Perjalanan Cinta Habibah..

Perjalanan Cinta Habibah..
malam pengantin


__ADS_3

Setelah shalat isya mereka makan malam bersama, Nelly berusaha melayani suaminya dengan baik. Disendokkannya nasi dan juga lauknya kedalam piring suaminya, dan semua itu hasil masakan Nelly sendiri. Diperhatikannya suapan demi suapan dari suaminya, dia ingin melihat apakah masakannya bisa diterima atau tidak oleh suaminya. Namun, ternyata wajah suaminya biasa saja yang berarti masakannya bisa diterima oleh lidah suaminya. Nelly merasa lega melihatnya, Nellypun akhirnya ikut menikmati makanannya. Terlihat senyum tipis yang menghiasi wajah cantiknya, namun dia sembunyikan senyumannya itu dengan menundukkan wajahnya. Syafi'i yang sekilas melihat tingkah adiknya itupun ikut tersenyum.


" Masakanmu ternyata enak juga ya Nell.. gak nyangka kalau sekarang adik kecilku sudah pandai masak. Bagaimana Rick, enak kan masakan Nelly?" puji Syafi'i. Wajah Nelly seketika itu merona karena malu dipuji kakaknya dihadapan suaminya.


" Iya . enak mas." jawab Ricky singkat. Dan sekilas melemparkan sebuah senyuman pada istrinya yang duduk disampingnya. Nelly yang melihat sekilas senyuman dari suaminya itu semakin merasa malu. Setelah selesai makan malam, Nelly segera mencuci piring yang telah digunakan mereka makan tadi. Sedangkan Ainun membersihkan meja makan. Setelah itu merekapun masuk ke kamar masing-masing.Malam pengantin Ricky tak berjalan lancar, sebab Ricky masih sibuk dengan hatinya sendiri. Malam itu Nelly sebenarnya sangat takut menghadapi malam itu, ada rasa takut, rasa penasaran dan juga malu bersatu dalam hatinya. Namun demi melihat Ricky yang nampak murung, dia berfikir jika suaminya itu masih merasakan sakit yang dilihatnya tadi siang. Ricky terlihat duduk bersandar pada kepala ranjang tempat tidur mereka. Nelly dengan ragu-ragu naik ke atas tempat tidur, Nellypun ikut duduk dan bersandar mengikuti suaminya. Dia tak berani untuk membaringkan tubuhnya, entah kenapa dia tak berani melakukannya.


Tiba-tiba Ricky merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya diatas pangkuan Nelly tanpa mengatakan apapun, Ricky hanya memejamkan matanya saja. Nelly sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ricky. Dia tak berani protes ataupun menolaknya. Dia merasa sangat gugup dengan sikap suaminya itu, jantungnya berdetak sangat cepat, tubuhnya tiba-tiba kaku. Ini adalah pengalaman pertama baginya dengan laki-laki. Setelah cukup lama, akhirnya Ricky membuka suara.


" Sayang... Apakah kamu bahagia?" tanya Ricky tiba-tiba.


" I..iya.. mas sendiri bagaimana?" tanya Nelly gugup.


" Aku...? Aku senang.. tapi.. aku ingin bicara jujur sama kamu. Mungkin saat ini aku belum bisa jatuh cinta padamu, tapi akan berusaha untuk mencintaimu dan menyayangimu dengan sepenuh hatiku. Apakah kamu keberatan?" tanya Ricky sambil menatap wajah Nelly serius.


" Iya.. Nelly gak keberatan kok mas.. Nanti dengan berjalannya waktu, rasa itu pasti akan ada untuk kita. Kalau seandainya sekarang mas belum bisa, karena mungkin masih ada seseorang yang mas Ricky cintai. Nelly siap menunggu kok mas, kita pelan-pelan aja. kita kan memang belum terlalu mengenal dan kita juga belum terlalu dekat. Kita saling mengenal lebih dekat aja dulu, supaya rasa itu bisa ada di antara kita. Jadi jangan khawatir ya.. Oh iya.. apa mas masih sakit?" ucap Nelly berusaha mengerti perasaan suaminya. Ada kehangatan yang mengalir dalam dadanya yang mengalir ke seluruh tubuhnya.


"Sedikit.. kalau aku beristirahat dengan cukup, aku rasa akan cepat membaik. Baiklah, sekarang kita tidur, jangan sampai besok bagun kesiangan." Ricky bangun dari pangkuan Nelly dan merebahkan tubuhnya dengan posisi yang benar. Nelly nampak ragu-ragu untuk membaringkan tubuhnya disamping Ricky. Namun Ricky yang mengerti akan hal itu segera menariknya kedalam pelukannya. Nelly sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ricky, namun entah mengapa diapun tak berniat berontak justru merasakan kenyamanan dari pelukan hangat suaminya itu.

__ADS_1


Ternyata dipeluk seperti ini terasa sangat nyaman, bagaimana mungkin aku tak akan menyukai suamiku ini ya Allah.. Nelly tersenyum simpul dalam dekapan Ricky.


Ternyata bisa memeluk seseorang disaat suasana hati seperti sekarang ini bisa menenangkan, Ya Allah... segeralah kau ganti perasaanku ini untuk orang yang kini berada dalam dekapanku. Jangan biarkan dia terluka karena perasaanku yang salah.


