
Dengan perasaan yang tak menentu, Habibah berjalan menuju dapur.. Tapi entah kenapa dia hanya berdiam diri disana. Fikirannya masih melayang pada chat yang di terimanya dari Zelly tadi. Ibunya yang melihat gelagat tak biasa dari putrinya itu mendekatinya lalu menepuk bahunya dengan lembut.
" Ada apa? Kok kayak lagi bingung gitu?" ibunya memperhatikan wajah Habibah dengan penuh perhatian.
" Ehmm... Iya ma, Bibah ada yang mau di sampaikan. Tapi, Bibah bingung cara bilangnya gimanaππ..."
" Oke... Kalau bingung, kamu tinggal mulai kata-kata kamu dari mengenai hal apa? Soal anak-anak atau apa?"
" Ehm.. Itu soal... soal pak Zelly ma..." jawab Habibah sambil menundukkan wajahnya.
" Ada apa dengan pak Zelly?" tanya ibunya dengan tak melepas pandangan dari wajah putrinya yang kini bersemu merah.
" Ehm... Itu.. Itu.. emm.. " entah mengapa tiba-tiba Habibah merasa gugup untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya. Bahkan dia merasa tenggorokannya tiba-tiba kering.
" Kamu tuh mau ngomong apa sih Bibah..? Lama banget.. Kenapa sama pak Zelly? Dia mau sama kamu? Dia mau ngelamar kamu atau dia mau nikahin kamu? Karena kalau udah ngomongin soal cowok pasti gak bakalan jauh-jauh dari hal itu deh.. " tebak ibunya yang menambah merah wajah Habibah, dan dengan pasti ibunya bisa melihat itu dengan jelas. Dan ibunya tersenyum melihat putrinya yang semakin menyembunyikan wajahnya degan menunduk.
" Kalau memang dia sungguh-sungguh dan kamu bersedia, ya sudah suruh datang aja secepatnya. Lebih cepat lebih baik kan?" lanjut ibunya sambil tersenyum penuh arti pada Habibah.
" Iya ,ma.. Lusa dia mau datang.. Tapi sementara ibunya belum bisa datang.. Mungkin kalau pas acara nikah kami, ibunya baru bisa datang.. "
__ADS_1
" Wah.. wah.. kalian sudah merencanakan sampai pernikahan segala, tapi kamu masih malu-malu begini untuk bilang sama orang tuamu? Kamu tuh udah bukan anak ABG lagi Bibah, masa membicarakan hal begini aja sesusah itu?" ibunya sangat gemas melihat tingkah Habibah yang seperti seorang gadis yang belum berpengalaman dan masih malu-malu.
" Bibah... Bibah cuma gak tau gimana cara bilangnya ma. Bibah takut kalau mengecewakan lagi, Bibah sebenarnya juga masih belum bisa yakin. Tapi Bibah juga gak bisa egois sama anak-anak, terutama sama Nur yang sudah berulang kali minta untuk punya Abah baru, dan dia juga suka sama pak Zelly. Bibah gak bisa terus-terusan menolak permintaannya ma. Bibah juga mengerti kalau dia ingin seperti anak-anak yang lain. Mudah-mudahan ini bukan keputusan yang keliru untuk mereka. Dan Bibah tau, pak Zelly sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Walaupun Bibah coba menolak kenyataan bahwa beliau itu bersungguh-sungguh, tapi gak ada alasan yang bisa Bibah ajukan pada fikiran Bibah kalau beliau hanya bercanda. Karena pada kenyataannya sejak dulu beliau gak pernah berubah pada Bibah. Bibah sudah berulangkali menolak beliau, tapi sampai sekarang perasaannya tak pernah berubah. Bibah juga gak pernah nyangka kalau beliau akan tetap dengan perasaannya."
" Semoga memang dia yang terbaik untukmu, nak. Semoga dengan segala perasaannya itu bisa membuatmu dan anak-anak bahagia. Orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dengan kesungguhan hatinya, semoga dia gak pernah berubah walaupun kalian kelak sudah menua bersama."
" Aamiin..." Habibah mengaminkan apa yang jadi harapan dan doa ibunya. Hatinya menjadi lega setelah mengatakan isi hatinya pada sang ibu. Dia juga meminta pada ibunya untuk menyampaikan berita itu pada ayahnya. Karena dia malu kalau harus menyampaikannya langsung pada sang ayah.
πππ
Hari yang di nantikan sejak lama oleh Zelly akhirnya tiba juga. Saat ini dia sedang dalam perjalan menuju kampung Habibah tinggal. Kampung yang dulu selalu dirindukannya dan membuatnya merasa tenang jika berada disana. Bagaimana tidak, karena disana ada seseorang yang telah mencuri hatinya bahkan telah memenjarakannya selama bertahun-tahun lamanya.
Dan hari ini dia sedang dalam perjalanan untuk menjumpai orang tuanya, untuk meminang sang pujaan hatinya yang telah sekian lama hanya ada dalam angan-angannya saja. Dan kini, hari bahagia itu telah dekat di depan mata. Bahkan sejak semalam wajah Zelly selalu dihiasi oleh senyum bahagia yang telah lama menghilang dari wajahnya. Bagaikan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, begitulah wajah Zelly yang hangat serta tampak berbinar-binar.
