
Pagi ini, seperti biasanya Habibah sudah akan sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan. Sementara Zelly masih ada di dala kamarnya. Dia duduk di kursi yang berada dekat jendela kamar. Yang jika dibuka jendelanya akan langsung mengarah ke kebun buah yang berada di belakang rumah.
Ada beberapa jenis tanaman buah yang di tanam disana. Terasa sangat sejuk dan mendamaikan hati saat menikmati pemandangan itu.
*Aku sangat tak menyangka jika aku bisa berada disini sekarang.
Aku masih merasa bagai mimpi indah jika saat ini aku bisa hidup bersamamu.
Terimakasih tuhan...
Kau berikan aku kebahagiaan yang sangat luar biasa dalam hidupku dengan memberikan dia sebagai istriku.
Tempat yang tak pernah bisa aku bayangkan dan impikan, kini aku bisa berada disana bersamanya.
Kini aku bukan hanya bisa menyentuh tangannya, tapi kini aku juga bisa memeluknya dan menciumnya.
Sungguh indah karunia yang kau berikan padaku ini Tuhan.
Aku berjanji akan menjaganya dengan sangat baik dan akan memperlakukannya dengan sebaik-baiknya.
Aku tak akan biarkan dia terluka dan bersedih lagi*.
Krieett...
Pintu kamar terbuka, dan muncul sesosok tubuh yang sedang dipikirkannya sejak tadi mendekatinya dengan senyum manis yang menghias bibirnya.
" Mas sedang apa disini? Apa ada yang sedang mas fikirkan?"
" Ya, aku lagi mikirin kamu. Kamu itu benar-benar mengganggu fikiran banget tau?" sahut Zelly sambil berdiri dan menagkup wajah istrinya yang tampak merona.
" Pagi-pagi sudah ngegombal. Ayo, kita sarapan dulu, baru..."
" Baru kita ulanginbyang semalem boleh gak?" potong Zelly sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Apaan sih, mas. pagi-pagi dah mesum aja. Dah,ah.. males lama-lama sama mas." Habibah segera berlari meninggalkan Zelly yang tertawa melihat betapa lucunya ekspresi wajah istrinya jika di goda.
" Sayang.. Tunggu dulu, aku belum selesai bicara." Zelly mengikuti langkah istrinya menuju meja makan dengan senyum yang mengembang sempurna.
💮💮💮💮💮💮💮💮
Tiga bulan telah berlalu, Habibah sudah sibuk dengan aktivitas barunya. Yaitu mengantar jemput Zain kesekolah PAUD terdekat dengan rumahnya yang baru di Samarinda.
Sepulang dari menjemput Zain dari sekolah, Habibah mulai di sibukkan dengan restauran yang di rintisnya atas izin dari suaminya untuk mengisi watu luangnya agar Habibah tak merasa bosan.
Restauran yang dirintisnya adalah restauran yang mengusung makanan-makanan dan juga minuman tradisional. Habibah berusaha melestarikan budaya dengan mengangkat masakan, minuman dan jajanan tradisional pada restauran yang dikelolanya.
Sementara Zelly sendiri, selain sudah memiliki beberapa restauran yang modern, dia juga sibuk dengan usaha barunya. Perkebunan dan sayur organik. Walaupun untuk buah-buahan belum bisa memetik hasilnya. Tapi untuk sayuran organiknya sudah bisa dinikmati hasilnya.
__ADS_1
Zelly jadi salah satu pemasok di beberapa mall dan pasar-pasar modern lainnya. Dan juga jadi pemasok di pasar tradisional seperti pasar Pagi dan pasar Segiri.
Di tengah-tengah kesibukannya itu, tiba-tiba Zelly merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Akhir-akhir ini Zelly memang merasakan tubuhnya jadi sangat mudah lelah. Dan selera makannya menurun. Bahkan emosinya kadang sulit dikontrol.
" Zack, Carikan aku rujak ya, kayaknya seger deh kalau makan rujak tengah hari begini. Tapi rujaknya yang pedes ya Zack.." ucap Zelly pada Zacky.
" Rujak, bos? Gak salah bos minta carikan rujak? Kan bos gak suka makanan yang begitu, kok tumben banget...."
" Kamu mau pergi carikan gak? Kalau gak, aku suruh orang lain aja." sergah Zelly kesal.
" Iya, iya... Kayak orang ngidam aja, kok maunya aneh-aneh. Padahal kan bos gak pernah makan makanan yang kayak begituan." gerutu Zacky sambil berlalu dari hadapan Zelly yang sudah melipat wajah tampannya.
Bukan kali itu saja Zelly meminta sesuatu yang tak biasa. Dia juga bahkan pernah meminta bakso ayam yang di jual abang-abang yang menggunakan sepeda, yang jaraknya lumayan jauh. Karena penjual itu adanya di daerah Samarinda seberang, sementara Zelly tinggal di daerah Samarinda kota.
Tak cukup sampai di situ kesulitannya, selain tempatnya jauh sangat susah mencari abang-abang penjual baksonya. Karena abang-abang nya menjajakan jualannya menggunakan sepeda kayuh yang terus berkeliling dari jalan ke jalan lain, bahkan dari satu gang ke gang yang lain sampai jualannya habis.
Dan Zacky harus menemukannya, karena kalau tak di temukan Zelly pasti akan memakannya bulat-bulat.
Dan parahnya, setelah dengan susah payah Zacky mencarinya. Zelly hanya memakannya beberapa suapan saja. Setelahnya Zacky lah yang harus menghabiskannya. Entah Zacky menyukai makanan itu ataupun tidak.
