Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Dilamar


__ADS_3

Hari demi hari dilalui Habibah dengan berdebat dan membuat atasannya yang galak serta jutek itu kehabisan kata-kata. Dia selalu saja bisa membungkam atasannya itu dengan kata-kata yang tak bisa di bantah lagi kebenarannya. Seperti suatu hari mereka berdebat akan suatu hal yang sebenarnya sepele, hanya saja atasannya itu seperti selalu mencari alasan agar selalu bisa berdebat dengan gadis itu.


" Kamu ini ya Nur, jadi cewek itu jangan suka terlalu berani membantah dan melawan begini. Apa kamu gak takut nanti gak ada laki-laki yang mau sama kamu? Oh, pantas aja kamu selama bekerja disini gak ada yang mau dekat sama kamu, kamunya jadi cewek nyebelinnya begini ini. Jadi cewek itu harusnya lemah lembut, kamu kan berhijab harusnya kamu itu bersikap lebih lembut dari pada gadis-gadis pada umumnya." celoteh Zelly pada bawahannya yang sedang terlihat fokus membuat laporan kerja hari itu.


" Maaf ya pak, sikap saya akan sama pada orang yang saya hadapi. Kalau orang macam bapak sih saya ogah mau lemah lembut, bapak gak pantas dapatkan sikap lemah lembut dari saya. Gak masalah gak ada laki-laki yang mau dengan saya, tapi bukan berarti itu jadi alasan bagi saya untuk mau merendahkan diri didepan laki-laki macam bapak ini. Memangnya bapak fikir bapak itu hebat kalau sudah bisa nindas bawahan? Saya mungkin bawahan bapak di tempat kerja. Tapi di mata saya bapak bukan orang yang pantas untuk saya takuti. Bapak orang biasa yang hanya akan saya ikuti instruksi dalam bekerjanya diluar itu saya gak akan tunduk. Kalau bapak berharap saya bisa bapak tindas dengan sikap bapak yang sok galak dan jutek dengan saya, bapak salah orang." jawabnya sambil tetap dengan pekerjaannya tanpa melihat pada Zelly sama sekali.


" Kamu begitu terus terang kasih perlawanan sama saya Nur? Kamu gak takut imej kamu jatuh dengan sikap kamu yang gak sesuai dengan penampilanmu itu?" tanya Zelly lagi.


" Penampilan saya adalah urusan saya, selama saya gak merugikan orang lain saya gak perduli dengan penilaian orang terutama bapak." jawabannya sangat menusuk bagi Zelly .


Zelly sangat kesal karena tak bisa menaklukkan gadis yang bertubuh mungil itu dengan mudah. Tubuhmu itu mungil dan imut-imut, tapi sikapmu tak seperti tubuhmu. Kamu punya nyali yang besar bahkan lebih besar daripada bawahan ku yang laki-laki. Baru kali ini aku berhadapan dengan orang seperti kamu bahkan kamu adalah seorang gadis. Aihh.. Celaka, kenapa juga aku selalu cari gara-gara dengan dia? Berdebat dengannya jadi seperti candu buatku, kalau tak membuatnya jengkel aku seperti merasa ada yang kurang dengan hariku. Celaka... Tiba-tiba Zelly mendengus kasar sambil mengucek rambutnya sendiri seolah ada yang salah dengan dirinya.


Tiga bulan berlalu tanpa terasa, memasuki bulan Desember yang meriah bagi orang kampung di daerah tempat tinggalnya. Karena banyak kegiatan adat juga kegiatan keagamaan bagi pemeluk agama Nasrani dalam menyambut hari raya Natal dan di lanjutkan dengan tahun baru. Banyak festival digelar disana. Dalam setiap tahunnya, bulan Desember adalah bulan yang paling dinantikan banyak orang. Tapi berbeda dengan Habibah, gadis itu tak menyukai keramaian sehingga dia bisa di bilang tak pernah menghadiri acara tahunan itu.


Suatu hari saat baru pulang bekerja, dia baru saja selesai mandi dan mengerjakan shalat ashar kakak pertamanya Yusuf menghampirinya.


" Bibah, umur kamu sekarang berapa?" tanyanya tiba-tiba.


"20, kenapa kak?" tanyanya heran dengan pertanyaan kakaknya itu yang tiba-tiba menanyakan umurnya.

__ADS_1


" Kamu kapan mau punya pacar, adek- adek kamu sudah pada punya pacar tapi kamu dekat dengan Satu laki-laki pun gak? Apa kamu gak takut di langkahi?" ucap kak Yusuf lagi.


