
Ricky melajukan motornya dengan membawa kekalutan dalam dadanya, hatinya perih bagai digores dengan silet yang tajam. Dia tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, dan entah karena apa sebenarnya dia bisa merasakan ini semua. Apakah karena yang telah dilakukan oleh istrinya atau karena kepergian Habibah tau mungkin rasa bersalahnya dia pada Habibah dan orang tuanya. Memikirkan semua itu membuat kepalanya terasa sakit, seperti ada sesuatu yang terus menghantam kepalanya. Dadanya tiba-tiba terasa sesak seperti ada sesuatu yang menghimpitnya dengan kuat. Hingga sampai disebuah tikungan yang cukup tajam, dia tak bisa mengendalikan rasa sakitnya yang kebetulan motor yang sedang dilajukannya itu berpapasan dengan sebuah mobil mini Cooper. Entah karena sakit yang dia rasakan atau memang dia terkejut dari lamunan panjangnya membuat dia hilang keseimbangan dan menyenggol ban bagian depan mini Cooper itu. Lalu Ricky terpental dan tak sadarkan diri. Bahkan dia tak pernah tau siapa yang telah menolongnya dan membawanya kerumah sakit.
Dua hari sudah Ricky tak sadarkan diri, Nelly yang diberitahu jika suaminya kecelakaan bergegas pergi bersama Syafi'i dan Ainun. Selama Ricky belum siuman, Nelly terus menangis, padahal matanya sudah bengkak karena dia telah lama menangis. Di genggam erat tangan suaminya dengan kedua tangannya serta tak henti-hentinya dia meminta maaf pada Ricky. Dalam Susana yang seperti itu, tiba-tiba datanglah seorang wanita paruh baya bersama seorang lelaki dengan terburu-buru masuk kedalam ruangan dimana Ricky sedang dirawat.
" Ya Allah Ricky... Bagaimana dia bisa jadi seperti ini Rocky..?" seru ibu Karin yang melihat anaknya dalam keadaan tak sadarkan diri dengan terpasang selang oksigen dan selang infus yang terpasang ditangannya. Rocky adalah kakak kandung Ricky hanya bisa memeluk ibunya tanpa bisa berkata apa-apa.
" Dia akan baik-baik aja Bu.." hanya itu yang bisa dia ucapkan pada ibunya.
Nelly yang melihat kedatangan ibu mertuanya segera bangun dari tempat duduknya dan menyalami ibu mertuanya. Setelahnya Nelly hanya berdiri mematung disisi lain dari ranjang pasien yang sedang digunakan oleh Ricky.
Setelah waktu masuk senja, Ricky akhirnya membuka kedua kelopak matanya, dia perhatikan sekitar tempat dia berbaring. Dan dia menyadari jika dia tengah berada di rumah sakit. Dan dia melihat Nelly yang duduk disampingnya dengan menundukkan kepalanya, disudut ruangan itu terlihat Syafi'i, Ainun, ibunya juga kakaknya Rocky.
" Ibu.. kak Rocky.." panggilnya lemah. Semua yang ada diruangan itu serempak menoleh kearah suara itu berasal.
" Ricky.. kamu sudah sadar sayang..?!" ibunya berlari kecil menghampiri putranya lalu menciumi wajah Ricky dengan air mata yang bercucuran.
" ibu.. jangan cuci wajahku dengan air mama ibu.. itu menjijikkan.." protes Ricky .
" Dasar anak nakal.." ucap ibunya seraya mencubit pelan pada lengan bagian atas Ricky.
" Ibu.. aku ini seorang pasien... bagaimana bisa ibu perlakukan pasien seperti ini..?" sungut Ricky merajuk.
" Baiklah.. baiklah.. sekarang katakan, bagaimana bisa kamu kecelakaan seperti ini?" tanya ibunya. Nelly yang melihat suaminya telah siuman tak berani bersuara, dia hanya bisa melihatnya saja. Ricky pun masih tak menyapanya karena dia masih belum bisa menetralisir rasa kecewa dalam hatinya.
" Oh ya Rick, ibu telpon Nur tapi nomornya gak aktif-aktif juga ya? Apa dia punya nomor lain lagi?" tanya ibunya tiba-tiba.
__ADS_1
" Mungkin iya Bu.." jawab Ricky pelan.
" Mungkin..? kok mungkin..?" tanya ibunya tak mengerti.
" Iya mungkin Bu.. Ricky juga gak tau.."jawab Ricky tak berdaya.
" Bagaimana bisa gak tau..?" kejar ibunya tak puas dengan jawaban anaknya itu.
" Maaf Bu.." hanya itu kata terakhir yang bisa diucapkan oleh Ricky pada ibunya.
