Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Ultimatum ibu


__ADS_3

Keesokan harinya, ibu Karin sengaja menghampiri rumah Muti'ah demi mencari informasi tentang kepergian Habibah dari rumah kontrakan nya. Muti'ah pun bingung harus mengatakan apa pada ibu Karin, karena memang Habibah tak pernah menceritakan tentang masalahnya.


" Maafkan saya Bu, saya gak tau apa-apa. Sebab sebelum dia pergi, saya sudah bertanya berkali-kali namun dia tak mau menceritakan masalahnya apa. Hanya saja, dia tak pernah seperti ini sebelumnya, karena setiap ada masalah apapun dia selalu cerita pada saya. Tapi sebelum dia pergi, dia memang bertanya pada saya apakah dia benar-benar harus pergi dari sini ataukah tidak. Selama dia disini dia selalu menceritakan semua masalahnya pada saya, seberat apapun masalahnya dia tak pernah sekalipun mengatakan ingin pergi dari tempat ini. Tapi waktu itu, entah masalah apa yang telah dia hadapi sampai dia memutuskan untuk pergi dari tempat dimana dia berjuang mendirikan usahanya dari nol, bahkan seberat apapun masalah yang sedang dihadapinya tak pernah membuat dia berubah menjadi seseorang yang murung dan menutup diri terutama pada saya. Sepertinya masalah yang dia alami ada sesuatu yang mengharuskannya untuk memilih dia tinggal atau dia pergi dari sini, tapi entah apa itu." Muti'ah menjelaskan seperti apa Habibah selama dia mengenalnya.


" Berarti ada sesuatu yang terjadi padanya, tapi dia bermasalah dengan siapa? Jika ada masalah yang mengharuskannya mengambil pilihan seperti itu harus nya dia bermasalah dengan seseorang yang dekat dengannya kan?" kata ibu Karin, namun pertanyaan itu entah ditujukan pada siapa. Entah pada dirinya sendiri ataukah pada Muti'ah.


" Kalau dipikir-pikir lagi apa yang ibu katakan itu masuk akal juga, kenapa saya gak pernah terpikirkan akan hal itu ya.." jawab Muti'ah sambil manggut-manggut setelah dia memikirkan sejenak apa yang diucapkan oleh ibu Karin. Habibah tak akan mau mengorbankan usahanya yang sudah dia rintis dengan susah payah jika bukan demi seseorang yang sangat dekat dengan dirinya dan tentunya sangat berarti untuknya. Tapi Habibah bermasalah dengan siapa ya? Setahuku Habibah tak pernah bermasalah dengan siapapun. Ucapnya dalam hati.


Malam itu ibu Karin sangat gelisah demi memikirkan apa yang telah dia bicarakan dengan Muti'ah siang hari tadi. Ibu Karin benar-benar penasaran dengan siapa sebenarnya Habibah telah berselisih sampai membuatnya harus mengambil pilihan seperti itu. Ricky yang memperhatikan sikap ibunya yang gelisah sejak sore tadi akhirnya memberanikan diri untuk membuka mulutnya dan bertanya.


" Ada apa sih Bu, sejak sore aku lihat ibu sangat gelisah? Ada apa? Kalau soal aku, ibu tak perlu khawatir, dalam waktu dekat aku pasti akan pulih seperti sedia kala." kata Ricky sambil mebaringkan tubuhnya dengan berbantalkan pangkuan ibunya.

__ADS_1


" Bukan khawatirkan anak nakal macam kamu, ibu sedang memikirkan saudaramu Nur." sahut ibunya sambil menepuk pipi anak kesayangannya itu.


" Kenapa harus difikirkan terus sih Bu.. Aku yakin dia akan baik-baik saja, selama inipun dia bisa hidup dengan baik, kita harus mempercayai nya. Bukankah ibu sudah tau dia wanita yang seperti apa?" ucap Ricky menenangkan hati ibunya walau sebenarnya dia sedang menghibur dirinya sendiri dengan kata-kata yang seolah-olah dia tak mengkhawatirkan lagi Habibah.


" Ibu bukan mengkhawatirkan dirinya karena takut dia tak bisa hidup dengan baik, yang ibu fikirkan adalah masalah yang membuatnya harus mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat ini, tempat dimana dia berjuang membangun usahanya dari nol. Dengan jerih payahnya dia membangun usahanya sampai dia bisa memiliki banyak pelanggan dan memiliki karyawan,. tapi harus mengakhiri usahanya begitu saja. Ibu yakin, orang yang berselisih dengannya itu pastilah orang yang sangat berarti untuknya. Jika tidak, dia tak akan menghancurkan usahanya dengan begitu saja." ibu Karin mengeluarkan semua pemikirannya tentang kepergian Habibah itu pada Ricky. Ricky terkejut dengan pendapat ibunya itu, dia benar-benar tak menyangka jika ibunya bisa memiliki perasaan yang sepeka itu dengan kepergian Habibah. Dia jadi serba salah apakah dia harus mengatakan alasan sebenarnya pada ibunya tentang masalah kepergian Habibah itu ataukah tidak. Jika dia harus mengatakannya maka akan terjadi masalah baru lagi antara ibunya dengan Nelly istrinya, tapi jika dia tak mengatakannya lambat laun ibunya pasti akan mengetahuinya juga. Karena seperti saat ini saja dia belum mengatakan apapun ibunya sudah bisa memprediksikan dengan benar. Hanya tinggal satu langkah lagi saja ibunya akan tau cerita yang sebenarnya.


