
" Tapi aku seperti sedang kamu abaikan, bahkan bukan hanya aku yang merasakan ke anehan sikap kamu tapi Alvian pun bisa merasakan nya loh. Jadi wajar kan kalau aku tanya?" ucap Purnomo dengan matanya yang tak lepas dari wajah gadis pujaan hatinya itu demi mencari jawaban yang tersembunyi dari ekspresi wajahnya yang ternyata masih tetap datar. Hanya pandangannya saja yang selalu diarahkan ketempat lain.
" Coba deh kamu lihat aku dan jawab dengan jujur apakah aku melakukan kesalahan atau apa sampai kamu menghindari ku begini? Kalau aku ada salah atau apa kamu boleh marahi aku atau kamu pukul aku juga itu lebih aku suka dari pada begini Nur.." ucap pria itu dengan sendu, hatinya merasakan perih melihat gadis yang dirindukannya berminggu-minggu ternyata menghindarinya tanpa dia tau apa sebabnya.
" Tapi memang benar mas Pur gak salah apa-apa kok mas,. mungkin saya yang merasa bersalah aja sama mas Pur karena saya pergi tiba-tiba sampai gak sempat pamit atau juga mungkin karena saya yang terlalu terkejut aja tiba-tiba lihat mas ada disini" tukas Habibah mencoba memberi alasan, walau sebenarnya dia sendiri tak memahami kenapa tiba-tiba dia jadi begitu.
Sementara itu Alvian mulai gelisah karena menurutnya sahabatnya itu pergi terlalu lama atau mungkin hanya karena Purnomo pergi dengan membawa gadis yang sedang dia incar mangkanya dia jadi gelisah. Mereka kok lama banget ya gak balik-balik? Sebenarnya mereka itu kenapa ya? Masa beneran bertengkar? Aiihhh apa sih yang aku fikirkan..! Gumam Alvian seraya mengacak rambutnya dengan kedua tangannya karena kesal. Buku yang dia pegang seperti buku kosong saja, tak ada satupun kata dibuku itu yang bisa dia baca karena antara mata dan fikiran berlawanan arah.
Jeglek..
__ADS_1
" Kamu kenapa Pur?" tanya Alvian terheran melihat sahabatnya itu membuka pintu kamar dengan wajah yang entah dilipat berapa, sangat kusut. Dan diapun lantas duduk ditepi ranjang dengan wajah lesunya.
" Gak tau aku juga Al, aku gak ngerti aku ini kenapa. Apa aku yang salah sangka atau memang sebenarnya aku ini ada salah sama dia. Aku gak tau Al. Dia gak ngomong apa-apa, gak kasih alasan kenapa dia menghindari aku seperti itu. Aku gak pernah bisa mengerti dengan pasti tentang dia meski kami berteman sudah cukup lama. Dia tak pernah menunjukan apapun di wajahnya selain saat dia merasa terganggu atau marah. Selain dari perasaan itu tak bisa di lihat sama sekali." keluh Purnomo seraya meraup pelan wajahnya dengan kedua tangannya.
" Ya udah, kita tidur aja deh kalau gitu. Kita kayaknya gak bisa ngerjain tugas kampus malam ini dengan suasana yang begini." ucap Alvian sambil membereskan buku-buku yang ada di meja belajarnya.
Habibah sendiri begitu masuk ke kamarnya langsung duduk di tepi tempat tidurnya sambil memegang kedua pipinya yang masih terasa hangat juga yang dadanya masih terasa sakit akibat terlalu kuat jantungnya itu berdetak. Mas Pur kenapa tiba-tiba jadi begini sih? Apa-apaan coba dia bersikap seperti tadi itu? Dan apa itu tadi? Dia pegang tangan ku juga pipiku? Sebelumnya dia gak pernah begini, dan aku kenapa juga bisa begini sih? Kenapa aku bisa sampai gemetaran begini karena sikap dia tadi? Bathin gadis itu mempertanyakan kejadian yang baru saja dia hadapi itu pada dirinya sendiri. Pertanyaan yang dia sendiri tak tahu apa jawabannya. Karena ini baru pertama kali ada yang bersikap seperti itu padanya.
Pagi harinya setelah shalat subuh secepat mungkin dia mengerjakan tugas paginya lalu bergegas mengenakan seragam putih abu-abu nya serta jilbab putih yang cukup besar. Jilbab itulah yang membedakan dia dengan siswi lain yang berkerudung di sekolahnya. Habibah adalah gadis yang benar-benar berbeda dari gadis sebayanya dari banyak hal salah satunya dalam hal berpakaian. Dia tak mengikuti trend apapun, tak mengenal kata modis layaknya gadis pada umumnya. Dia suka memakai pakaian yang polos dan sederhana serta longgar, hingga dia selalu dijuluki si cewek kampung. Bahkan dia tak pernah mengenal make up bahkan dia hampir tak pernah menyentuh walau hanya sekedar bedak apalagi lipstik. Dia benar-benar polos sepolos hati dan fikirannya yang sangat sulit di jumpai di zaman semodern ini. Setelah selesai dia pun bergegas berangkat ke sekolah menggunakan angkot yang memang biasa dia naiki jika pulang sekolah. Dia tak mau menunggu Alvian untuk membonceng dengan motor Vixion kesayangannya seperti biasanya. Entah kenapa dia benar-benar tak ingin bertemu dengan keduanya pagi itu. Itu sebabnya pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke sekolah bahkan dia tak sempat untuk sarapan.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah masih sunyi baru satpam yang menjaga pintu gerbang sekolah dengan penjaga sekolah yang sedang bersih-bersih yang ada disekolah itu. Setelah memasuki halaman sekolah diapun duduk di sebuah kursi kayu panjang yang ada tepat berada di bawah sebuah pohon beringin yang sangat rindang. Sambil menunggu teman-teman sekolah nya dia pun mengeluarkan buku pelajarannya dan mulai membacanya dengan sungguh-sungguh. Hingga tak dia sadari ada seseorang yang duduk di sampingnya dan terus memperhatikan nya. Yang di perhatikan malah tak menyadari bahwa sekolah sudah ramai dan waktu masuk kelas akan segera tiba. Sampai akhirnya lonceng tanda masuk kelas pun terdengar sangat keras hingga mengejutkannya. Bahkan tak kalah mengejutkan lagi saat dia menyadari ada orang yang duduk di sampingnya dan memperhatikannya sambil tersenyum.
" Astaghfirullah...!! Kamu..!?" serunya karna terkejut.
" Sebenarnya kamu lagi di dunia mana sih Nur? Belajar boleh fokus tapi gak sampai segitunya juga ah, sampai ada yang duduk di sampingmu aja gak tau. Untung aku ini orang baik , kalau aku orang jahat gimana coba kan bisa bahaya kamu." katanya sambil tertawa melihat reaksi terkejut dari gadis berhijab itu.
" Udah aku mau masuk kelas, udah lonceng." kata gadis itu seraya bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Ricky yang masih tertawa pelan karena merasa gemas dengan wajah imut gadis itu saat terkejut. Kamu kok bisa se imut itu sih Nur? Aku makin tertarik sama kamu.. Bathinnya seraya ikut bangkit meninggalkan kursi yang dia duduki tadi.
" Hei Nur... tunggu aku dong.. jangan cepet-cepet gitu jalannya..!" seru Ricky pada Habibah, walau gadis itu tak memperdulikan seruannya.
__ADS_1
***
tak bosan-bosannya untuk ngingetin jangan lupa jempol dan komentarnya ya, terimakasih 🥰🥰🙏