Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di kantor divisi, Habibah mengikuti apel pagi seperti biasanya. Sementara Ricky duduk menunggu di kursi teras kantor itu. Zelly tak memperhatikan keberadaan Ricky disana, setelah selesai memimpin apel pagi itu dia baru menyadari jika ada seseorang yang sedang duduk di depan kantornya itu. Hanya saja dia tak menduga jika orang itu datang bersama Karena melihat ada orang asing disana, segera dia menghampirinya.


" Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu? " sapanya pada Ricky.


" Selamat pagi pak, perkenalkan nama saya Ricky saya kesini untuk bertemu dengan Nur Habibah." jawab Ricky seraya bangun dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya serta memberitahu maksud kedatangannya ke kantor itu.


" Nur Habibah? Maksudnya Kerani saya itu ?" sahut Zelly seraya menunjuk Habibah yang sedang memberi pengarahan kepada mandor-mandor yang akan bertugas.


" Iya pak, dia orangnya." jawab Ricky.


" Kamu siapanya dia?" tanya Ricky mulai menyelidik.


" Saya temannya dari kota, kami sudah lama gak bertemu. Berhubung sekarang dia sudah berkerja disini dan tinggal di kamp saya terpaksa menemuinya disini." terang Ricky.


" Tapi jangan sampai mengganggu pekerjaan dia aja." kata Zelly sambil berlalu meninggalkan Ricky. Entah kenapa dia merasa sangat tak senang dengan keberadaan Ricky disana.


Habibah pun segera menghampiri Ricky setelah selesai dengan pengarahan paginya pada mandor-mandor lapangannya.


" Ayo Rick kita masuk, tapi saya gak bisa temani kamu ya. Terserah kamu mau ngapain, mau duduk didalam atau kamu mau keliling lihat-lihat yang kerja juga boleh. Kamu kan bilang siapa tau kamu mau ikut kerja di sini juga." ucap gadis itu.


" Aku ikut masuk dulu deh, masih terlalu pagi untuk turun jalan-jalan. Nanti kalau kamu turun baru aku ikut turun." jawab Ricky


" Ya sudah kalau gitu, ayo masuk dulu." ajak Habibah pada Ricky.

__ADS_1


Mereka masuk kedalam kantor divisi bersama-sama. Zelly yang melihat itu merasa sangat tak senang,


" Kamu duduk dulu disana ya, saya selesaikan dulu kerjaan saya, nanti baru kita turun bareng." ucap Habibah sambil mempersilahkan Ricky duduk dan memberikan sebotol air mineral padanya. Zelly yang terus memperhatikan keduanya dengan tatapan matanya yang tajam.


Ricky duduk menunggu Habibah sambil memainkan handphonenya dengan sesekali memperhatikan Habibah yang sedang bekerja. Sejak Ricky duduk di dalam ruangan itu, Zelly merasa tak nyaman sama sekali. Walaupun Ricky tak melakukan apapun disana, tapi entah kenapa hatinya merasa tak suka. Zelly tak bisa fokus dalam melakukan pekerjaan nya. Begitu Habibah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap turun ke lapangan mengecek pekerjaan mandor-mandor, tiba-tiba Zelly menahannya untuk pergi.


" Kamu mau kemana Nur?" tanyanya tanpa melihat orang yang di tanya.


" Mau turun pak.." jawab Habibah singkat.


" Sebentar kamu ikut saya, kita pergi sama-sama. " perintahnya.


" Kemana?" tanya Habibah.


" Gak usah banyak tanya deh, kalau saya bilang ikut ya ikut aja gak usah pakai banyak tanya segala." Zelly menjawabnya dengan ketus sekali sambil menatap tajam pada Habibah.


" Maaf ya Rick, kamu jalan sendiri aja dulu.. nanti kamu bisa ketemu sama mandor-mandor saya yang tadi pagi ikut apel pagi. Kamu ingat mereka kan? Kamu bisa tanya-tanya sama mereka kalau memang ada yang mau kamu tanyakan. Nanti jam makan siang kita ketemu." kata Habibah pada Ricky.


" Oke.. gak masalah kok Nur. Kamu kerja aja baik-baik. Sampai ketemu nanti siang..." kata Ricky sambil meninggalkan kantor dan menuju lapangan. Kayaknya itu Asisten suka deh sama Nur, kelihatan banget gak sukanya lihat aku. Heehh.. Memang susah untuk gak suka sama kamu Nur. Dimanapun kamu berada selalu di kelilingi orang-orang yang jatuh hati sama kamu. Pesonamu sangat kuat hingga orang sulit menolak untuk tidak jatuh hati padamu. Ricky berjalan sambil melamunkan Habibah.