" Ibu aku ingin mengatakan sesuatu pada ibu mengenai hal ini, tapi bisakah ibu berjanji sesuatu padaku kalau ibu tak akan marah." kata Ricky sambil bangun dari pangkuan ibunya.


" Aku akan menceritakan pada ibu sekarang, tapi berjanjilah untuk tak marah pada siapapun. Aku mohon Bu.." pinta Ricky seraya memohon agar ibunya mau berjanji.


" Baiklah.. ibu berjanji tak akan marah pada siapapun. Ibu hanya ingin tau kebenarannya, yah hanya itu. Karena bagaimanapun juga dia sudah jadi keluarga kita." jawab ibu Karin sambil menggenggam tangan Ricky.

__ADS_1


" Ibu.. sebenarnya Habibah tak berselisih dengan siapapun, itu semua terjadi karena ada kesalahfahaman yang dilakukan oleh Nelly istriku. Dia berfikir Nur dan Zain telah merebut perhatian dariku, sehingga dia cemburu tanpa alasan yang jelas. Entah mengapa dia mengatakan hal-hal yang tak masuk akal itu pada Nur, dan mengatakan padanya jika dia ingin melihat kami bahagia maka dia harus menjauh dariku. Sesungguhnya Nur tak pernah mendekatiku, tapi aku yang selalu mendekatinya dari dulu hingga kini. Mungkin dulu aku berusaha mendekatinya karena aku sangat mencintainya, tapi sekarang itu karena amanah yang ibu tinggalkan untukku yaitu untuk selalu memperhatikannya karena sekarang dia adalah saudaraku. Tapi entah kenapa Nelly tak mempercayainya. Dia berfikir aku telah mengkhianatinya, tapi demi Allah Bu, semua itu hanya untuk persaudaraan yang sudah ibu ikatkan pada kami. Untuk itu aku merasa bersalah padanya dan juga pada ibu, maafkan atas kelemahan ku ini Bu. Maaf...!" Ricky menjelaskannya dengan panjang lebar permasalahan yang dia tau. Tiba-tiba air matanya mendobrak pertahanannya dan berhasil meluncur membasahi pipinya. Ibu Karin melihat betapa tulusnya Ricky saat mengatakan semua itu hanya bisa memeluknya.


" Baiklah.. ibu mengerti sekarang. Seharusnya sekarang istrimu mengetahui betapa tulusnya kasih sayang Nur padanya, demi kebahagiaan kalian dia rela melepaskan segalanya. Dan apakah istrimu masih belum bisa menyadari kesalahannya? Seharusnya istrimu sudah mengerti akan hal ini, kasih sayang itu lebih mahal dari materi. Dan dia harus lebih banyak belajar lagi dari Nur. Ibu memaafkan kesalahannya, tapi cukup kali ini saja hal ini terjadi dan tak ada untuk yang kedua kalinya. Jika sampai hal seperti ini terjadi lagi, maka ibu tak bisa menjamin jika ibu masih bisa memaafkannya. Karena jika boleh jujur, ibu akan lebih rela jika harus kehilangan menantu ibu daripada harus kehilangan anak seperti Nur. Tapi ibu masih akan memberinya kesempatan untuk tetap menjadi menantu ibu, dan kesempatan ini hanya ada satu kali. Ingat... mula sekarang kamu harus lebih baik lagi dalam mendidik istrimu itu, agar hal seperti ini tak terjadi lagi kedepannya." nasehat ibunya sambil melepaskan pelukannya dari Ricky.


" Baik Bu.." Ricky tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sangat bersyukur karena ibunya tak marah padanya atau istrinya. Tapi ultimatum yang diberikan ibunya tadi sangat menusuk dalam hatinya.


Sementara itu, Nelly yang tak sengaja mendengar semua percakapan antara suaminya dengan ibu mertuanya itu hanya bisa menangis. Dia benar-benar menyesali semua yang telah dia lakukan pada Habibah. Dan dia semakin merasa malu pada suaminya, karena ternyata dia yang sebagai istrinya tak lebih berharga dibandingkan Habibah dihati ibu mertuanya. Habibah memanglah istimewa,. dan dia sudah sangat menyadarinya sekarang. Jika saja dirinya yang berada diposisi Habibah saat itu, belum tentu dia mau mengorbankan kehidupannya hanya untuk orang lain. Tapi Habibah bisa melakukannya dengan mudah tanpa harus berfikir panjang. Maafkan aku kak, aku berjanji mulai saat ini aku tak akan cemburu sembarangan lagi pada siapapun itu. Aku akan belajar untuk bisa jadi seperti kakak dalam ketulusan menyayangi siapapun yang memang berharga dalam hidupku. Seperti kakak yang ternyata begitu tulus dalam menyayangiku dan suamiku juga kakak serta kakak ipar ku. Terima kasih kak..


***


ketulusan itu sangatlah berharga seperti tulusnya diriku pada kamu yang selalu menunggu update anku🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2