Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Bertemu lagi


__ADS_3

Kabar pernikahan Habibah yang di tunda sudah tersebar. Bahkan kabar itupun telah didengar oleh Purnomo, tapi dia tak tau jika Habibah sudah pergi dari kampungnya dan kembali bekerja di kota. Dia sangat senang mendengar kabar itu, dia malah berharap jika pernikahan itu bisa di batalkan. Dia sungguh merasa tak rela bila gadis yang selama bertahun-tahun di cintainya itu harus menikah dengan orang lain. Apalagi dia juga mendengar bahwa Habibah akan menikah karena dijodohkan. Dia sudah merasakan bagaimana rasanya menikah karena demi seseorang. Mungkin perbedaan nya hanya. siapa seseorang itu. Jika dia karena Habibah, dan Habibah karena keluarganya. Namun intinya demi orang yang mereka cintai dalam hidup mereka. Tapi dia berharap agar Habibah tak melakukan hal yang sama seperti dirinya. Mungkin hal terbodoh yang pernah dia lakukan adalah menikah demi seseorang namun justru kehilangan orang itu.


Purnomo mencari informasi tentang Habibah pada saudaranya yang ada di kampung. Namun dia tak mendapat informasi dimana Habibah saat itu. Karena memang Habibah meminta pada keluarganya agar merahasiakan kemana perginya dia. Jadi Purnomo pun hanya tau kalau Habibah pergi dari kampungnya tapi dia tak tau pergi kemana. Purnomo sangat ingin mengetahui kemana perginya Habibah. Bahkan dia sudah tak memiliki nomor handphone gadis itu. Entah mengapa dia sangat merasa khawatir dengan keadaan Habibah saat itu. Dia sangat ingin mengetahui keadaan Habibah, apakah baik-baik saja atau tidak. Bahkan dia belum sempat meminta maaf pada Habibah saat gadis itu di permalukan oleh Ririn istrinya. Dia selalu teringat akan Habibah. Dia tak bisa menghentikan rasa bersalahnya pada gadis itu atas sikap Ririn padanya dulu. Karena sikap Ririn yang sudah keterlaluan itu membuat hubungan mereka menjadi buruk, selain hatinya semakin tak bisa untuk mencintai istrinya itu, keluarga Purnomo juga tak menyukai Ririn karena sikap posesif nya yang terlalu pada Purnomo. Keadaan itu semakin merenggangkan hubungan mereka.


Purnomo bahkan merasa sangat terpukul mengetahui bahwa semua semangat saat mereka masih dikampung dulu itu telah di kembalikan l kepadanya. Jika saja kenangan dalam memori ingatan dan hati Habibah bisa di hilangkan, dia yakin gadis itu akan menghapusnya juga. Dia sangat memahami gadis itu dengan baik dalam hal berfikirnya. Hanya di sayangkan dia tak pernah bisa memahami tentang isi hatinya yang tak pernah bisa dia lihat melalui mata dan sikap gadis itu. Dan itu adalah penyesalan yang tak pernah ada habisnya untuk Purnomo.


Suatu hari di sebuah pusat perbelanjaan Purnomo tak sengaja menabrak seorang gadis yang sedang menerima panggilan telepon. Dan akibatnya handphone gadis yang di tabraknya jatuh dibawah kakinya. Dan betapa terkejutnya dia begitu dia melihat layar handphone gadis itu, ternyata terdapat wallpaper dengan foto pernikahan adiknya Habibah yaitu Laily. Namun gadis yang di hadapannya saat itu tampak berbeda dari penampilannya, namun dari postur tubuhnya itu memanglah postur tubuh Habibah. Purnomo sangat bahagia mengetahui jika gadis yang tak sengaja di tabraknya itu adalah gadis yang sedang dia cari.


" Maaf, aku gak sengaja.. Apakah handphonenya rusak?" tanya Purnomo.


" Gak apa-apa.." jawab Habibah singkat seraya membungkukkan sedikit tubuhnya lalu berlalu meninggalkan Purnomo. Baru beberapa langkah, Purnomo memanggil namanya.


" Nur...!?" serunya.


Habibah spontan menghentikan langkahnya. Namun sesaat kemudian dia melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Purnomo. Merasa di abaikan, Purnomo pun mengejarnya demi menghentikan Habibah.


" Nur... Aku tau kamu Nur kan..!?" ucap Purnomo sambil mensejajarkan langkahnya dengan gadis itu. Habibah hanya diam tak menyahut. Karena Habibah masih tak menjawabnya, akhirnya Purnomo menghadang langkah Habibah dengan cepat, yang mau tak mau Habibah pun menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


" Ayolah Nur... Bisakah kita bicara sebentar?" Purnomo memohon pada Habibah.


