Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
Menyesal


__ADS_3

Nelly merenungi semua yang dikatakan oleh kakaknya Syafi'i, dia bertanya-tanya apakah dia sudah melakukan kesalahan seperti yang dikatakan oleh kakaknya itu? Atau mereka saja yang berlebihan dalam menanggapi ucapan darinya? Dia ingat-ingat kembali saat pertama kali dia datang ketempat dimana sekarang dia tinggal, orang yang pertama menjadi temannya adalah Habibah. Orang yang pertama kali mengajarkannya memasak dan membuat kue juga Habibah. Sering dapat hadiah dari Habibah setiap kali Habibah membuat pakaian atau membeli sesuatu, Nelly tak pernah dilupakannya. Habibah juga yang mengenalkannya pada Ricky yang kini menjadi suaminya. Banyak hal yang telah dilakukan untuk dirinya, bahkan sering memberi wejangan agar dia bisa lebih merasa dekat dengan Ricky.


Setelah benar-benar direnungi , akhirnya dia sadar jika dia telah salah karena sudah banyak mengatakan hal menyakitkan pada Habibah. Nellypun segera mendatangi rumah yang sebelumnya ditempati oleh Habibah, dia tak tahu jika ternyata Habibah telah pergi dari rumah itu. Sesampainya di depan rumah Habibah, Nelly berkali-kali mengucapkan salam. Namun tak ada jawaban, dia fikir Habibah sedang marah padanya. Saat Nelly akan meninggalkan rumah itu, ada beberapa orang datang menghampiri rumah itu juga. Dan ternyata calon penghuni baru dari rumah itu.


" Maaf Bu, bagaimana bisa rumah ini akan disewakan sementara masih ada yang nempati rumah ini?" tanya Nelly bingung.


" Siapa yang nempati? Rumah ini sudah kosong selama tiga hari ini.."


" Tiga hari..!? Lha kak Habibah nya kemana Bu?" Nelly menyela ucapan Ibu Rossi pemilik rumah itu.


" Saya gak tau, cuma yang jelas dia sudah keluar meninggalkan rumah ini sejak tiga hari yang lalu." jawab Bu Rossi.


" Jadi kak Habibah beneran sudah pergi?" tanyanya pelan seolah dia bertanya pada dirinya sendiri.


Dengan langkah gontai dikembali kerumahnya. Tak henti-hentinya dia menangisi kebodohannya.


Bagaimana bisa hanya karena cemburu aku bisa berbuat seburuk ini pada orang-orang yang sudah tulus menyayangiku? Demi aku, kak Habibah benar-benar pergi dari sini. Lalu aku harus bagaimana sekarang? Kemana aku harus mencarinya untuk meminta maaf padanya? Ya Allah... aku harus bagaimana sekarang..?


Diraihnya handphone miliknya yang berada diatas nakas didalam kamarnya. Dia menekan nomor handphone Habibah berkali-kali, namun nomor itu tak aktif. Akhirnya dia menelepon suaminya Ricky, setelah beberapa kali akhirnya panggilannya diterima juga oleh Ricky.


" Halo.." terdengar suara diujung sana menyapa dengan malas.

__ADS_1


" Ma..as.." Nelly makin terisak-isak setelah mendengar suara suaminya yang seperti tak menyukai panggilan darinya.


" Kamu kenapa?" tanya Ricky masih dengan suara datarnya.


" Ma..as.. kak Habibah mas.. huhuhu.." suara tangisnya semakin keras.


" Ada apa dengan Nur?" terdengar suara Ricky mulai terdengar khawatir.


" Dia pergi.." Nelly masih dengan tangisannya.


" Pergi..!! Bagaimana bisa? Sejak kapan..!? Dia pergi kemana..!?" Ricky benar-benar panik sekarang. Bahkan tanpa disadari Ricky sampai terlonjak dari tempat duduknya. Nelly makin berderai air mata saat menyadari begitu paniknya Ricky dengan kepergian Habibah.


" Nelly.. Apa yang sudah kamu katakan pada Nur..!?" kini suaranya berubah menjadi amarah yang tertahan. Bahkan Ricky yang selama menikah tak pernah menyebut langsung namanya pun saat itu memanggilnya langsung dengan namanya.


Ricky berusaha menghubungi nomor handphone Habibah namun tak berhasil. Tanpa fikir panjang, Ricky meninggalkan pekerjaannya dan segera melajukan motornya untuk pulang menemui Nelly. Dia ingin mendengar langsung apa saja yang telah dikatakannya pada Habibah sampai Habibah bisa memutuskan untuk pergi.


Sesampainya di rumah, Syafi'i yang melihat kedatangan Ricky langsung menahannya agar tak langsung menemui Nelly dalam keadaan emosi. Syafi'i segera membawanya untuk duduk terlebih dahulu, sementara Ainun segera membawakan air putih untuknya. Setelah Ricky meminumnya, barulah Syafi'i meminta Ainun istrinya untuk memanggil Nelly. Setelah Nelly keluar, betapa terkejutnya dia saat melihat keberadaan suaminya sedang duduk bersama kakaknya. Dia sangat ketakutan, dua orang lelaki yang selama ini lembut padanya tiba-tiba berubah menjadi menakutkan Dimata Nelly. Nelly bisa melihat kekecewaan mereka dari sorot mata yang mereka tunjukkan padanya.


