Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Sikap Ricky


__ADS_3

 


" Habibah, ayo berangkat...!!" seru Alvian sambil mengetuk pintu kamar Habibah berkali-kali.


 


"Habibah sudah berangkat dari tadi mas, gak tau kenapa kok tumben dia berangkat sepagi itu" Ririn yang mendengar Alvian memanggil- manggil Habibah memberi penjelasan singkat. Alvian yang mendengat perkataan Ririn pun tertegun dan berfikir sejenak, kenapa tiba-tiba dia pergi sekolah sepagi itu? Apakah hari ini dia ada piket?


" Ayo Pur kita berangkat, nanti kita terlambat kalau gak cepat berangkat" ajak Alvian pada sahabatnya yang bersandar di depan pintu ruang tamu. Mereka pun melajukan motornya dengan membawa fikiran masing-masing tentang perubahan sikap gadis yang mereka incar hatinya.


Disekolah saat lonceng istirahat berbunyi, semua siswa-siswi keluar dari kelas mereka, tapi Habibah hanya duduk di kursinya dengan membuka buku diary nya dan menuliskan sesuatu didalamnya. Tiba-tiba ada seseorang yang duduk disampingnya lalu menyandarkan kepalanya ke pundaknya begitu saja.


" Astaghfirullah hal 'adzim...!!" serunya yang refleks berdiri dari kursinya karena terkejut. Dilihatnya orang yang membuatnya terkejut itu malah tertawa terbahak bahak melihat reaksi gadis itu, baginya reaksinya itu sangat imut dan dia suka.


" Kamu ngapain begitu? Gak sopan tau!" kata Habibah menunjukan kekesalannya.


" Ih kamu itu yang aneh, masa baru gitu aja reaksimu udah seperti lihat setan aja. Masa dengan wajah ganteng begini kamu takut?" Ucap Ricky sambil menahan tawanya.


" Gak lucu tau! Setan itu lebih baik dari pada kamu," balas Habibah dengan pandangan mata yang sangat tajam. Ricky pun menghentikan tawanya, lalu berdiri dan menarik lengan gadis itu agar kembali duduk.


" Iya, ma'af.. aku cuma bercanda aja kok. Lagian kenapa sih reaksimu itu sampai segitunya? Aku kan gak ngapa-ngapain juga." Ricky pun kembali duduk di kursi samping Habibah.


" Apa yang kamu kerjakan disini sendirian? Kamu kenapa gak ke kantin? Kita ke kantin yuk aku yang traktir.." seloroh Ricky yang tak perduli dengan sikap gadis itu yang sangat jelas merasa tak suka dengan keberadaannya di sana.

__ADS_1


" Kamu pergi sendiri aja, saya mau disini dan gak usah kamu ganggu saya." sahut Habibah tanpa menoleh sedikitpun.


" Aihh.. Ya sudah kalau gitu aku juga disini aja deh temani kamu." ucap Ricky seraya menyandarkan punggungnya di kursi itu.


Ditatapnya wajah gadis disampingnya itu dengan sejuta pertanyaan tentang nya. Kamu benar-benar berbeda dengan yang lain. Aku tak pernah menemukan gadis yang seperti kamu ini. Dari pertama aku lihat kamu sampai saat ini, kamu benar-benar berbeda dan sangat membuatku merasa sangat tertarik. Semakin hari aku semakin penasaran dan slalu ingin dekat dengan kamu. Aku ingin tau kamu itu gadis yang seperti apa? Kenapa sulit sekali aku mendekati mu dan kenapa sikapmu begitu dingin begini? Aiihh.. Nur Habibah aku bisa mati penasaran karena kamu.. Lamunannya melayang entah kemana bersama satu sosok gadis disampingnya itu..Tak terasa lonceng tanda masuk kelas kembali terdengar, Ricky pun kembali ke ruang kelasnya karena memang mereka beda ruang kelas.


Saat pulang sekolah, seperti biasanya Habibah menunggu angkot di tempat yang tak jauh dari pintu gerbang sekolahnya. Ricky datang menghampiri dengan motor Scoopy baru miliknya.