" Bos, kalau begini caranya gak lama lagi aku pasti harus mengganti semua pakaianku." keluh Zacky setelah menghabiskan makanan yang dengan susah payah dia belikan.
" Memangnya kenapa dengan semua pakaianmu? " tanya Zelly Engan wajah tak berdosanya.
" Iya kali bos semua pakaianku gak di ganti semua. Secara tiap hari aku harus menghabiskan makananmu seperti ini. Sedangkan sehari bisa tiga sampai empat kali aku harus memakannya." Zacky berseloroh dengan wajah yang tak berdaya.
" Ya, dari pada di buang kan sayang. Nanti jadi mubazir, kan ga baik mubazirkan makanan."
" Bilang aja kalau kamu memang doyan makan Zack, pakai alasan mubazir segala." sela Zelly sambil memicingkan matanya pada Zacky.
" Baiklah... Aku memang doyan makan, jadi jadikanlah gemuk sampai seperti sapi kurban." Zacky berlalu meninggalkan Zelly yang tersenyum mendengar gerutuan dari asisten pribadinya itu.
Tapi, ngomong-ngomong aku ini kenapa ya?
Kalau di fikir-fikir akhir-akhir ini aku merasa banyak yang aneh dengan keadaanku.
Selera makanku jadi menurun bahkan aku menginginkan makanan-makanan yang belum pernah aku makan sama sekali.
Dan apa ini?
Aku bahkan tak bisa menghabiskan separuh dari setiap makanan yang sangat aku inginkan itu.
Kalau di fikir-fikir, kasihan juga si Zack.
Dia terpaksa harus menghabiskan makanan dan minuman yang susah payah dia dapatkan.
Aku harus periksakan diri ke dokter nih..
__ADS_1
Ada yang gak beres dengan badanku ini.
Sesampainya dirumah, Zelly disambut mesra oleh Habibah di depan pintu. Karena seperti biasanya, Habibah akan membukakan pintu dan mencium punggung tangan dari suaminya itu setiap kali suaminya pulang kerumah.
" Mas kenapa? Kok pucat banget? Mas sakit? Sudah ke dokter belum?" Habibah memberondongnya dengan beberapa pertanyaan sekaligus begitu melihat wajah dari Zelly yang pucat dan kuyu.
" Aku gak sakit kok sayang. Cuma memang akhir-akhir ini ga tau kenapa aku merasa gampang sekali lelah dan selera makanku berkurang sekali. Bahkan bisa di bilang selera makanku sekarang ini buruk. Bahkan si Zack sampai mengeluh setiap hari karena hal itu." Zelly menceritakan keadaannya dirinya yang merasa tak nyaman dia rasakan.
" Kok bisa gitu sih mas? Ya sudah, sekarang mas mandi dulu terus makan dan istirahat. Nanti malam kita ke dokter ya.." ucap Habibah dengan wajah penuh rasa khawatir.
" Iya, kalau gitu aku mandi dulu. Oh, ya. Dimana Zain? Kok gak kelihatan?" tanya Zelly begitu dia tak melihat keberadaan Zain yang biasanya akan menyambutnya juga jika dia pulang.
" Zain lagi dibelakang sama Bi Asih. Dia lagi bantu beres-beres kamarnya." jawab Habibah sambil tersenyum.
" Dia sudah mandi? Sudah ngaji? Sudah makan?" tanya Zelly lagi.
" Sudah dong mas, masa iya belum?" jawab Habibah sambil mencubit gemas kedua belah pipi suaminya.
" Kalau gitu, sekarang giliran aku dong yang di mandiin dan di suapin makan. " balas Zelly sambil menyandarkan kepalanya ke pundak istrinya.
" Apaan sih mas, udah ah.. Mau manasin dulu makanannya. Sekarang mas cepetan mandi, nanti keburu Maghrib." ucap Habibah sambil berlalu ke arah dapur.
Sementara Zelly sendiri melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya dan segera mandi.
***
"Saya kenapa ya dok? Kok saya bisa jadi seperti itu? Padahal tidur saya cukup kok dok, saya juga sangat jarang bergadang. Tapi kenapa saya malah mudah lelah sekarang. Dan emosi saya juga gampang sekali terpancing sekarang." tanya Zelly pada dokter yang telah memeriksanya.
" Bapak baik-baik saja. Tak ada yang aneh dengan kesehatan bapak. Hanya saja, ada yang ingin saya tanyakan pada ibu. Apakah ibu saat ini sedang mengandung?" tanya dokter itu yang membuat Habibah dan juga Zelly bingung.
" Saya gak hamil kok dok." jawab Habibah.
" Anda yakin? Apakah sudah di periksakan?" tanya dokter itu lagi.
" Emm.. Saya belum periksa dok, tapi kayaknya saya gak hamil.." jawab Habibah ragu-ragu.
" Menurut pengalaman saya, gejala yang di tunjukkan bapak adalah akibat morning sickness, atau tepatnya biasa di sebut ngidam."
" Masa saya ngidam dok, kan saya laki-laki? Kalaupun istri saya hamil, kan harusnya istri saya yang ngidam?" tanya Zelly tak mengerti.
" Supaya lebih yakin, sebaiknya ibu di periksa dulu. Kita tes urin dulu ya Bu? Setelah itu kita USG. Mari..." jawab dokter mempersilahkan Habibah agar ke kamar mandi terlebih dulu untuk tes urin.
Zelly hanya bisa melihat kepergian istrinya dengan bingung.
***
Maaf ya reader, baru bisa update. Author nya pindah rumah susah jaringan 😥😥
__ADS_1