" Duduklah.." Syafi'i meminta Nelly duduk tepat dihadapan suaminya. Dan Nelly pun mengikuti apa yang dikatakan oleh kakaknya meski dengan wajah yang tertunduk karena takut.


" Pandang wajah suamimu ini, baru bicaralah padanya. Apa saja yang sudah kamu katakan pada Habibah." perintah Syafi'i pada Nelly.

__ADS_1


" Apa yang sudah kamu katakan pada Habibah? Aku ingin mendengar langsung dari mulutmu." ucap Ricky dingin, menambah rasa takut dalam hatinya.


" Maafkan aku mas, aku bilang kalau dia ingin lihat kita bahagia aku minta agar dia menjauh dari kamu mas.."


" Appaa..!?" Ricky, Syafi'i dan Ainun serempak mengucapkan sebuah kata itu.


" Bagaimana kamu bisa meminta hal konyol seperti itu padanya Nelly? Jika seandainya kamu minta nyawanya hanya untuk memenuhi kebahagiaanmu, Diapun bisa berikan itu padamu." ucap Ricky pelan dan tiba-tiba dia menangis.


" Sekarang aku harus bagaimana Nell? Dia sudah pergi membawa sebuah beban yang sebenarnya dia tak pantas untuk membawanya. Apa yang harus aku katakan pada kedua orang tuaku Nell? Kamu tau sendiri mereka menitipkan mereka padaku, dan sekarang mereka pergi hanya karena kamu cemburu padanya. Lalu sekarang aku harus bilang apa pada mereka?" Ricky benar-benar tak bisa berkata-kata lagi. Hanya air matanya tiba-tiba tak bisa dia bendung lagi dan menetes dari ujung dagunya. Entah kenapa dia merasa benar-benar seperti telah mengkhianati kedua orang tuanya saja.


Nelly semakin terkejut mengetahui jika ternyata suaminya itu hatinya begitu lembut, sehingga begitu mudah tersentuh dan meneteskan air mata. Dan kini dia benar-benar menyesali semua yang telah dia lakukan akhir-akhir ini. Mungkin dia tak akan pernah bisa lagi menemukan seorang sahabat sekaligus saudara seperti Habibah lagi selama hidupnya. Dan kini dia baru menyadari mengapa semua orang menyayanginya. Hanya karena rasa cemburu dia telah melukai banyak orang.


" Mas.. apakah sekarang kamu membenciku?" tanya Nelly dengan suara yang pelan, hampir tak terdengar oleh orang lain.


" Aku gak benci kamu, aku hanya kecewa saja, karena ternyata aku belum pantas mendapatkan rasa percaya darimu. Kamu gak salah juga, ini semua kesalahanku. Aku dulu memanglah sangat mencintainya walaupun hanya bertepuk sebelah tangan. Tapi aku tak pernah main-main dengan sebuah hubungan apalagi pernikahan. Aku menyayangimu tulus dari hati yang terdalam. Dan mengenai perasaanku pada Nur, sebesar apapun itu tetaplah masa lalu. Memang tak mudah untuk melepaskan diri dari semua rasa yang selama bertahun-tahun mengikat ini. Tapi tak ada yang mustahil didunia ini kan? Sekarang perhatianku hanya sebagai saudaranya tak lebih dari itu. Dan satu hal lagi, dia tak pernah sekalipun mendekatiku, jadi bagaimana bisa dia yang harus menjauhiku? Sudahlah.. aku sudah katakan apa yang ingin aku katakan, dan aku harus kembali sekarang. Kakak, maafkan karena aku mungkin hanya seorang suami yang payah bagi adikmu. Tapi aku sangat perduli dengan kepercayaan, tapi sayangnya sekarang aku mengkhianati kepercayaan dari kedua orang tuaku. Dan aku juga telah gagal jadi suami yang ideal untuk adik kakak, aku minta maaf. Dan sekarang aku harus kembali ketempat kerja karena aku tadi pergi tanpa izin terlebih dahulu. Assalamualaikum.." ucap Ricky panjang lebar sambil bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju motornya lalu pergi. Nelly semakin berurai air mata mendengar apa yang telah diucapkan oleh suaminya, dia benar-benar telah menyesali semua yang telah dilakukannya. Dia ingin memperbaiki semua kesalahannya, hanya saja dia masih belum tau harus memperbaikinya dari sebelah mana dulu. Karena ternyata kesalahannya banyak terutama pada Habibah dan Ricky suaminya.


Syafi'i hanya terdiam tanpa tau harus mengatakan apa lagi pada Nelly. karena kesalahan yang dilakukan Nelly telah melukai hati suaminya. Seorang lelaki tak akan semudah itu untuk meneteskan air mata jika dia tak benar-benar terluka. Akhirnya dia hanya bisa meninggalkan Nelly yang masih sibuk dengan fikirannya sendiri diruang tamu. Dan Ainun hanya bisa mengikuti langkah suaminya menuju kamarnya.


Suasana rumah itu benar-benar telah berubah sejak kepergian Habibah telah diketahui.


Kak Bibah... maafkan aku kak.. sekarang aku mengerti kalau aku benar-benar salah faham pada kakak. Salah faham yang aku lakukan ini ternyata sangat fatal. Disaat seperti ini aku justru berharap kakak ada disini untuk memberikan aku solusi agar semua ini bisa aku perbaiki. Betapa egoisnya aku .

__ADS_1


***


jempol mana jempol.. komennya juga votenya masih sepi ya😭😭


__ADS_2