" Aku cuma masih merasa gak percaya aja Rud, hal yang sejak dulu gak berani aku harapkan dan impikan sekarang malah diwujudkan oleh Allah. Sungguh ini suatu ke ajaiban, kalau aku ingat semua dari awal kejadian saat ini sangat mustahil bisa terjadi. Tapi, memang Allah maha kuasa dan berkehendak jadi gak ada hal yang mustahil bagi Allah." Zelly menimpali candaan Rudy dengan wajah yang masih tak lepas dari senyuman.
" Itulah hadiah orang yang sabar seperti mu, sejak kamu jumpa dengan dia, kamu jadi orang yang begitu penyabar. Sungguh aku senang kalau akhirnya kamu bersama dengan dia, karena dia sudah memberikan hal positif yang sangat besar padamu. Dan ku rasa dia yang terbaik untukmu." sahut Rudy lagi.
" Kamu benar, aku gak harus jadi orang bodoh yang hanya bisa di manfaatkan oleh wanita dengan alasan cinta. Tapi sungguh dia itu berbeda, dia itu sangat istimewa bagiku. Sebuah anugerah Tuhan yang paling indah dalam hidupku aalah dia."
__ADS_1
" Waah bos, memangnya dia se istimewa itu ya bos?" tiba-tiba Zacky mempertanyakan rasa penasarannya tentang Habibah pada Zelly. Karena dia belum yakin kalau ada seorang wanita yang seistimewa itu di dunia ini.
" Tentu. Dia adalah satu-satunya wanita yang gak bisa sembarangan didekati baik hatinya apalagi tubuhnya. Dia adalah wanita yang gak tertarik sama sekali dengan tampang dan uang serta jabatan yang aku miliki. Padahal selain dia, banyak wanita yang berlomba-lomba mencari perhatian dariku. Dan dia juga......"
" Dan dia juga yang sudah berkali-kali menolak bos gantengmu itu Zacky.." Rudy memotong kalimat terakhir Zelly dengan cepat yang di akhiri dengan gelak tawa.
" Wah, serius bos sampai di tolak berkali-kali? Keren dong..." Zacky berbalik menghadap Zelly yang duduk di kursi belakang dengan wajah yang perih rasa tak percaya. Zacky benar-benar tak percaya kalau ada wanita yang bisa menolak bos nya itu, bahkan bukan hanya sekali tapi sampai berkali-kali.
" Gak usah kamu pasang wajah yang begitu, karena itu sangat menyebalkan." sungut Zelly saat di pandang oleh Zacky dengan pandangan tak percaya itu. Bagi Zelly itu sangat menyebalkan dan sangat memalukan.
Sepanjang perjalanan, Rudy dan Zacky tak henti-hentinya menggoda Zelly yang sudah hampir tak bisa berkutik di buatnya. Wajahnya berkali-kali dibuat merona oleh mereka berdua.
Pembicaraan mereka yang terasa seru dan asyik, membuat perjalanan panjang mereka tak terasa membosankan. Zelly pun tak mempermasalahkan jika dirinyalah yang jadi bahan dari topik pembicaraan mereka. Walaupun kadang dia merasa malu dan kesal dengan ulah kedua temannya itu, tapi dia bahagia. Hatinya sedang di penuhi bunga-bunga yang bermekaran. Sehingga keindahan dalam hatinya itu tercetak jelas pada wajah dan sorot matanya. Dan jelas itu menambah ketampanannya, hingga menjadi perhatian banyak orang setiap kali mereka singgah di tempat makan atau hanya sekedar istirahat untuk meluruskan kaki dan pinggang mereka.
Wanita mana yang tak akan terpesona oleh ketampanan wajah Zelly. Dengan bibirnya yang tipis, bulu matanya yang tebal dan lentik untuk ukuran pria, di tambah dengan bulu alis yang cukup tebal menambah kesan gagah padanya. Yang jadi penunjang terpenting dari ketampanannya tentu kulit tubuhnya yang putih bersih, dengan bonus bentuk tubuh yang selalu jadi impian banyak pria dan jadi idaman para wanita yaitu berdada bidang dan sixpack tentu saja.
Tapi Zelly tak pernah memperdulikan setiap mata dan bibir yang tersenyum manis dari wanita-wanita yang memperhatikannya. Bahkan beberapa kali ada wanita yang terang-terangan mengajaknya berkenalan bahkan memuji ketampanan yang dimilikinya.
Banyak wanita yang terang-terangan memujiku dan mendekatiku. Tapi kenapa dia gak pernah memujiku? Apa aku gak semenarik itu untuknya? Seperti apa yang bisa membuatnya merasa tertarik dari seorang laki-laki dewasa seperti ku? Masa dia gak tertarik sama sekali?
__ADS_1
Zelly malah sibuk mempertanyakan tentang Habibah yang tak pernah mengatakan kalau dia itu tampan, sedangkan wanita diluaran selalu mengatakan bahwa dia itu tampan.
Apa dia tak menyukai pria tampan?