Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Kedatangan tamu


__ADS_3

Pukul tiga pagi Habibah terbangun dari tidurnya, dia merasa ada yang menindih tubuhnya. Dia baru menyadari ternyata Qodir tertidur sambil memeluk dirinya. Dia menyingkirkan lengan suaminya itu perlahan, sementara dia sendiri bangun untuk melakukan shalat malam. Selesai melakukan shalat dia duduk di kursi dekat jendela kamarnya yang tak jauh dari tempat tidurnya. Dia memperhatikan wajah suaminya dengan seksama, dia benar-benar tak bisa mengerti tentang perjalanan hidup yang dijalaninya. Sampai detik itu Habibah masih belum bisa mencintai atau sekedar menyayangi lelaki yang ada dihadapannya itu. Tetapi dia mendapatkan mertua yang sangat baik, yang begitu menyayangi dirinya bagai menyayangi anak kandung sendiri. Sehingga membuat dirinya merasa tak bisa adil pada suaminya itu.


Ditengah Lamunannya itu, tiba-tiba dia dikejutkan dengan sebuah suara yang cukup mengejutkan baginya.


' Sayang... Apa yang sedang kamu lakukan di jam begini?" sapa suaminya lembut. Sapaan itu seketika membuyarkan semua lamunan Habibah yang membuat hatinya seketika disusupi oleh rasa kesepian. Rasa sepi yang entah datangnya dari mana.


" Tadi saya habis shalat malam gak bisa tidur lagi mas.. Jadi sekalian aja saya tunggu shalat subuh..." jawab Habibah pelan.


" Ya sudah kalau begitu, kamu tunggu aja sambil baring. Biar kamu gak lelah. Aku mau ke toilet dulu.." kata Qodir sambil beranjak keluar dari kamarnya.


Pagi itu setelah sarapan, Habibah merapikan pakaiannya dan Qodir pun membantu menyusun beberapa barang miliknya untuk dibawa pulang ke rumah kontrakan mereka. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu depan dengan sebuah salam dari orang yang sedang mengetuk pintu tersebut. Habibah segera membukakan pintu untuk tamu tersebut. Namun dia terheran saat pintu telah terbuka. Karena disana tengah berdiri seorang wanita yang cantik, tubuhnya tinggi semampai bak seorang model. Sungguh pemandangan yang sempurna bagi Habibah.


" Mau cari siapa ya mba?" tanya Habibah setelah menjawab salamnya terlebih dahulu.


" Mas Qodir nya ada mba?"


" Oh ada.. tunggu sebentar ya mba, silahkan masuk dan duduklah dulu. Saya panggil dulu mas Qodirnya..." Habibahpun segera kembali kedalam kamarnya dan memberi tahukan pada suaminya itu bila ada seorang tamu untuknya. Qodirpun segera menemui tamu yang dimaksud oleh istrinya itu. Namun betapa terkejutnya Qodir setelah mengetahui siapa tamu untuknya itu.

__ADS_1


" Mas Qodir...!!" pekik gadis itu seraya memeluk erat tubuh Qodir. Qodirpun terkejut dengan sikap gadis itu begitupun Habibah yang melihat hal itu tentu sangat terkejut dibuatnya.


" Kamu,.. Kamu kapan datang Lina.. "


" Dua hari yang lalu mas.. Kamu tambah ganteng aja sih mas.. " ucap Lina sambil menggelayut manja pada Qodir. Habibah merasa malu menyaksikan pemandangan yang tak seharusnya dia lihat. Habibah segera masuk ke kamarnya melanjutkan pekerjaannya mengemasi pakaian dan beberapa barang miliknya. Setelah selesai berkemas, dia membaringkan tubuhnya yang terasa lelah. Dia bahkan lupa pada orang yang ada diluar sana. Dia bahkan melupakan keberadaan suaminya yang kini sedang bersama wanita lain. Habibah akhirnya tertidur setelah beberapa saat membaringkan tubuhnya. Tapi baru sekitar lima belas menit dia tertidur, Habibah terperanjat dan terbangun dari tidurnya karena terkejut akibat dari geliatan bayi yang ada didalam perutnya. Habibahpun meringis menahan rasa ngilu dibagian tulang rusuknya.