" Kak, saya gak ingin pacaran, kalau nanti sudah jodoh ya ketemu juga." sahutnya sambil melangkah menuju dapur untuk memulai memasak.


" Aku ada teman yang mau ku kenalkan sama kamu. Kalau kamu cocok kamu bisa lanjutkan kalau gak cocok kamu bisa menolaknya. Dia sudah S1 lho.. dan sekarang sedang belajar di pesantren. Kalau kamu mau dia akan datang kerumah sebelum dia kembali ke pesantren." kata Yusuf lagi.


" Saya gak bisa menolak dan saya juga gak bisa mengiyakan.. Kalau dia serius dia boleh datang untuk bertemu dulu, selanjutnya itu terserah Allah ya kak.." jawab Habibah bimbang. Karena dia sendiri tak yakin dengan kata-katanya. Sebab masih ada seseorang dalam hatinya. Ah, mungkinkah ini yang terbaik untuk saya dan dia? Keluhannya dalam hati sambil menyentuh dadanya yang tiba-tiba terasa perih.


Seminggu kemudian, teman yang dimaksud oleh kakaknya Yusuf itupun datang bersama ibunya juga kedua pamannya. Mereka datang langsung dengan tujuan melamar. Betapa terkejutnya Habibah juga keluarganya dengan kedatangan mereka. Setelah mempersilahkan tamunya masuk dan duduk, ibunya laki-laki itu berdiri kembali seraya mendekati Habibah.


" Kamu yang namanya Habibah ya?" tanyanya


" Ya, ternyata kamu lebih cantik dari foto yang diperlihatkan oleh Qodir. Dia banyak cerita mengenai kamu, dan sepertinya apa yang dia katakan itu benar." ucapnya lagi seraya melirik ke arah anak laki-lakinya yang duduk tak jauh darinya.


" Ehm.. Tapi Bu, saya gak kenal dengan anak ibu sebelumnya. Jadi bagaimana bisa ibu dengan anak ibu datang kemari untuk melamar saya? Saya pernah diberi tahu kakak saya soal seorang temannya tapi kakak saya belum bercerita banyak soal anak ibu." terang gadis itu yang masih kebingungan dengan kondisinya saat itu.


" Kami gak buru-buru juga untuk menikah, kalian bisa saling mengenal nanti setelah kalian bertunangan kan? Dia takut kamu nanti di ambil orang duluan mangkanya mau buat ikatan dulu dengan kamu. " ucap ibunya menjelaskan.


" Kalau saya terserah pada orang tua saya saja, kalau orang tua saya menyetujui maka saya akan terima, tapi kalau mereka tak menyetujuinya maka saya juga akan menolaknya." ucap Habibah seraya memandang ayah ibunya yang duduk disampingnya.

__ADS_1


Orang tuanya pun bangun dari tempat duduknya dan membawa Habibah ke dalam kamarnya.


" Bagaimana ini? Kalau diterima kalian ini belum saling mengenal tapi kalau gak diterima kasihan juga sudah datang dari jauh. Rumahnya itu jauh delapan jam perjalanan darat. Kalau ditolak apa gak terlalu kejam?" ibunya membuka suara.


" Kalau saya terserah bapak aja, bapak yang punya keputusan akhirnya. Lagi pula dia gak minta nikah cepat kan?" jawab Habibah sambil memperhatikan ayahnya yang masih nampak ragu-ragu.


" Tapi ini soal masa depan kamu,. jangan asal pilih calon suami apalagi belum saling kenal begini." sahut ayahnya nampak cemas.


" Kami akan saling mengenal nanti sambil berjalannya waktu, mungkin ini cara Allah mengirimkan jodoh saya pak." sahut gadis itu mencoba bersikap bijak, walau hatinya masih belum bisa menerima.


" Baiklah kalau begitu, yang penting dia jangan minta nikah cepat. " ucap ayahnya lagi.


Akhirnya pertunangan itu terjadi hari itu, hari yang tak pernah dibayangkan sama sekali oleh Habibah. Apalagi kini tunangannya orang yang sama sekali belum dia kenal. Ya Allah, tenangkan lah hatiku. Jika ini memang jalanku maka mudahkanlah dan ridhoilah. Do'a nya dalam diam. Kini statusnya adalah tunangan seseorang..!


Walaupun statusnya telah berubah, namun hati Habibah masihlah sama. Hanya ada satu nama disana yaitu Purnomo.


***


satu nama tetap dihati🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2