
Richard dan Meylan akhirnya pulang demi merayakan Natal dan tahun baru bersama dengan keluarga dikota. Karena keluarga Richard dan juga istrinya masih banyak yang memeluk agama Nasrani. Sedangkan Richard sendiri telah menjadi mu'allaf saat menikahi Meylan. Dan Meylan sendiri sudah muslim sejak kecil karena dia sejak kecil di asuh oleh neneknya yang memang notabene muslim. Meylan dan Alvian dibesarkan oleh neneknya sedangkan kakak-kakaknya Meylan di asuh sendiri oleh kedua orang tua mereka yang masih Nasrani. Itu sebabnya kedua keluarga itu memiliki dua keyakinan. Tapi semua itu tak menjadikan hubungan persaudaraan mereka menjadi renggang. Justru semakin erat, karena sikap toleransi mereka sangat tinggi.
Setiap mengunjungi keluarga besarnya, Richard dan Meylan tak pernah lupa membawa serta Habibah dan Ririn bersama mereka. Habibah dan Ririn sudah di anggap sebagai keluarga bagi Richard dan Meylan. Hanya Alvian saja yang menganggapnya lebih. Alvian bahkan sulit menerima kenyataan bahwa gadis pujaannya itu tak meliriknya sedikitpun juga.
Dua hari menjelang malam tahun baru, tanpa di duga Ricky dan beberapa orang teman-teman sekolahnya datang kerumah majikan Habibah.
Ting tong.. Ting tong...
Suara bel berbunyi nyaring di sore itu, Ririn yang lebih dekat ke pintu segera membukakan pintu.
" Ma'af mba, Om dan Tante nya ada gak?" sapa Ricky begitu melihat Ririn yang membukakan pintu.
" Ibu dan bapak ada di samping, ada pa ya?" tanya Ririn heran karena baru kali ini ada anak-anak remaja yang mencari majikannya.
" Boleh ketemu gak mba, sebentar saja kok." ucap Ricky berusaha se sopan mungkin.
" Sebentar saya panggilkan dulu." ucap Ririn sambil berlalu demi memberitahukan majikannya yang sedang duduk bersantai di samping taman sambil memandangi pemandangan di sore itu.
__ADS_1
" Bu, di depan ada yang cari ibu sama bapak." ucap Ririn begitu menekan majikannya.
" Siapa Rin?" tanya Meylan.
" Gak tau Bu, baru lihat juga. Tapi kalau di lihat sih seperti masih anak sekolahan gitu Bu, kurang lebih seumuran saya." sahut Ririn.
" Ya sudah , aku lihat dulu siapa ya pap" ujar Meylan pada suaminya. Richard hanya menganggukkan kepalanya. Dan Meylan juga di ikuti Ririn kembali menghampiri tamu tak di undang itu.
" Siapa ya?" sapa Meylan begitu mendekat ke arah Ricky dan teman-temannya.
" Saya Ricky tante, dan ini teman-teman saya. Kami teman-teman sekolahnya Habibah. Mau minta izin untuk ngajak Habibah merayakan malam tahun baru besok Tan, apakah boleh?" ucap Ricky setelah sebelumnya memperkenalkan diri pada Meylan.
" Iya Tan, gak apa-apa kok tan kami bisa ngerti kok. Kalau memang Tante gak keberatan kami gabung dengan Tante disini, kami juga dengan senang hati tante menerima tawaran Tante ini. saya akan beritahu teman-teman nanti agar bisa datang juga." ucap Ricky dengan senyum yang mengembang karena senang. Setelah itu mereka berpamitan untuk pulang dan berjanji akan datang saat malam tahun baru esoknya.
Ricky dan teman-temannya sungguh menepati janjinya untuk datang merayakan pergantian tahun bersama Richard dan keluarganya.
" Halo Tante, Om, mba..." sapa Ricky begitu sampai di kediaman majikan Habibah. Sapaannya terhenti begitu melihat Alvian di hadapannya. Ricky yang sudah terlanjur mengulurkan tangannya terpaksa tersenyum meski senyumnya tadi sempat menghilang karena terkejut dengan keberadaan Alvian disana. Dia masih belum tau jika Alvian adalah adik dari Meylan majikan Habibah. Alvian pun akhirnya menerima uluran tangan Ricky meski dia tak menyukai nya sebab dia yakin jika Ricky itu menyukai Habibah.
