
setelah kedua orang tua Ricky kembali kekota asalnya, Ricky masih memiliki waktu cuti selama tiga hari lagi. Disisa waktunya itu dia berusaha untuk bisa lebih dekat dan mengenal Nelly. Dia selalu menemani da membantu Nelly dalam banyak kegiatan, mulai dari mencuci, belanja kepasar sampai memasak dia lakukan. Hal yang paling dia suka saat bersama dengan istrinya itu adalah saat dia bisa melihat bibir istrinya selalu dihiasi senyuman juga mata yang selalu berbinar-binar setiap kali dia menggodanya atau hanya sekedar menggandeng tangannya. Saat-saat seperti itu sangat lah terasa indah, seperti ada taman bunga didalam hati mereka yang bunganya sedang bermekaran. Apalagi setelah mereka berhasil melakukan malam pertama mereka, perasaan yang tadinya biasa saja kini mulai ada rasa sayang dan selalu ingin berdekatan. Mungkin itulah kekuatan dari sucinya sebuah pernikahan.
Setelah masa cuti berakhir, Ricky pun dengan berat hati meninggalkan Nelly dirumah kakaknya Syafi'i, namun apa daya rumah untuk dirinya masih belum disediakan oleh perusahaan karena Ricky belum sempat membuat surat pengajuan tempat tinggal rumah tangga.
" Kamu sementara tinggal disini dulu ya sayang, aku akan urus dulu rumah untuk kita. Nanti kalau rumahnya sudah sedia dan siap untuk ditempati, aku akan boyong kamu kesana. Dan sementara aku akan bolak balik kesini disetiap Minggu. Jadi kamu gak boleh nakal ya?" ucap Ricky pada Nelly sambil mencolek gemas ujung hidung istrinya.
" Iya mas, aku ngerti. Dan mas juga disana gak boleh nakal ya, nanti lihat cewek cantik terus mas lupa sama Nelly. " sahut Nelly sambil mengerucutkan bibirnya yang menambah kegemasan Ricky padanya.
" Ya gak dong sayang, aku cuma punya kamu seorang dan kamu cuma punya aku seorang." jawab Ricky sambil memeluk mesra tubuh istrinya.
" Ehem.. ehem.." terdengar suara deheman dari Syafi'i yang membuat pelukan dua sejoli itu terlepas karena terkejut.
" Memang ya, kalau orang lagi jatuh cinta itu akan lupa bahwa mereka hidup didunia ini bukan hanya ada mereka berdua saja. Tapi masih ada banyak orang lain disekitar..." kata Syafi'i membuat dua sejoli itu merona karena malu. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang familiar bagi mereka.
" Assalamu'alaykum.." sapa Habibah yang datang bersama Zain.
" Wa'alaykumussalam warrahmatullah.." jawab mereka serempak.
" Ini Rick, saya gak bisa kasih apa-apa selain Do'a dan oleh-oleh buat teman-temanmu nanti." ujarnya sambil menyerahkan sebuah bungkusan yang lumayan besar pada Ricky.
__ADS_1
" Kenapa harus repot-repot sih Nur, dapat doa dari kamu itu aja sudah lebih dari cukup." balas Ricky sambil menerima bungkusan yang diberikan oleh Habibah.
" Gak usah sungkan, sekarang kita saudara.. Apa kamu lupa kalau kita sekarang bersaudara,?" ucap Habibah sambil mengisyaratkan pada Zain agar purltranya itu menyalami Ricky dan juga yang lainnya. Dan Zain menuruti isyarat dari ibunya itu dengan imutnya.
" Baiklah, sepertinya waktu sudah tak pagi lagi. Sebaiknya kamu cepat berangkat, agar kau tak kemalaman sampai tujuan." Syafi'i mengingatkan agar Ricky segera berangkat, karena khawatir jika sampai kemalaman Ricky sampai ditempat tujuan sebab Ricky hanya menggunakan sepeda motor saja.
Setelah kepergian Ricky, Habibah menghampiri Nelly yang masih berdiri ditempatnya tadi melepas kepergian suaminya.
" Ehem.. Duh..duh..duh.. kayaknya ada yang makin cerah aja nih wajahnya. Memang beda ya auranya pengantin baru." goda Habibah sambil mencolek dagu Nelly yang kini sedang merona.
" Ih kakak ni. mana ada begitu.. biasa aja kok.." jawab Nelly sambil berlalu meninggalkan Habibah karena malu, Habibah yang saat itu hanya bisa tersenyum menyaksikan kebahagiaan itu menghiasi wajah Nelly.
