. Benar-benar gadis yang luar biasa.
***
jangan lupa like dan komentar nya ya, terimakasih 🥰🙏
__ADS_1