__ADS_1
Habibah pun tak kalah terkejutnya dengan kedatangan Ricky bersama teman-teman nya itu. Habibah yang sedang menyiapkan bahan-bahan yang akan mereka panggang malam itu dan juga membuat sup buah. Belum selesai dia dan Ririn siapkan semuanya, diapun meninggalkan Ririn seorang diri sedangkan dia sendiri menghampiri Ricky dan teman-temannya.
"Kalian ngapain ada disini..?!" tanya Habibah pada Ricky dan teman-temannya.
"Kelihatannya lagi ngapain Nur?" Ricky balik bertanya. Sambil tersenyum nakal pada Habibah yang membuat gadis itu mendelikan matanya. Ricky hanya tertawa melihat ekspresi wajah gadis itu yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Sudahlah Nur, kami ini di undang sama majikanmu untuk merayakan malam tahun baru ini sama-sama. Iyakan Rick?" tukas salah satu temannya. Ricky hanya menyahuti dengan anggukan tanpa mengurangi senyuman menggodanya pada Habibah. Habibah pun akhirnya pergi meninggalkan teman-temannya dan kembali membantu Ririn yang terlihat sudah hampir selesai.
Setelah semua berkumpul dan mulailah kegiatan panggang memanggang malam itu, Habibah ikut membantu memanggang jagung bersama Ricky juga beberapa orang teman-teman nya. Ririn dan Purnomo bersama Meylan memanggang sate ayam yang jarak mereka berdekatan. Semua terlihat gembira, mereka bersenda gurau sambil menikmati kegiatan mereka. Hanya Alvian yang menyendiri, dia duduk di gazebo seorang diri. Richard segera menghampiri adik iparnya yang terlihat seorang diri dengan wajah yang murung.
" Al, kamu kenapa disini sendirian? Kenapa kamu gak ikut bersenang-senang dengan yang lain? Atau kamu ingin keluar menemui pacarmu? Kenapa kamu gak ajak pacarmu kesini dan kenalkan pada kami?" ucap Richard mencoba untuk membuat adik iparnya itu bicara.
" Gak ada apa-apa kok kak, lagian memang Alvian belum ada pacar kok jadi gak ada yang perlu di ajak kesini dan dikenalkan pada kakak." sahut Alvian dengan senyum pahit menghiasi wajahnya. Matanya tiba-tiba tertuju pada Habibah yang sedang sibuk mengipasi panggangan jagungnya. Ah, dia tetap dengan wajah yang seperti itu walau di suasana yang menyenangkan begini. Betapa sulitnya membuat dia tersenyum walau untuk sesaat. Ingin rasanya aku bisa membuat dia tersenyum atau bahkan tertawa, tapi entah bagaimana caranya. Hatinya sangat sulit di sentuh. Keluh Alvian dalam hati.
Sementara bukan hanya Alvian saja yang memperhatikan gadis itu diam-diam. Purnomo juga senantiasa memperhatikannya, bahkan dia hampir selalu tak mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Ririn disisinya. Karena hatinya tertuju pada orang lain. Perlahan tapi pasti Ririn mulai menyadari sikap Purnomo itu. Dan Ririn sangat cemburu melihat pria yang dia cintainya itu lebih memperhatikan gadis lain ketimbang dirinya.
Setelah semua selesai di panggang, merekapun berkumpul mengelilingi hidangan yang mereka panggang tadi di atas sebuah tikar piknik yang besar.semua menikmati hidangannya sambil bercengkrama satu sama lain. Habibah tak sengaja melihat Ririn yang menggelayut manja di lengan Purnomo sambil memakan jagung yang mereka panggang tadi. Entah kenapa setiap kali dia melihat Ririn bermanja-manja pada pria yang menjadi sahabatnya itu hatinya terasa sakit. Dadanya semakin terasa sesak dan membuatnya semakin merasa aneh dengan perasaan yang menyiksanya itu. Kamu ini kenapa? Kenapa kamu malah sedih dan sakit melihat mereka? Bukankah itu yang kamu mau lalu kenapa kamu merasa begitu tersiksa? Ada apa dengan mu? Tanyanya dalam hati, pertanyaan yang sudah lama belum ada jawabannya.
__ADS_1
***
ketika harus memilih antara sahabat dan cinta 🤔🤔