Sementara itu, Ricky mengingat momen-momen kebersamaannya dengan Nelly, dia nampak senyum-senyum sendiri. Untungnya dia menggunakan helm, jadi tak ada yang tau jika dia tengah senyum-senyum sendiri. Tapi tiba-tiba dia teringat akan Habibah, gadis yang selama bertahun-tahun sangat dia cintai dan dia rindukan. Dia tak pernah menduga jika takdir hidup antara dirinya dengan Habibah jadi seperti sekarang. Kini mereka jadi saudara angkat dari orang tuanya. Kini diapun telah menikah dengan gadis pilihan dari wanita yang selama ini dia cintai itu, dan kini dia bisa merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya pun berkat campur tangan Habibah.
Terimakasih Nur.. selamanya aku tak akan pernah bisa membalas semua jasamu padaku. Namun mau atau tak mau, aku harus mengakui jika sebesar apapun aku nanti akan bisa mencintai dan menyayangi Nelly, tetap ada satu sudut dari hatiku yang tak akan pernah bisa digantikan olehnya yaitu kamu. Kamu adalah cinta pertamaku yang paling berkesan dalam hidupku, jadi mustahil jika sudut ruang itu akan hilang dari hatiku. Semoga suatu saat nanti aku akan bisa melihat kamu berbahagia dengan kebahagiaan yang lebih dari apa yang aku rasakan saat ini. Karena kamu layak mendapatkannya.
Lamunan Ricky terus menerawang jauh entah kemana menemani perjalananya kembali ketempat kerjanya yang jaraknya sekitar dua jam perjalanan. Saking asyiknya dia dengan lamunannya, tak terasa diapun sudah sampai di tempat tujuan tepat saat jam istirahat. Hingga teman-temannya yang melihat kedatangannya segera menghampirinya.
" Cie.. cie.. cie.. pengantin baru udah balik aja. Pasti berat banget tuh niggalinnya.. ha.ha.ha.ha." goda teman-temannya.
__ADS_1
" Pastinya.. Apalagi sedang masa panas-panasnya gitu, pastinya berat pakek banget tuh balik kesininya. Bay the way, gimana dengan belah durennya , sukses besar apa sukses aja nih bro.." sahut yang lainnya.
" Kalian ini pada ngomongin apaan sih.. ? Dari pada kalian ngelantur yang nggak-nggak, lebih baik kalian bawa ini dan nikmati.. oke..!? Aku mau istirahat dulu.." Ricky segera meninggalkan teman-temannya yang masih bergerombol setelah dia memberikan oleh-oleh yang diberikan oleh Habibah.
" Malu tuh.. nanti lanjut ceritain kita ya bro.. hahaha.." masih terdengar suara ledekan dan tawa dari teman-temannya diluar mes tempatnya tinggal.
Untuk Habibah, dia kembali dengan rutinitas hariannya yang hampir tak ada yang berubah. Hari-harinya dilaluinya dengan aktivitas yang sama setiap harinya. Hingga terkadang rasa jenuh itupun datang menghampiri. Dia ingin berlibur dengan membawa serta Muti'ah dan dua karyawannya juga Nelly sekeluarga. Namun sayangnya belum menemukan waktu yang tepat. Karena Ridho dan Syafi'i punya pekerjaan agak sulit untuk di bawa libur. Karena keduanya mengajar disebuah pesantren yang berada disekitar tempat tinggal mereka.
"Kak Muti', kapan ya kita bisa liburan..? Rasanya kok sudah jenuh banget ya, setiap hari dengan aktivitas yang sama. Hiburan kita hanya anak-anak aja. Sedangkan mereka juga pasti merasakan kejenuhan karena hari-harinya selalu sama. Tapi, kalau kita bisa liburan kira-kira kemana ya kak? Karena saya belum pernah liburan selama tinggal disini. Kalau dulu waktu masih kerja dikota, kalau jenuh diajak sama majikan jalan-jalan juga belanja di mall. Lha kalau disini dimana?" tanya Habibah pada Muti'ah.
" Kutang tau juga dimana, hahaaha.. sama juga aku gak pernah liburan.. hahaha.." Muti'ah tergelak sendiri saat menyadari jika dirinya tak pernah melakukan liburan seperti yang dimaksud Habibah.
" Tanya sama siapa ya kak..? Mas Syafi'i kan udah lama disini, coba tanya dia aja nanti.. Atau kak Ainun aja, siapa tau dia tau.. diakan istrinya, kalau mas Syafi'i liburan pastinya dia diajak juga kan?" kata Habibah serius.
" Emm.. benar juga ya, nanti aku tanya kak Ainun. Mudah-mudahan dia tau, biar bisa cepat kita rencanakan dengan baik untuk persiapan liburannya." ucap Muti'ah semangat.
***
jangan lupa dukung terus dengan jempol, komen dan votenya ya, terimakasih 🥰🥰🙏
__ADS_1