Sementara Habibah bersiap-siap untuk berkeliling mengontrol pekerjaan bawahannya di lapangan bersama Zelly. Habibah di paksa untuk dibonceng oleh Zelly menggunakan motor yang di inventariskan oleh perusahaan padanya. Mau tak mau Habibah pun menurut sebab itu berkenaan dengan pekerjaan yang harus di lakukannya.


" Kamu kenapa sih duduknya jauh banget Nur? Kamu jangan terlalu jauh duduknya nanti kamu jatuh lho." tegur Zelly begitu menyadari bahwa gadis yang di boncengnya itu duduk tak bersentuhan dengannya. Jelas sekali bahwa gadis itu menjaga jarak dengan dirinya. Dan dia sangat kesal karenanya.

__ADS_1


" Gak apa-apa pak, begini aja. Gak baik kalau saya terlalu dekat. Saya bisa jaga diri saya biar gak jatuh kok, yang penting bapak gak laju-laju aja." balas Habibah yang membuat Zelly semakin kesal.


" Kamu kalau di bonceng orang apa selalu begini?" tanya Zelly akhirnya.


" Selama yang bonceng laki-laki, iya seperti ini. Tapi seingat saya baru empat orang yang pernah bonceng saya termasuk bapak, itupun bapak maksa." jawab Habibah jujur.


Hanya empat orang? Dan aku yang ke empat ? Betapa susahnya mendekati kau Nur sampai mau bonceng kamu saja harus dengan paksa. Dan rupanya kamu sangat menjaga dirimu untuk tidak berdekatan dengan banyak laki-laki. Aku benar-benar salut padamu. Aihh aku semakin suka padamu. Eh..! Tunggu dulu..! Aku suka dia? Benarkah aku suka dia? Serius aku suka sama dia? Dia cuma seorang gadis kecil yang berumur 20 tahun..! Bagaimana bisa aku suka sama dia? Apa aku sudah gak waras ? Gila nih anak punya sihir apa siech kok bisa-bisanya aku suka sama dia..?! Zelly asyik dengan Lamunannya sendiri tentang perasaannya pada Habibah..


Setelah menemani berkeliling untuk mengontrol dan memberi pengarahan tambahan pada bawahan-bawahannya. Zelly dan Habibah kembali ke kantor karena tak terasa sudah tengah hari. Sudah waktunya mereka istirahat. Sesampainya di kantor, Habibah bergegas mengerjakan shalat Dzuhur, seusai shalat dia mencari keberadaan Ricky untuk mengajaknya makan siang bersamanya. Zelly sangat cemburu dengan perhatian yang diberikan Habibah pada Ricky itu, walaupun perhatian itu hanya sebagai teman.


" Repot sekali kamu ya Nur? Dia bukan anak kecil yang harus kami cari hanya untuk memberinya makan. Dia sudah dewasa, kalau dia lapar kan dia sudah bisa cari sendiri makanannya dan bisa mengurus dirinya sendiri." kata Zelly pada Habibah setelah gadis itu membuat panggilan pada Ricky.


" Bapak ini.. dia disini baru lho pak. Dia kalau lapar mau cari makan dimana? Yang dia kenal cuma saya lho pak. Dan yang dia datangi itu saya, masa iya mau saya biarkan dia begitu aja? Maaf ya pak, Saya gak sekejam itu.." ucap Habibah kesal mendengar perkataan Zelly tadi. Tak berselang lama Ricky pun tiba, dengan senyum lebarnya dia terlihat semakin terlihat tampan. Dan Zelly pun semakin kesal.


" Suapi tuh anakmu.. Jangan sampai dia kelaparan.." kata Zelly pada Habibah.


Habibah yang mendengar perkataan Zelly semakin heran. Apa yang salah dengan orang satu ini? Sepertinya hari ini dia selalu cari masalah deh sama saya. Lupa minum obat kali dia .. Dasar...!


Habibah dan Ricky makan bersama degan bekal yang dibawa oleh Habibah, itu membuat Zelly semakin emosi degan pemandangan itu. Sialan.. mereka bahkan berbagi makanan di depanku.


" Bapak gak makan? Mau makan bareng? Ini masih banyak lebihan nya kalau bapak mau.." Habibah tiba-tiba menawarkan sebagian makanannya pada Zelly. Dan tanpa membuang waktu, Zelly pun menerimanya.


" Kenapa gak dari tadi aja kamu ajakin aku makan bareng, mau ajakin makan aja lama banget. Aku jugakan lapar Nur.." protes Zelly sambil mengambil makanan yang disodorkan Habibah padanya. Habibah dan Ricky hanya bisa saling pandang degan sikap Zelly. Sementara Zelly sendiri nampak sedikit canggung karena malu setelah menyadari sikapnya barusan.

__ADS_1


***


orang yang cemburu itu bisa berbuat konyol ya🤭🤭


__ADS_2