Ricky semakin mempererat dekapannya pada Nelly. Dan malam itu pun mereka tertidur dalam hangatnya dekapan mereka.


Sementara kedua orang tua Ricky masih menginap dirumah Habibah. Ibu Karin semakin memperhatikan Habibah, hatinya merasa semakin sayang. Dia sungguh mengagumi kepribadian Habibah, hatinya sungguh berat untuk meninggalkan Habibah disana. Bahkan mereka sangat menyukai Zain, Zain sangat mengertu keadaan ibunya hingga tak pernah merepotkan ibunya yang sibuk dengan pekerjaannya. Dia benar-benar anteng, dan kelembutan Habibah membuat Zain mudah untuk diarahkan. Namun apa daya, mereka harus kembali kekota asal mereka di keesokan harinya.


" Nur.. Bolehkah ibu mengatakan sesuatu padamu?" tanya ibu Karin pada Habibah. Habibah yang sedang mempersiapkan bahan-bahan kue yang akan dia gunakan untuk membuat kue dipagi harinya, meninggalkan kegiatannya dan mencuci kedua tangannya lalu duduk disamping ibu Karin. Tindakan Habibah itu sangat berkesan dihati ibu Karin. Dia sangat menghormati ku dengan cara seperti ini? Dia bahkan meninggalkan pekerjaannya hanya untuk mendengarkan aku bicara.


"Ya.. Apa yang ingin ibu bicarakan dengan saya? Bicarakanlah saya akan dengarkan.." ucap Habibah sambil menatap wajah ibu Karin.


" Saya tak akan keberatan sama sekali jika ibu dan bapak mau menerima kami sebagai anak angkat kalian." jawab Habibah lembut. Ibu Karin sangat senang dengan jawaban Habibah itu, dipandanginya wajah Habibah dengan seksama lalu disentuhnya lembut pipi Habibah. Wajah yang terlihat dingin dan tegar, tapi ada kehangatan dan kelembutan dimatanya.


" Terimakasih sayang.. ibu hanya punya dua orang anak lelaki, sekarang ibu punya anak perempuan yang hebat seperti kamu ini sangat membuat hatiku bangga. Alangkah bahagia dan bangganya orangtuamu memiliki anak seperti mu." ibu Karin memeluk Habibah. Sementara ayah Ricky berada dikamarnya hanya menunggu kabar dari istrinya, sebab pembicaraan itu telah diketahui oleh pak Jaya juga. Karena sebelumnya sudah mereka bicarakan dulu.


Keesokan harinya ibu Karin dan pak Jaya mengunjungi rumah Syafi'i dimana Ricky tinggal sekarang, mereka akan kembali ke kota asal mereka jadi mereka akan berpamitan. Habibah, Muti'ah dan tak lupa anak-anak mereka juga turut mengantar. Ridho suami Muti'ah tak bisa mengantar karena harus kerja. Setelah sarapan bersama, mereka mengantar kedua orang tua Ricky sampai ke bandara.

__ADS_1


" Nak.. Jaga saudaramu ya..? Kalau mereka dalam kesusahan jangan pernah kamu abaikan. Kalau sampai itu terjadi ibu akan sangat marah padamu." pesan ibu Karin pada Ricky.


" Saudara..?" tanya Ricky tak mengerti.


" Iya.. Dia sekarang adalah saudaramu.. jadi mulai sekarang kamu harus jaga dia juga." ucap ibu Karin sambil merangkul Habibah.


" Dia...!? Saudara..!?" Bagaimana bisa?" Ricky terkejut dengan ucapan ibunya.


" Iya.. Mulai sekarang dia adalah saudara angkatmu. Ayah dan ibu sudah memutuskannya semalam dan dia juga sudah menyetujuinya." jawab ibu Karin bangga. Pak jaya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Sementara Ricky dan yang lainnya hanya bisa saling memandang tanpa tau harus bicara apa.


" Baiklah Bu.. Aku janji akan jaga " saudaraku" ini dengan baik. Jadi jangan ayah dan ibu khawatir. Kami semua disini akan menjaganya, oke..?" jawab Ricky di iringi tawa dari yang lainnya.


" Baiklah kalau begitu.. kami berangkat dulu.." sela pak jaya. Ibu Karin memeluk Nelly, Muti'ah dan Habibah. Tak lupa anak-anak yang menggemaskan Hafidz, Bilal dan Zain. Dan pak jaya menyalami juga memeluk Syafi'i dan Ricky.


" Ingatlah nak, kamu harus menjadi tauladan untuk istrimu. Kamu harus menyayangi dan bersikap lembut pada istrimu jangan pernah kamu bersikap kasar padanya. Walaupun istrimu berbuat kesalahan, bicarakanlah dengan kepala dingin dan bicaralah yang lembut. Jika kamu berbuat kesalahan jangan pernah gengsi untuk meminta maaf. Penuhilah tanggung jawabmu dengan penuh rasa tanggung jawab. Maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tanggamu." nasehat pak Jaya pada Ricky sebelum mereka memasuki ruang tunggu bandara.


" Baik ayah.. insya Allah, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan semua nasehat ayah ini." ucap Ricky penuh keyakinan.

__ADS_1


***


jangan ada yang mikir aneh-aneh ya untuk malam pertama 😁😁


__ADS_2