" Mau aku antar pulang gak? Mumpung aku lagi baik hati nih, jarang- jarang lho aku mau nganterin temen apalagi temen cewek.." tawar Ricky pada Habibah sambil tersenyum.


" Gak, terimakasih.." jawab gadis itu singkat.


" Kamu kenapa sih Nur, susah banget di ajak temenan? Aku sedih lho Nur, cowok seganteng aku ini ditolak tanpa basa basi begini" kata Ricky dengan berlagak sedih di depan Habibah. Gadis itu hanya diam tak memperdulikan Ricky yang masih terus membujuknya agar mau dia antar pulang.


Sesamanya dirumah Ririn menghampiri Habibah yang baru melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu dekat pintu.


" Bibah, kamu tadi pagi di cariin sama mas Alvian lho. Kamu kenapa gak berangkat bareng sama dia? Oh ya, kamu tau gak mas Alvian bawa temannya nginap disini semalam ganteng juga lho gak kalah ganteng sama mas Alvian." cerocos Ririn sambil terus mengikuti Habibah hingga masuk ke kamarnya.


"Kalau kamu penasaran kamu ajak kenalan aja dong Rin, atau kamu tanya ke mas Alvian aja kamu kan kenal baik juga sama mas Alvian." jawab Habibah acuh.


" Ih males banget deh sama kamu, emang kamu gak pengen kenal sama dia? Ganteng lho bibah." ucap Ririn sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur dan membayangkan wajah Purnomo sambil tersenyum-senyum sendiri.


" Kira-kira nanti dia kesini lagi gak yah?" gumam Ririn sambil menoleh ke Habibah yang masih nampak cuek tak meladeni ocehannya sejak tadi. Bahkan gadis itu berlalu meninggalkannya ke dapur untuk mengambil air minum untuk menghilangkan dahaganya karena cuaca hari itu memang terasa sangat panas.

__ADS_1


Selepas shalat dhuhur, Habibah dan Ririn menikmati makan siangnya di kursi panjang samping rumah yang menghadap ke arah pelabuhan. Terlihat riuh aktivitas yang sibuk di pelabuhan itu, dari kapal besar yang membongkar muatannya disana.


" Asik bener makan siangnya disini, boleh gabung gak?" tiba-tiba ada sebuah suara memecah keheningan mereka yang sedang mnyantap makan siangnya sambil menikmati pemandangan yang ada di hadapan mereka.


" Mas Alvian, ngagetin aja. Mas Alvian tumben pulang cepat?" ucap Ririn sambil menggeser tempat duduknya memberi ruang untuk Alvian duduk. Sementara Habibah masih tetap menikmati makan siangnya tanpa menghiraukan kehadiran Alvian.


" Kamu kenapa tadi pagi pergi duluan sih?" tanya Alvian pada Habibah tanpa menjawab ucapan Ririn. Yang ditanya hanya tersenyum walau dipaksakan tanpa menjawab.


Alvian tertegun melihat gadis itu tersenyum, karena itu adalah momen yang sangat langka bisa melihat gadis itu tersenyum. Meski senyum itu sangat jelas sedang di paksakan, tapi dia sudah senang melihatnya.


Habibah lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur untuk membasuh piring yang baru saja dia gunakan. Alvian dan Ririn hanya bisa saling pandang melihat gadis itu.


" Dia itu kenapa ya mas, susah banget di ajak ngobrol. Aku aja kesusahan kalau mau ngobrol sama dia. Oh ya mas, siapa teman mas yang tadi pagi itu?" tanya Ririn dengan wajah wajah penasarannya.


" Purnomo, kenapa kamu naksir ya?" jawab Alvian dengan senyum menggoda.


" Gak kok mas, cuma tanya aja?" kata Ririn dengan tersipu malu.


" Nanti kapan-kapan aku ajak dia main kesini lagi, biar kamu kenalan sendiri aja." kata Alvian sambil bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.


***


agak-agak selow yah🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2