
Beberapa hari setelah kepergian Zelly ke kampung halamannya, Agus baru bisa mengantarkan surat yang dititipkan Zelly padanya bersama istri dan anaknya. Sore itu Agus datang menggunakan motor Mega pro nya dengan membonceng istrinya serta anaknya yang paling kecil.
Assalamu'alaykum...!" Agus mengucapkan salam dengan sedikit lantang agar terdengar suara nya hingga kedalam rumah tersebut.
" Wa'alaykumussalam warrahmatullah wabarokaatuh.." jawab Dona yang kebetulan berada di tengah rumah sedang menonton televisi.
" Oh, maaf dek. Habibah nya ada dirumah gak?" tanya Agus.
" Ada. Tunggu sebentar saya panggilkan, Masuk aja dulu." jawab Dona.
Tak lama Habibah pun datang menemui mereka.
" Assalamu'alaykum Bibah..." sapa Agus.
"Wa'alaykumussalam warrahmatullah wabarokaatuh.. Maaf siapa ya?" tanya Habibah.
" Kamu dah lupa sama aku rupanya. Ini aku Agus teman sekolahmu dulu waktu di MTS, dan ini istri dan anakku." jawab Agus memperkenalkan diri.
" Agus...? Agus yang ketua OSIS itu kah?" tanya Habibah.
" Iya. Aku Agus yang itu, hehehe..." jawab Agus sambil tertawa kecil.
" Oh. Ada apa tumbenan kerumah saya, apa ada sesuatu yang penting?" tanya Habibah.
" Eh iya, sampai lupa. Kami kesini karena ada sesuatu yang memang bisa di bilang penting sih, ada amanah dari seseorang yang harus aku sampaikan ke kamu. Ini dari pak Zelly, sebelum beliau pergi menitipkan ini untuk kamu." kata Agus sambil menyerahkan sebuah surat dan sebuah bungkusan kecil pada Habibah.
" Pak Zelly pergi? Pergi kemana? Mutasi kerjakah?" tanya Habibah. Rasa penasaran tiba-tiba muncul dalam hatinya.
__ADS_1
" Bukan. Beliau mengundurkan diri dan pulang ke kampung halamannya. Karena ibunya memintanya untuk pulang dan menikah dengan pilihan ibunya. Sebenarnya aku sudah dengar lama juga, kalau beliau sudah berkali-kali menolak perjodohan yang dilakukan ibunya. Tapi gak tau kenapa kali ini beliau setuju, bahkan sampai berhenti dari pekerjaannya. Aku bahkan bisa lihat dengan jelas kesedihannya waktu beliau pergi. Bahkan di acara serah terima jabatan waktu itupun beliau sampai menangis. Kalau kamu lihat, kamu gak akan percaya kalau yang menangis dihadapan kami waktu itu adalah pak Zelly. Orang yang selama ini kita tau sebagai sosok yang galak, cuek dan dingin itu bisa menangis dihadapan banyak orang. Gak ke bayang kan kamu? Banyak orang yang terkejut dengan sikap beliau waktu itu, banyak yang terbaru melihat orang seperti beliau bisa menangis dihadapan banyak orang seperti itu " cerita Agus panjang lebar.
" Gak ada yang gak mungkin di dunia ini Gus. Kalau Allah sudah berkehendak maka gak akan ada seorangpun yang bisa mencegahnya. Siapa tau saat ini Allah sudah melembutkan hati pak Zelly. Mangkanya yang kata manusia gak mungkin tapi nyatanya itu terjadi karena izin dari Allah. Itulah kenapa kita gak bisa memvonis apapun dengan pasti tentang sesuatu didunia ini. Karena sang penentunya adalah Allah, bukan kita. Kalau dulu pak Zelly menolak berkali-kali perjodohan, itu karena Allah belum menghendaki pak Zelly menikah. Mungkin kalau dipaksakan malah akan mendatangkan kemudharatan bagi banyak orang, terutama pak Zelly dan pasangannya. Tapi sekarang pak Zelly sudah setuju berarti Allah yang sudah menggerakkan hatinya untuk menyetujui perjodohan itu. Semua karena atas kehendak dari Allah." ucap Habibah menanggapi cerita Agus.
Setelah cukup lama ngobrol, akhirnya Agus serta istrinya pamit undur diri. Habibah mengantar mereka sampai dihalaman rumahnya. Setelah kepergian Agus dan istrinya, Habibah kembali kedalam rumahnya. Diraihnya kotak dan surat yang tadi di bawa oleh Agus untuk nya. Dibawanya kedalam kamarnya. Karena penasaran, Habibahpun segera membuka kotak itu. Dan ternyata isinya adalah Bros bunga teratai berwarna putih yang sangat indah. Entah kenapa Zelly memberikan itu untuknya, Habibahpun tak faham. Habibah kemudian membuka surat yang ditulis Zelly untuknya, tulisannya sangat rapi dan sangat enak dipandang dan dibaca.
Assalamu'alaykum warrahmatullah wabarokaatuh...
Hai Nur..
