
Sebelum shalat Maghrib, seperti biasanya habibah pergi ke mushola di kampungnya. Dan setiap pergi dan pulang harus melewati rumah Purnomo. Senja itupun dia melewati rumah Purnomo, hanya saja dia merasa ada yang aneh belakangan ini. Setiap kali melewati rumah pria itu dadanya selalu berdebar tak karuan, dan diapun tak berani menoleh ke arah rumah pria itu. Dia tak pernah tau alasannya kenapa dia jadi begitu. Disaat sedang menikmati lamunannya, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
" Habibah, tunggu!!" seru suara itu dengan agak keras. Diapun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suara yang memanggil nya.
" Mas Alvian?!" sahut Habibah dengan sedikit heran.
"Ada apa mas Alvian disini dan menemuiku?" bathin Habibah sambil memperhatikan orang yang memanggilnya menghampiri.
" Apa kabarnya?" sapa Alvian berbasa-basi.
" Baik mas. Tumben kemari, ada apa?" sahut Habibah dengan nada yang datar.
" Gak, sengaja aja kesini. Selain main kerumah Purnomo aku juga ingin ketemu sama kamu." jawab Alvian sambil tersenyum.
__ADS_1
" Oh. Kenapa cuma sendirian, mas Pur nya mana? Dan ada perlu apa mas Alvian mau ketemu dengan saya?" ujar gadis itu dengan nada yang sedikit tak sabar. Sebab adzan sebentar lagi akan dikumandangkan.
" Kamu mau ke mushola kan? Ayo kita bicaranya sambil jalan aja kalau gitu." kata Alvian tanpa menjawab pertanyaan dari gadis yang di hadapannya.
Habibah merasa gak nyaman dengan sikap Alvian itu, entah kenapa dia merasa terganggu dengan keberadaan Alvian disana. Dan dia pun baru ingat kalau surat Alvian yang diterimanya tempo hari belum dia baca sama sekali. Dan diapun telah lupa menaruh surat itu dimana. " Jangan-jangan mas Alvian mau tanya soal surat itu, aku belum membacanya dan lupa sudah kutaruh dimana surat itu. Aduuhh...!! Kok bisa lupa ya? " batin Habibah sambil mengingat-ingat surat dari Alvian sudah dia letakkan di mana.
" Hai..!!" seru Alvian sambil menjentikkan jari-jarinya di depan wajah habibah, yang sontak membuat gadis itu terkejut.
" Ngelamun aja, aku ngajak ngomong gak ada yang di sahutin. Lagi mikirin apa sih?" tanya Alvian penasaran, sebab sejak tadi gadis itu tak menjawab sepatah katapun dan bahkan seakan asyik dengan fikirannya sendiri.
" Ya udah, gak usah di bahas lagi. Kita juga sudah sampai. Nanti kita lanjut lagi ngobrolnya. " kata Alvian.
Alvian pun bergegas mengambil air wudhu, sementara habibah langsung melangkah masuk ke dalam mushola itu. Karena memang dia sudah terbiasa ber wudhu dari rumah. Sesampainya didalam mushola tanpa dia sadari matanya mencari seseorang yang belum dia lihat , dan yah sosok yang dia cari ternyata sedang duduk di shaf paling depan sebelah ujung dekat dinding. Yang di tatap tak mengetahui jika dia sedang diperhatikan oleh seseorang. Sedangkan orang yang memperhatikan nya justru gugup sendiri.
__ADS_1
Akhirnya adzan berkumandang dan shalat Maghrib pun dilaksanakan dengan berjamaah dan khusuk. Aktifitas mengaji pun berjalan seperti biasanya sampai shalat isya. Setelah shalat isya semua pulang kerumah masing-masing, begitu pula dengan Habibah langsung pulang dengan sedikit terburu-buru. Sebab dia tak ingin bertatap muka lagi dengan Alvian ataupun dengan Purnomo. Tapi sayang, Alvian sudah menunggunya di halaman mushola, yang mau tak mau gadis itu pasti terlihat.
" Bibah tunggu !!" seru Alvian begitu dia melihat gadis itu terburu-buru meninggalkan mushola.
" Ada apa mas?" jawab gadis itu tanpa menoleh pada Alvian.
" Ada apa kok buru-buru banget sih?" tanya Alvian.
" Iya mas, ada yang harus saya kerjakan dirumah mangkanya buru-buru pulang. Kalau gitu saya duluan ya mas." kata gadis itu sambil mulai melangkah kan kakinya. Tapi Alvian malah mengikuti langkah kakinya dan mensejajarkan langkahnya dg Habibah. Karena merasa di ikuti, akhirnya gadis itupun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Alvian.
"Ada apa sih mas, kok malah ngikuti saya?" tanyanya dengan nada yang menunjukan ketidak nyamanannya di ikuti oleh Alvian.
" Gak ada apa-apa, cuma mau tanya kamu kapan mau jawab suratku yang tempo hari aku titipkan Purnomo. Kamu sudah terima kan suratku itu? Aku cuma ingin tau seperti apa balasan surat dari kamu itu. Sebab seminggu lagi aku akan pergi ke kota untuk kuliah disana. Dan pasti kita akan lama gak bertemu. Paling gak aku tau jawaban Suratmu itu seperti apa, supaya aku gak penasaran lagi. Bisakah kamu balas suratku sebelum aku pergi?" tanya Alvian penuh dengan harapan. Alvian benar-benar sangat penasaran dengan jawaban dari Habibah. Bahkan kalau dia bisa, saat itu dia akan memintanya. Tapi itu akan dia lakukan, karena dia yakin pasti gadis itu tak akan mau melakukannya. Dan lebih parahnya lagi gadis itu tak akan mau bertemu apalagi berteman dengannya. Kau Bagaimana mungkin nanti dia bisa mendekati hati gadis pujaannya itu. Maka dari itu, dia harus lebih bersabar lagi.
__ADS_1
***
emang ya, kalau digituin sama yang namanya penasaran tuh gimana gitu rasanya🙄🙄