
Hari-hari berlalu tanpa terasa, hari berganti minggu, Minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tiga tahun terlewati tanpa terasa. Namun ada yang berbeda dari Habibah, dia kini menjadi gadis cantik yang lebih ramah dan lembut. Perubahan itu bukan tanpa sebab, gadis itu bertekad untuk merubah sikapnya dan membuka diri serta hatinya untuk menerima kehadiran orang-orang disekitarnya untuk menjadi teman nya. Dan Ricky adalah orang yang banyak mempengaruhi perubahan itu. Sikap tak tau malu yang selalu dia tunjukan pada gadis itu pelan-pelan mulai diterima dan telah di anggap hal biasa olehnya. Ricky pun tau batasannya dalam bersikap pada Habibah yang memang dari segi penampilan tak bisa di perlakukan sembarangan. Kini gadis itu sudah mudah di ajak bicara dan bertukar pikiran. Dia juga sudah mudah tersenyum walau masih sulit untuk tertawa. Selama tiga tahun ini banyak yang berubah darinya, terutama sejak kepergian Purnomo dari rumah majikannya dulu itu. Bahkan pernah suatu hari dia bertanya pada Ricky pertanyaan yang membuat dia sadar bahwa selam ini dia jatuh hati pada Purnomo.
" Rick, boleh saya tanya sesuatu?" tanyanya dengan ragu-ragu.
" Boleh dong, gratis ini gak bayar" sahut Ricky asal.
"Ih kamu ini, serius dong Rick.." ujar Habibah agak kesal mendengar jawaban Ricky yang asal jawab itu.
" Iya my princess, silahkan tanyakan apa yang ingin anda tanyakan." Ricky memperagakan layaknya pangeran yang sedang mempersilahkan pada sang putri.
" Gak lucu ah.." sahut Habibah ketus.
" Oke.. oke.. oke... sekarang aku serius, mau tanya apa sih kalau aku bisa jawab aku akan bantu untuk menjawabnya."
" Ada teman cewek yang cerita kalau dia slalu merasa berdebar-debar dan gelisah kalau bertemu dengan teman cowoknya, katanya dia suka mendadak sesak dadanya dan terasa perih setiap lihat teman cowoknya itu dekat dengan cewek lain. Kamu tau gak Rick dia itu kenapa? Karena saya gak bisa jawab pertanyaan- pertanyaan itu. Menurut kamu dia itu kenapa?" tanyanya dengan harap-harap cemas.
" Temanmu itu berarti dia sudah jatuh cinta sama sama teman cowoknya itu, dan dia cemburu setiap kali dia lihat teman cowoknya itu dekat dengan cewek lain. Yang begitu namanya kalau bukan jatuh cinta lalu apa?" Ricky menjelaskan dengan gaya yang sok serius.
__ADS_1
" Begitu ya?" ucap Habibah pelan.
Mulai hari itu dia tau tentang perasaan nya selama ini yang dia rasakan pada Purnomo adalah cinta. Rasa cinta yang tak pernah dia jawab selama beberapa tahun itu.
Sejak saat itu dia bertekad untuk berubah dan membuka diri pada hal-hal yang baru. Dan itu sangat membantunya saat dia melakukan PSG di sebuah kantor pemerintahan saat kelas XI. Dan kini saat kelulusan sudah tak akan lama lagi. Perubahan dirinya sangat mempengaruhi orang-orang disekitarnya. Teman-temannya yang sudah terlanjur menyukai keberadaannya mulai membujuk nya agar melanjutkan pendidikan dikota bersama mereka. Terutama Ricky, dia sangat takut kehilangan gadis itu. Selain dia sudah terbiasa bermanja-manja padanya dia juga hanya dekat dengan satu gadis selama tiga tahun terakhir ini. Try out sudah mulai mereka jalani, ujian akhir sekolah pun akan mereka lalui. Namun masa-masa itu justru terasa berat bagi Ricky karena baginya waktu untuk bersama dengan gadis itu semakin sedikit. Dan itu membuat sikapnya sedikit berbeda pada Habibah . Dan gadis itupun menyadari ada perbedaan dari sikap Ricky padanya. Yang biasanya manja sudah tak dilakukannya, yang biasanya merangkul seenaknya sudah tak dilakukannya juga. Dan teman-temannya pun melihat perubahan itu.
Setelah Try Out selesai dan mulai mempersiapkan diri untuk ujian akhir sekolah. Ricky sudah tak pernah mengganggu Habibah lagi. Gadis itu sebenarnya merasa kehilangan sosok Ricky yang ceria dan manja itu. Tapi dia tak bisa menanyakannya sekarang sebab dia juga harus bisa fokus pada pelajaran untuk mempersiapkan diri dalam ujian akhir sekolahnya. Dia berharap Ricky berubah karena ingin fokus belajar sama seperti dirinya. Bukan karena hal lain.
Seminggu telah berlalu, ujian hampir berakhir tapi Ricky seakan semakin menjauh dan menghindar dari Habibah. Dan sikapnya itu membuat Habibah agak terganggu. Karena Ricky adalah teman terdekatnya di sekolah.
