Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Setelah kepergian Alvian , Purnomo pergi mengunjungi rumah Habibah. Sesampainya di depan pintu rumah itu, dia pun mengetuknya.


" Assalamu'alaykum..." Purnomo mengucap salam seraya mengetuk pintu beberapa kali. Namun setelah beberapa kali mengucap salam dan mengetuk pintu tak ada yang menjawab salamnya atau membukakan pintu.


" Habibah kemana ya? Apa masih dikebun?" tanya Purnomo dalam hati. Karena orang yang dicari tak ada dirumah, akhirnya Purnomo memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Dia berencana akan kembali pada malam harinya.


Sementara gadis yang dicari masih asik di kebun menggembalakan ternak sapi dan kambing nya. Sambil menunggu ternaknya makan rumput disana, seperti biasanya dia membawa serta pena dan buku diary miliknya. Dia menuliskan apa saja yang ada dalam hati dan fikirannya. Semua dia tumpahkan dalam buku hariannya itu. Tiba-tiba dia melihat sesuatu terselip di antara sampul buku diary nya, dengan perlahan dia tarik keluar dari tempatnya bersembunyi. Ternyata surat dari Alvian yang sudah terlupakan olehnya bahkan amplop suratnya pun masih belum terbuka sedikitpun.


Gadis itu hanya menimbang-nimbang antara membukanya atau tidak. Akhirnya dia memilih untuk menyimpan kembali kedalam lipatan buku diary nya. Entah kenapa dia tak ingin membuka dan membacanya namun tak juga membuangnya. Mungkin suatu hari akan dia baca, fikirannya lagi. Waktu tak terasa tengah hari dan dia memutuskan untuk pulang karena dia harus menunaikan shalat dhuhur. Sesampainya di rumah diapun mandi dan bergegas melaksanakan shalat kemudian makan dan beristirahat sebentar. Karena setelah itu dia harus mencari rumput untuk makan malam kambing dan sapi nya nanti. Begitulah hari-harinya dilalui tanpa bersantai-santai seperti teman-teman sebayanya.


Saat malam pun tiba, setelah shalat isya Laily adik Habibah baru pulang dari Mushola. Setelah mengucap salam dia lalu mencari Habibah kakaknya di dalam kamarnya. Dan Habibah yang baru selesai shalat pun langsung ditariknya ke tepi ranjang.


" Kak, ada pesan dari mas Pur, katanya dia mau ketemu sama kakak di tempat biasa. Katanya dia mau tunggu sampai kakak datang." kata Laily setengah berbisik.


" Tempat biasa itu di mana sih kak?" goda Laily pada kakaknya dengan mengedipkan mata dan senyum nakalnya. Yang di goda hanya diam saja. Melihat kakak nya hanya diam, akhirnya Laily pun pergi meninggalkan Habibah sendiri.

__ADS_1


" Kakak gak asik ah! Malas lama-lama dengan kakak nanti aku jadi ketularan gak asik. " ujar Laily sambil berlalu. Habibah masih terduduk ditempat semula dan berfikir " haruskah aku temui ataukah gak ya? Ya udah deh aku temui aja sekalian aku pamit besok lusa aku juga mau pergi.


* * *


Setelah menunggu agak lama, akhirnya orang yang ditunggu datang juga.


" Ku sangka kamu gak akan datang. " sapa Purnomo begitu melihat gadis yang di tunggu nya tiba.


" Ada apa sih mas, tumben ngajak ketemuan?" sahut Habibah.


"Duduk dulu lah, masa kita ngobrol nya sambil berdiri kan capek.. hehehe.." Purnomo menimpali dengan sedikit bercanda karena suasananya terasa sangat canggung.


" Tadi pagi Alvian nunggu kamu lama lho.. kamu kok gak datang atau membalas surat dari dia. Kasihan lho dia mengharap banget kamu mau membalas suratnya itu. Dia cuma ingin tau aja balasan dari kamu bagaimana.. Lagian kamu kok susah banget sih, cuma balas surat aja kan gampang tinggal tulis- tulis udah beres." tanpa basa basi Purnomo langsung membahas tentang Alvian.


" Iya, saya tau tinggal nulis itu gampang mas. Tapi saya mau nulis apa itu yang saya gak tau.." jawab Habibah memberi alasan.

__ADS_1


"Ya ampun masa gitu aja kamu gak bisa sih bibah?!.." ucap Purnomo sambil tertawa. Dia tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


" Kamu tinggal jawab apa yang dia tanyakan, dan kamu jelaskan kalau ada yang perlu dijelaskan. Masa begitu saja kamu gak tau?" lanjut Purnomo sambil menatap lekat wajah gadis yang duduk tepat di hadapannya.


" Kalau gitu mas aja yang balaskan surat itu untuk saya. Kan mas udah biasa balas surat, kalau saya belum pernah mas. Mangkanya bingung .." Habibah menjawab sekenanya saja.


"Mana bisa gitu dong, kan kamu yang dapat suratnya. Surat itu juga buat kamu, masa aku yang balasin suratnya? kan gak lucu bibah.. " Purnomo gemas sekali dengan jawaban yang diberikan gadis itu.


" Ya sudah kalau gitu lain kali aja saya balasinnya. Gak usah mau buru-buru, nanti kalau saya mau dan ada waktu akan saya balas. Kasih tau aja mas Alvian kalau saya masih belum sempat, gampangkan?" kata-kata gadis itu benar-benar membuat Purnomo gemas setengah mati. Ingin rasanya mencubit pipi tembem gadis dihadapannya itu karena saking gemasnya. Tapi tak dia lakukan, sebab dia tak ingin membuat gadis itu tersinggung.


" Okelah kalau begitu, kita ganti topik pembicaraan aja ya. Sekarang aku mau menanyakan sama kamu sesuatu, dan aku harap kamu menjawabnya dengan jujur, apakah bisa?" tanya pria itu dengan wajah serius dan tatapan mata yang tak lepas dari wajah cantik Habibah.


" Boleh, kalau saya bisa jawab akan saya jawab. Tapi kalau gak bisa ya ma'af" jawab Habibah singkat.


" Kalau seandainya aku bilang sama kamu kalau aku suka sama kamu, kamu bagaimana? Apa kamu bisa kasih aku jawabannya?" akhirnya kata-kata yang selama ini dia simpan dalam hatinya keluar juga dari bibir Purnomo. Dadanya bbegitu bergemuruh saat mengucapkan kalimat itu, yah antara gugup dan lega karena bisa mengatakannya. Tapi dia juga khawatir, kalau nanti dia ditolak. Dia takut akan bernasib sama dengan Alvian. Tapi dia benar-benar sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi untuk mengungkapkan tentang perasaannya itu.

__ADS_1


***


rasanya nembak hati gebetan tuh kayak nano-nano ya🤭🤭


__ADS_2