" Maaf mas, saya rasa gak ada yang bisa perlu kita bicarakan lagi. Dan saya juga harus cepat keluar sebab saya sedang ditunggu sekarang." ucap Habibah tanpa melihat sedikitpun pada Purnomo.


" Bisakah aku minta nomor handphone kamu, ada yang mau aku bicarakan dengan kamu. Aku mohon Nur.. Kasih kesempatan untuk aku bicara..." Purnomo memohon dengan sungguh-sungguh pada Habibah. Namun gadis itu tak menggubrisnya sama sekali.


" Nur...!?" serunya lagi.


" Tolong mas, saya sudah bilang. Kalau kita gak perlu berhubungan lagi dalam bentuk apapun. Jadi, tolong jangan cari saya lagi ya mas. Saya mohon...!" pinta Habibah pada Purnomo masih dengan menundukkan wajahnya tanpa melihat sedikitpun pada Purnomo. Purnomo pun akhirnya memberikan jalan pada Habibah dengan berat hati. Dia hanya bisa menatap punggung gadis itu menjauh pergi. Purnomo merasa hatinya remuk melihat gadis yang lama dirindukannya mengabaikannya bahkan tak mau melihat dirinya sedikitpun. Ya Allah.. kenapa harus seperti ini, apakah ini teguran atau hukuman untukku? Aku sudah lama ingin bertemu dengannya, tapi kenapa seperti ini setelah bertemu? Aku harus bagaimana sekarang ya Allah....


" Kamu kenapa Nur?" tanya Annisa karena penasaran.


" Kamu sakitkah?" timpal Anton.


" Gak kok mba.. saya gak apa-apa.." jawab Habibah singkat.


" Benar kamu gak apa-apa?" tanya Annisa lagi.

__ADS_1


" Iya mba, saya gak apa-apa.. " sahut Habibah pelan.


" Ya sudah, kalau kamu ada apa-apa jangan sungkan untuk kasih tau kami ya.." ucap Annisa lagi.


" Baik mba.." sahut Habibah dengan tak melepaskan pandangan matanya dari luar jendela di sampingnya.


Andaikan waktu bisa diputar ulang, saya akan memilih untuk tak pernah mengenalmu mas. Kamu adalah hadiah terindah yang Allah berikan pada saya tapi juga hal paling menyakitkan untuk saya. Maafkan saya mas, kita gak akan pernah bisa seperti dulu dan gak akan bisa memenuhi janji persahabatan kita. Tapi ini demi kebaikan kita bersama. Tolong jangan cari saya lagi ya mas... Habibah tenggelam dalam lamunannya hingga sampai dirumah.


Anton dan Annisa memang tak bisa melihat wajah Habibah karena gadis itu menggunakan cadar, tapi mereka bisa melihat dari gesture tubuhnya yang menunjukan bahwa gadis itu sedang ada masalah. Namun mereka tak bisa berbuat apa-apa sebab Habibah tak mau menceritakan masalahnya itu pada mereka. Jadi mereka hanya bisa menghela nafas dalam karena mereka tak bisa membantu meringankan beban baby sitter nya itu. Sementara Habibah setelah menidurkan Bisma di tempat tidurnya, segera menyibukkan diri dengan pekerjaannya merapikan barang belanjaan yang mereka beli di pusat perbelanjaan tadi. Sedangkan Anton dan Annisa masuk ke kamar mereka untuk membersihkan diri.


Disisi lain Purnomo masih termenung sendiri dipojokan sebuah kafe, bahkan minuman yang dia pesan belum disentuhnya sama sekali. Dia tenggelam dalam lamunannya, dia teringat semua yang telah terjadi antara dirinya dengan Habibah bahkan apa yang sudah dilakukan istrinya pada gadis itu, dia merasa itu memang pantas membuatnya dibenci oleh Habibah. Bahkan dia melihat perubahan yang cukup besar pada diri Habibah terutana dari penampilannya yang kini mengenakan cadar, itu semakin membuat dirinya semakin merasa bersalah. Karena dia yakin perubahan itu untuk menghindari dari orang-orang yang dikenalnya. Seperti dirinya, jika saja dia tak melihat wallpaper handphonenya tentu dia tak tau jika gadis yang di tabraknya itu adalah Habibah. Tapi meskipun dia tau bahwa gadis itu Habibah, tetap tak bisa bicara apapun pada gadis itu. Dia benar-benar sudah menutup semua komunikasi kami. Separah itukah luka hatinya? Ini semua salahku..


***


wanita itu memang makhluk yang misterius kok🤭🤭


jangan lupa jempol dan komentar nya ya, terimakasih 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2