Habibah baru teringat pada suaminya yang tadi sedang bersama Lina diruang tamu. Habibahpun bangun untuk melihat apakah masih ada mereka disana. Namun ternyata mereka tak ada diruang tamu ataupun diruangan lain. Sepertinya mereka pergi.. Ya sudahlah.. Saya pulang sendiri saja kalau begitu, mungkin dia masih sibuk dengan gadis itu..


Sebelum tengah hari Habibah berpamitan pada mertuanya untuk pulang ke rumah kontrakan. Habibah bahkan sudah memesan travel untuk pulang.


" Suamimu mana sayang.. kok kamu pulang sendiri..?" tanya ibu mertuanya.


" Kenapa gak sama-sama aja sayang?"


" Nggak ma.. saya duluan aja. karena saya juga gak tau kapan urusan mas Qodir akan selesai. Kasihan supir travelnya kan sudah jauh-jauh menjemput masa mau dibatalkan. Pasti dia akan sangat kecewa kan ma.. Saya. janji akan baik-baik aja kok ma. Nanti saya akan langsung kabarin mama begitu saya sampai dirumah. Oke..?"


" Kamu yakin gak apa-apa sendiri sayang?"

__ADS_1


" Iya ma. Gak apa-apa.. percayalah.."


Akhirnya mertuanya mengizinkan walau dengan berat hati. Mengingat menantunya itu sedang hamil besar harus pergi seorang diri. Mertuanya tak tau kemana Qodir pergi, karna setelah sarapan mereka pergi ke pasar. Saat pulang mereka mendapati menantunya sudah siap pergi namun mereka tak melihat Qodir. Jadi merekapun tak tau perihal kedatangan Lina kerumahnya pagi itu. Habibah memeluk ibu mertuanya sebelum pergi dan juga mencium tangan ayah mertuanya. Merekapun melambaikan tangannya saat travel yang membawa menantunya itu mulai melaju. Rasa sedih terlihat jelas diwajah ibu mertuanya. Bahkan kini mereka merasa kesal pada Qodir karena handphone nya tak dapat dihubungi.


Qodir kembali kerumahnya setelah shalat Dzuhur. Dia nampak bingung begitu masuk kedalam kamarnya dia tak melihat koper-koper milik istrinya. Diapun segera mencari ibunya.


" Ma, dimana Habibah? Kopernya gak ada dikamar, mama tau gak dia pergi kemana?" tanya Qodir panik.


" Kamu dari mana saja baru pulang? Kamu baru ingat dengan istrimu sekarang? Urusan penting apa yang membuatmu sampai bisa membiarkan istrimu pulang sendiri kerumah kalian hah..!? "Dimana handphone mu? Mama dan papamu menelponmu sejak tadi, tapi handphonemu gak aktif-aktif." ucap ibunya sambil memukuli Qodir menggunakan kain serbet yang sedang ia pegang. Dia merasa sangat marah pada Qodir karena membiarkan Habibah pergi seorang diri.


Jadi dia pergi sendiri.. Kenapa dia gak tunggu sampai aku pulang dulu? Ah.. Aku tadi lupa memberi tahunya kalau aku pergi untuk menemani Lina sebentar. Apakah dia mengira aku sudah pergi? Tapi bukankah dia tau koperku bahkan masih ada dirumah? Aih.. Ada apa sih ini sebenarnya..


Sekitar pukul dua siang itu juga Qodir berangkat pulang ke rumah kontrakannya yang lumayan jauh dari rumah orang tuanya. Memerlukan waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Cukup melelahkan baginya, apalagi istrinya yang sedang hamil tua yang harus melakukan perjalanan itu tanpa suaminya. Qodir sama sekali tak terpikirkan bahwa istrinya itu pergi karena dia tak mengatakan apapun tentang Lina. Bahkan dia tak mengatakan apapun saat pergi dengan Lina.


Sementara Habibah baru saja sampai dirumah kontraknya. Dia tertegun didepan rumah itu untuk beberapa saat sebelum dia memasukinya. Apakah rumah ini cukup untuk memberikan kedamaian dan kenyamanan dalam hidup dan hatiku? Apakah mungkin aku akan memiliki harapan dalam rumah tangga ini, jika aku dan dia tak memiliki ikatan yang seharusnya ada diantara kami? Apa yang sebenarnya sedang aku hadapi sekarang ini Ya Allah.. Kenapa aku merasa hidupku ini sangat rumit.. Apakah boleh aku mengeluhkan ini padamu Ya Allah..


***

__ADS_1


gitu terus diamah..😪😪


__ADS_2