Ujian akhir sekolah telah berakhir, tinggal menunggu hasilnya sekitar dua Minggu kedepan. Saat pulang sekolah Habibah sengaja menunggu Ricky keluar dari kelasnya. Begitu Ricky sampai di pintu kelas gadis itupun langsung menarik tangan Ricky agar mengikutinya menuju kantin sekolah.
" Kamu kenapa sih Rick? Apa saya ada salah sama kamu sampai kamu menjauh dan menghindari saya sejak Try Out lalu? Kamu tau kamu adalah teman dekat saya satu-satunya di sekolah ini, kalau kamu seperti ini saya jadi merasa ada di tempat asing."Habibah berdiri tepat dihadapan Ricky dan memandangnya dengan tajam. Yang di tatap hanya menundukkan wajahnya.
" Ayolah Rick.. Mau sampai kapan kamu bersikap begini pada saya? Apakah kamu akan tetap seperti ini sampai saya pulang ke kampung nanti?" lanjut Habibah. Setelah mengatakan itu tiba-tiba Ricky berdiri dan memeluk gadis yang ada di hadapannya. Betapa terkejutnya gadis itu dengan sikap Ricky yang tak biasa itu.
"Rick..Rick.." Habibah tak bisa berkata-kata, tubuhnya mendadak kaku . Pelukan Ricky cukup erat hingga gadis itu agak kesulitan bernafas.
__ADS_1
" Ricky.. tolong lepaskan saya" pinta gadis itu pelan. Ricky seperti tersadar dari situasi yang tak seharusnya ada. Secepat mungkin Ricky melepaskan pelukannya dan kembali duduk sembari menangkupkan kedua tangannya kewajahnya.
" Ya sudah Rick, saya gak akan paksa kamu untuk bicara lagi. Kalau memang kamu gak mau bicara. Tapi waktu saya disini sudah gak lama lagi, saya harap kamu kembali seperti dulu. Saya ingin lihat kamu yang dulu, saya suka dengan semua ke isengan kamu dan semua sikap konyol kamu. Saya harap sebelum saya pulang saya bisa melihat kamu yang dulu." ucap Habibah setelah memenangkan hatinya dari rasa keterkejutan dari tindakan Ricky tadi. Saat Habibah berbalik dan mulai melangkahkan kakinya tiba-tiba Ricky menarik tangannya.
" Apakah kamu gak bisa tinggal lebih lama lagi di sini? Bisakah kamu gak pulang ke kampung mu?" tanya Ricky dengan suara yang nyaris tak terdengar.
" Gak ada alasan buat saya untuk tetap ada disini Rick, saya memang sudah harus pulang. Tapi saya gak bisa mengetahui tentang masa depan, siapa tau suatu saat nanti saya akan bisa kembali kesini untuk suatu hal saya akan kasih kabar kamu. Tapi sekarang saya masih disini jadi bisakah kamu gak bersikap seperti ini lagi?" kata Habibah.
" Apakah dengan adanya aku gak bisa jadi alasan buatmu untuk tetap tinggal disini? " tanya Ricky sambil menatap wajah Habibah lekat.
" Kenapa harus karena kamu?" tanya Habibah tak mengerti maksud kata-kata Ricky.
" Aku.. Aku suka sama kamu Nur.. Aku sangat menyukaimu.. Tak bisakah karena alasan itu untuk kamu tinggal?" akhirnya terucap juga kata-kata yang selama ini dia simpan dalam hatinya. Habibah tertegun mendengar pengakuan dari teman baiknya itu. Dia tak tau harus mengatakan apa pada pria yang berada di hadapannya itu. Karena selama ini dia hanya menganggapnya sebagai teman saja.
" Ricky.. Saya tau kamu adalah teman saya yang paling baik.. Dari kamu saya banyak belajar untuk menjadi seseorang yang lebih normal dan bisa di mengerti. Dari kamu saya belajar untuk bisa tersenyum dan tertawa. Dari kamu saya belajar untuk jadi orang yang lebih terbuka lagi. Tapi untuk apa yang kamu katakan tadi... dalam hati saya kamu adalah sahabat terbaik saya. Mungkin saya bukan yang terbaik untuk kamu dalam hal itu. Saya hanya bisa jadi sahabat buatmu." Hatinya merasa tak enak untuk mengatakan hal itu pada Ricky, tapi itu lebih baik dari pada dia menutupinya dan memberikan harapan hampa pada Ricky. Maaf Rick, hatiku telah lama di isi oleh orang lain. Kamu hanya bisa menjadi sahabat buat saya tak bisa lebih dari itu. Gumamnya dalam hati. Namun disisi lain, hati Ricky terasa tercabik-cabik mendengar penuturan Habibah. Dia benar-benar tak ingin mendengar semua itu, yang ingin dia dengar adalah jika gadis itu mau tinggal demi dirinya. Walau dia sendiri tak tau karena apa gadis itu mesti mau tinggal, karena pada kenyataannya dia bukanlah siapa-siapa bagi Habibah selain teman.
***
__ADS_1
cinta itu misteri illahi pemirsah😁😁