" Ya sudah.. sekarang yang terpenting adalah kesembuhan kamu dulu, tapi ingat..! kamu masih hutang penjelasan pada ibu." ibunya kemudian keluar untuk mencari dokter yang bertugas saat ini.
Nelly yang menyaksikan bagaimana ibu mertuanya itu marah pada Ricky karena Habibah, semakin mengerti mengapa suaminya itu sangat kecewa pada dirinya karena telah mengusir Habibah secara tak langsung.
Ricky kembali memejamkan matanya saat ibunya keluar. Rocky menghampiri adiknya dan menepuk lembut tangannya.
" Sok tau.. Kayak udah pernah ngerasain patah hati aja.."sahut Ricky masih dengan menutup kedua matanya.
" Hei.. kalau ngomong tu lihat orang yang diajak ngomong dong.. gak sopan banget kamu ya. Emangnya aku hantu sampe kamu meremin mata gitu..?!" protes Rocky. karena Ricky bicara tanpa menatap dirinya.
" Udahlah kak aku mau istirahat dulu.. jadi please jangan ganggu aku." ujarnya tak perduli bila kakaknya itu sudah sangat gemas dengan tingkah Ricky.
" Benar apa yang dibilang adikmu itu, biarkan dia istirahat. Jangan kamu ganggu dia dulu, nanti kalau dia sudah sembuh baru kamu boleh ganggu dia sepuasnya." ucap ibunya yang baru masuk kembali keruangan itu.
" Ibu..." Ricky merajuk pelan pada ibunya. Dan Rocky hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Ricky yang selalu membuatnya rindu pada adik kesayangannya itu.
__ADS_1
" Dasar manja.." kata Rocky sambil menjauh dari sisi Ricky.
Nelly dan Ainun yang sedang duduk dikursi tamu yang berada didalam ruangan itu hanya diam membisu. Dalam keheningan itu tiba-tiba handphone ibu Karin berdering.
" Ya ada apa?" tanya ibu Karin begitu menerima panggilan itu.
" Gak ada? Bagaimana mungkin gak ada? Kamu gak tanya dia kemana?" terdengar nada suara ibu Karin yang terkejut akan sesuatu.
" Baiklah.. kamu kembali saja kemari.. hati-hati dijalan.." ibu Karin mengakhiri panggilannya. Setelahnya dia mendekati dimana Nelly dan Ainun sedang duduk.
" Aku ingin tanya sesuatu pada kalian. Aku dengar anakku dan cucuku pergi dari tempat tinggalnya, apakah kalian tau itu?" tanya ibu Karin pada menantu dan kakak ipar dari menantunya itu.
" Maksud ibu Habibah?" tanya Ainun hati-hati.
" Emm.. kami tau, tapi kami taunya setelah tiga hari dia pergi." masih Ainun yang berbicara. Nelly sangat ketakutan begitu mengetahui ibu mertuanya telah tau perihal Habibah yang pergi dari rumahnya.
" Apakah ada masalah dengannya?" tanya ibu Karin lagi.
" Emm.. itu.. emm.." Ainun tak dapat melanjutkan perkataannya. Karena dia tak tau harus mengatakan apa pada ibu mertua adik iparnya itu.
" Berarti benar ada masalah ya..? Kalau gak ada masalah kalian pasti bisa memberiku penjelasan. Ya sudah kalau begitu, aku hanya khawatir dengan keadaan mereka.
Ibu Karin tenggelam dengan lamunannya, begitu juga dengan Nelly dan Ainun yang tak bisa berhenti untuk memikirkan hal terburuk jika sampai ibu Karin tau alasan yang sebenarnya Habibah pergi.
Setelah satu Minggu,. Ricky diperbolehkan pulang dengan catatan wajib kontrol setiap satu Minggu sekali. Karena Ricky mengalami gegar otak ringan saat kecelakaan itu terjadi. Jadi walaupun sudah diperbolehkan pulang, Ricky masih belum diperbolehkan kembali bekerja seperti hari-hari biasanya. Ricky dibawa pulang kerumah Syafi'i untuk menjalani rawat jalan. Walaupun hati Ricky berat, tapi dia tak punya pilihan selain setuju. Sesampainya dirumah Syafi'i, ibu Karin hanya duduk di teras rumah Syafi'i dengan pandangan matanya yang tak lepas dari rumah yang dulu ditempati oleh Habibah. Rumah itu memang hanya berjarak satu rumah dari rumah Syafi'i. Namun sekarang rumah itu sudah berganti penghuninya. Entah kenapa dia sangat merindukan masakan dan kue-kue buatan dari anak angkatnya itu. Dia menghela nafas dalam-dalam demi melepaskan beban dalam hatinya.
__ADS_1
***
masih ditunggu like,. komen dan votenya ya, terimakasih 🥰🥰🙏