Aku yakin saat kamu membaca surat ini, aku sudah pergi jauh dari Kalimantan. Mungkin semua yang akan aku sampaikan ini tak ada artinya untuk mu. Tapi semua yang akan aku sampaikan ini sangatlah berarti untukku.
Nur...
Mungkin kamu masih ingat dulu aku pernah mengatakan kalau aku menyukaimu, aku sudah jatuh hati padamu.
Nur..
Aku pernah mengatakan saat pernikahanmu dengan almarhum suamimu, bahwa aku tak jadi menikah karena aku menyukai seseorang dan aku tak menginginkan pernikahan itu. Itupun benar Nur, karena dalam hatiku masih ada kamu.
Mungkin aku sudah gila dan tak rasional. Mungkin aku bodoh karena melakukan hal yang tak masuk akal ini. Tapi aku benar-benar tak bisa melakukannya walaupun selama ini aku sakit dan terluka. Itu memang bukan salahmu, dan mungkin itu salahku sendiri karena tak mampu mengawal perasaanku ini.
Nur...
Sebenarnya aku sangat berat Meninggalkan tempat ini, tempat dimana aku mencari nafkah selama lebih dari 10 tahun, tempat dimana aku bertemu dan mengenalmu, tempat dimana aku belajar banyak hal darimu tentang hidup. Aku pergi dengan perasaan hatiku yang tak tenang, karena aku belum bisa melihat wajah bahagiamu lagi seperti saat kamu bahagia bersama almarhum suamimu.
Nur....
__ADS_1
Aku tau aku tak pantas mengatakan semua ini disini. Mungkin aku tak pernah layak untuk mengatakan nya padamu. Tapi ini yang aku rasakan. Aku akan bisa menanggung semua sakit dan luka ini seumur hidupku, asalkan aku bisa melihat kamu tersenyum bahagia lagi.
Nur...
Aku tak bisa memberimu kenang-kenangan apa-apa selain ini. Aku juga tak tau apakah ini bermanfaat untuk mu ataukah tidak. Tapi aku kamu bisa seperti bunga teratai itu, yang bisa selalu mekar dalam cuaca dan musim apapun. Aku akan selalu merindukan senyumanmu yang manis seperti dulu. Pandangan mata yang cerah seperti dulu dan binar matamu yang indah seperti dulu. Aku selalu merindukan setiap momen yang aku lalui denganmu. Semuanya akan selalu tersimpan rapi dalam hatiku yang kecil ini.
Nur...
Jika suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi, aku harap aku bisa menemukan semua yang aku rindukan itu darimu.
Nur...
Melepaskanmu itu tak sulit bagiku, tapi aku yang kesulitan untuk lepas darimu. Do'akan aku agar aku bisa melepaskan diriku dari semua bayanganmu dari hatiku. Aku ta menyesal pernah bertemu denganmu, dan aku tak menyesal karena jatuh hati padamu. Tapi aku menyesal karena aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mu. Aku menyesal karena aku menjadi laki-laki tak tau diri yang sudah berani jatuh hati padamu. Sejak dulu hingga sekarang, dan bahkan aku tak tau sampai kapan. Maafkan aku yang tak bisa berhenti untuk mencintaimu dan merindukanmu. Jika rasa ini adalah dosa, entah sudah berapa banyak dan besarnya dosaku itu. Tapi satu yang aku tau dengan pasti, aku tak pernah menyesal mencintaimu.
Salam rinduku padamu
Zelly
Tak terasa Habibah meneteskan air mata haru atas semua kata-kata yang ditulis Zelly panjang lebar. Dia tak menyangka jika mantan atasannya itu bisa mencintainya sebegitu besarnya. Bahkan dia tak menduga jika Zelly meninggalkan semuanya hanya untuk bisa melepaskan diri dari perasaannya. Habibah menangis karena membayangkan betapa menderitanya Zelly selama bertahun-tahun karenanya.
Astaghfirullah pak Zelly..
Kenapa bapak bisa sampai seperti ini sih pak? Saya gak sebaik itu sampai pantas mendapatkan semua kebaikan bapak seperti ini. Saya gak patas untuk bapak cintai dengan segitu besarnya, karena saya gak sebading dengan bapak. Masih banyak gadis yang jauh lebih baik dari saya di luaran sana pak, tapi kenapa bapak bisa sukanya pada saya. Maafkan saya karena saya gak pernah bisa membalas apapun pada bapak. Hanya doa yang tulus dari saya buat bapak, semoga bapak bisa menemukan cinta yang baru dan hidup bahagia.
Habibah melipat kembali surat dari Zelly dan menyimpannya dengan rapi kedalam amplop nya lalu menaruhnya dalam kotak dimana surat-surat dari almarhum suaminya dulu berada. Semuanya hanya akan jadi kenangan yang indah untuk dikenang.
***
__ADS_1
Perasaan dicintai dengan begitu besarnya tak selalu membuat hati senang, kadang jadi sedih dan kadihan karena cinta yang datang itu tak bisa dibalas karena tak cinta untuknya.😢😢😢